Port Link Belum Bisa Mengurai Antrean di Merak

Port Link Belum Bisa Mengurai Antrean di Merak

Padatnya trip penyeberangan di perairan Selat Sunda tidak didukung oleh jumlah dermaga di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni, sehingga kapal feri kerap parkir di perairan menunggu waktu bersandar. TEMPO/ Dimas Aryo

TEMPO.CO, Cilegon - Kehadiran Kapal Motor Penumpang (KMP) Port Link yang baru saja dioperasikan untuk melayani penyeberangan Pelabuhan Merak - Pelabuhan Bakeuheni, ternyata belum mampu mengurai antrean yang terjadi di Pelabuhan Merak. Sebab, saat cuaca buruk terjadi, KMP Port Link juga mengalami gagal sandar di Pelabuhan Bakaeuni, Lampung.

Pantauan Tempo, Kamis, 13 Juni 2013, antrean truk yang terjadi di luar Pelabuhan Merak mengular hingga lima kilometer dari Pelabuhan Merak, tepatnya sampai ke Jalan Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Kepala Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Merak Endi Prasetio mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi di Pelabuhan Merak, mengakibatkan kapal-kapal berkapasitas kecil tidak berani untuk melakukan aktivitas bongkar muat penumpang. Sehingga, kapal-kapal tersebut tidak dapat berlayar. "Kami berharap cuaca dapat kembali normal sehingga kapal-kapal berkapasitas kecil bisa beroperasi," kata Endi, Kamis, 13 Juni 2013.

Endi menambahkan, pihaknya akan berhati-hati dalam memberikan izin berlayar kepada kapal-kapal yang akan beroperasi, untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Informasinya KMP Port Link juga mengalami gagal sandar di Bakaeuni," katanya.

Endi mengatakan, akan melakukan perbaikan jadwal kapal. Sebab, KMP Port Link diakui telah mengganggu jadwal kapal lainnya. Hal itu dikarenakan, KMP Port Link belum dapat menyesuaikan pengoperasianya dengan dermaga yang ada di Pelabuhan Merak. "KMP Port Link ini jadwal bongkarnya lebih lama, jadi kami akan segera kembali melakukan perbaikan jadwal agar tidak mengganggu kapal lainnya," ujarnya.

Diharapkan. cuaca di Pelabuhan Merak dapat kembali normal sehingga dapat menambah armada kapal untuk dapat beroperasi kembali, dan dapat mengurai antrean kendaraan yang terjadi saat ini. "Sekarang ada 24 kapal yang beroperasi, namun karena cuaca kurang baik, kapal-kapal itu kesulitan bersandar," katanya.

Sementara itu, Jurubicara PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Mario Sardadi mengatakan, dirinya tidak mengetahui gagal sandarnya KMP Port Link di Pelabuhan Bakaueni, Menurutnya, kondisi perairan di Pelabuhan Bakaeuni, Lampung memang jauh lebih ekstrem dari kondisi perairan Pelabuhan Merak. "Itu bisa saja, karena perairan disana jauh lebih ekstrem. Tapi saya belum mengetahui kabar tersebut," katanya.

Mario juga mengakui KMP Port Link belum bisa menyesuaikan dengan dermaga saat bersandar sehingga memakan waktu yang lebih lama dari jadwal kapal lainnya. "Memang kapal Port Link sandarnya lebih lama," kata Mario.

WASI'UL ULUM (CILEGON)

Terhangat:
Mucikari SMP | Taufiq Kiemas | Rusuh KJRI Jeddah


Baca juga:

Gagalkan Pencurian Motor, Tukang Parkir Ditembak

Tabrak Orang, Status Ari Wibowo Masih Saksi

Kepada Penyidik, Siswi SMP Ini Bantah Diperkosa

Disekap Sebulan, Siswi SMP Jadi Korban Pemerkosaan

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X