indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Wartawan Pewawancara Snowden Buka Mulut

Wartawan Pewawancara Snowden Buka Mulut

Edward Snowden, seorang analis intelijen Amerika Serikat berusia 29 tahun, telah mengungkapkan dirinya sebagai sumber yang mengungkapkan telepon rahasia pemerintah Ameriksa Serikat dan program pengawasan internet. AP/The Guardian

TEMPO.CO, Hong Kong - Wartawan yang pertama kali menuliskan program pengawasan Amerika Serikat yang dibocorkan oleh Edward Snowden buka mulut. Ia mengatakan hari Selasa lalu bahwa akan ada lebih banyak "rahasia" yang belum diungkapkan dari dokumen itu.

"Kami akan memiliki banyak informasi yang lebih signifikan yang belum terdengar selama beberapa minggu ini," kata Glenn Greenwald, wartawan senior di The Guardian.

Greenwald mengatakan kepada The Associated Press bahwa medianya selektif melepaskan berita berdasarkan informasi yang diberikan oleh Edward Snowden, karyawan 29 tahun yang bekerja pada kontraktor National Security Agency (NSA), biro keamanan dalam negeri Amerika Serikat.

Ketua bidang intelijen Senat Amerika Serikat, Dianne Feinstein, menyatakan apa yang dilakukan Snowden merupakan "tindakan pengkhianatan" dan harus dituntut.

Laporan Greenwald pekan lalu mendunia, menguliti program pemerintah Amerika untuk mengumpulkan catatan telepon dan Internet. "Ada lusinan cerita yang bisa dihasilkan oleh dokumen-dokumen itu, dan kami berniat untuk membeberkannya," kata Greenwald.

Keberadaan Snowden tidak segera diketahui pada hari Selasa, meskipun ia diyakini tinggal di suatu tempat di Hong Kong. Sejauh ini, tidak ada konsekuensi hukum terhadap media yang memuat berita itu.

Bersembunyi di sebuah kamar hotel di Hong Kong, Snowden mengatakan, ia telah berpikir panjang dan keras sebelum mempublikasikan perincian dari program NSA berkode "PRISM". Ia mengatakan harus melakukannya (membocorkan rahasia) karena merasa negaranya sedang membangun mesin spionase yang tidak akuntabel dan secara rahasia memata-matai setiap warga negara Amerika.

Baik Washington Post maupun surat kabar Inggris Guardian--dua media tempat ia membocorkan dokumen-dokumen curian itu--menuliskan identitasnya pada hari Minggu. "Aku tidak ingin hidup dalam masyarakat yang melakukan hal semacam ini ... Aku tidak ingin hidup di dunia di mana segala sesuatu yang aku lakukan dan katakan dicatat. Itu bukan sesuatu yang harus aku dukung atau aku ikuti," katanya kepada The Guardian, yang menerbitkan sebuah video wawancara dengannya.

Menurut dia, NSA telah membangun infrastruktur yang memungkinkan untuk mencegat hampir segalanya. Dengan kemampuan ini, sebagian besar komunikasi orang-orang secara otomatis tercatat walau dia bukan target. "Jika aku ingin melihat e-mail atau telepon istri Anda, semua bisa aku lakukan dengan gampang. Aku bisa mendapatkan e-mail, password, catatan telepon, kartu kredit, dan lainnya," katanya.

The Guardian menerbitkan berita pekan ini bahwa layanan keamanan Amerika memantau data tentang panggilan telepon dari Verizon dan data Internet dari perusahaan-perusahaan besar, seperti Google dan Facebook.

Pemaparan dari program rahasia telah memicu perdebatan luas di Amerika Serikat dan luar negeri tentang jangkauan NSA yang diperluas, dengan program pengawasan secara dramatis dalam dekade terakhir. Para pejabat Amerika mengatakan badan ini beroperasi sesuai hukum.

AP | TRIP B

Berita Lainnya:

Hidayat Nur Wahid: PKS Memang Main di Dua Kaki

Laris Manis Lelang Barang Gratifikasi di KPK
Dolar Tembus Rp 10.000, BI Guyur US$ 100 Juta/Hari
Jokowi Ganti Dua Direktur RSUD
Apa Saja Kelebihan iOS 7?

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X