World Hindu Summit Kembali Digelar di Bali

World Hindu Summit Kembali Digelar di Bali

Sejumlah Umat Hindu membawa benda-benda sakral ke laut dalam upacara Melasti di Pantai Purnama, Gianyar, Bali, (9/3). Umat Hindu menggelar ritual Melasti menjelang Hari Raya Nyepi tahun Saka 1935. ANTARA/Nyoman Budhiana

TEMPO.CO, Denpasar - Organisasi World Hindu Parisad (WHP) akan segera berfungsi menggantikan World Hindu Federation (WHF) untuk menyatukan umat Hindu di seluruh dunia. Hal itu akan dilakukan di ajang World Hindu Summit (WHS) yang akan digelar pada 13-16 Juni di Art Centre, Denpasar.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayor Jenderal Sang Nyoman Suwisma, mengatakan, keberadaan WHP telah diputuskan dalam WHS 2012. “Kami akan mengesahkan anggaran dasar, menetapkan program kerja, dan mengesahkan kepengurusan,” katanya, Selasa, 11 Juni 2013.

Keberadaan WHF otomatis hilang setelah terjadi kudeta rezim komunis di Nepal.

Dorongan untuk membentuk WHP karena selama ini umat Hindu di dunia tidak memiliki organisasi naungan sehingga secara internasional dinilai kurang berperan. Selain WHP, pada pertemuan tahun 2012 juga diputuskan untuk mendorong pembentukan organisasi di tingkat nasional yang menjadi pilar WHP. Indonesia diwakili oleh keberadaan PHDI.

Dalam WHS di Art Centre, Denpasar juga merekomendasikan untuk menjadikan Bali sebagai pusat Hindu dunia, serta pembentukan komite kerja yang diketuai oleh Rektor Universitas Udayana Made Bhakta.

Suwisma membantah pembentukan WHP sebagai upaya menyeragamkan umat Hindu. Sebab, tradisi Hindu akan berkembang sesuai dengan kondisi setiap negara. "Kami akan mengayomi seluruh organisasi Hindu di dunia. Tapi tidak akan ada penyamaan dalam pelaksanaan keyakinan agama. Kearifan lokal tetap kita junjung tinggi dan hargai," ujar Suwisma.

Menurut Suwisma, di Bali saja, ada banyak tradisi yang berbeda antara satu daerah dan daerah lain. Demikian pula dengan umat di luar Bali. Pihaknya hanya akan berusaha memberikan arah agar pelaksanaan upacara keagamaan tetap ramah lingkungan, bersih, dan sehat. ”Sesuatu yang suci itu mestinya bersih dan sehat.”

ROFIQI HASAN

Terhangat:
Priyo Budi Santoso | Rusuh KJRI Jeddah | Taufiq Kiemas

Baca juga:

Pemukul Pramugari Diambil Paksa dari Rumah Sakit

Pemerintah Beri Jaminan untuk Pemukul Pramugari

SMS Ini Beredar Sehari Sebelum Cebongan Diserang

Hujat Nabi, Bocah Diberondong Pemberontak

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X