Ijazah Rektor Universitas Mulawarman Dipersoalkan

Ijazah Rektor Universitas Mulawarman Dipersoalkan

Ijazah Zamruddin Hasid. Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Keabsahan gelar doktor milik Rektor Universitas Mulawarman Samarinda, Zamruddin Hasyid, dipertanyakan staf dosen pengajarnya. Zamruddin dianggap memanipulasi kepemilikan gelar doktornya untuk memuluskan jalannya terpilih jadi Rektor Universitas Mulawarman.

"Ada kecurangan akademik sudah dilakukan Zamruddin Hasyid," kata dosen Fakultas Kimia, Universitas Mulawarman, Rahmat Gunawan, lewat telepon, Senin, 17 Juni 2013.

Rahmat mengatakan ijazah S3 milik Zamruddin diterbitkan sendiri oleh Universitas Mulawarman. Pada ijazahnya tercantum tanda tangannya sendiri selaku Rektor Universitas Mulawarman yang menerbitkan bukti kelulusannya sebagai mahasiswa S3. "Ijazahnya tercantum tanda tangan Rektor Universitas Mulawarman yang tercatat dirinya sendiri," kata dia.

Menurut Rahmat, ada konflik kepentingan Universitas Mulawarman dalam penerbitan ijazah S3 milik Zamruddin Hasyid. Ini terbukti, Zamruddin hanya butuh 1 tahun 11 bulan saja untuk menyelesaikan kuliah S-3 nya di Universitas Mulawarman.Idealnya S-3 itu butuh waktu 3 tahun untuk lulus. Sekelas Habibie saja butuh waktu 3 tahun untuk menyelesaikan kuliah S-3 nya," kata Rachmat. "Bahkan, Zamruddin kuliah dengan mendapatkan beasiswa program pascasarjana dari Universitas Mulawarman."

Rahmat mengaku sudah melaporkan permasalahan tersebut pada Kementerian Pendidikan Nasional untuk menindak praktek kecurangan akademis pihak rektorat Universitas Mulawarman. Namun hingga kini, Menteri Pendidikan M. Nuh belum kunjung juga menyikapi laporan kecurangan ini.

"Sebenarnya saya ingin masalah ini diselesaikan lewat jalur internal saja. Namun, Menteri Pendidikan tidak juga bersikap sehingga masalahnya saya buka ke publik," ujarnya.

Untuk sikap nekatnya ini, Rachmat siap dengan segala konsekuensinya. Zamruddin, katanya, sempat menegurnya. "Saya dimaki-maki habis rektor saat mengkritik dirinya," ujarnya.

Zamruddin Hasyid tercatat sebagai mahasiswa S-3 Jurusan Kehutanan Universitas Mulawarman saat mencalonkan diri menjadi rektor pada 2010 lalu. Dalam proses pemilihan rektor, Zamruddin yang saat itu menjadi Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman ini mengajukan cuti kuliah S-3 nya.

Setelah dia dilantik menjadi rektor Universitas Mulawarman, Rahmat mengungkapkan, Zamruddin mendadak dinyatakan lulus kuliah S-3 nya dengan tanda tangan rektor dirinya sendiri.

"Secara etika akademis ada pelanggaran besar dalam masalah ini. Bagaimana kita bisa menghasilkan generasi yang bagus bila dalam masalah internal akademis universitas sendiri ada masalah seperti ini," kata dia.

SG WIBISONO










Komentar (5)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
Ok kalo memang ijasahnya sah. (Zamruddin tercatat menjadi mahasiswa S3 sejak April 2008 dan lulus pada Februari 2011). tapi skrng pertanyaannya adalah, Zamruddin saat menjadi calon rektor unmul tahun 2010 hingga akhirnya terpilih, kan berarti masih menjalani tugas belajar (mahasiswa S3)... bukankah dalam Permen Diknas RI No. 67 thn 2008 (Pasal 13 poin i berbunyi “Pimpinan perguruan tinggi dan pimpinan fakultas diberhentikan dari jabatannya karena: sedang menjalani tugas belajar atau tugas lain lebih dari 6 (enam) bulan”) http://www.dikti.go.id/files/atur/Permen67-2008.pdf dan diperkuat dgn Permen Diknas RI no 24 thn 2010 (pasal 4 poin g yang berbunyi “Persyaratan untuk diangkat sebagai Rektor/Ketua/Direktur : tidak sedang menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan yang dinyatakan secara tertulis) http://www.dikti.go.id/?page_id=507&lang=id .Ini berarti Zamruddin melakukan penipuan publik saat mencalonkan sbgai rektor atau telah menjadi rektor tapi masih berstatus menjalani tugas belajar, dan saya tidak ingin suudzon, tapi apakah ada permainan para elit kampus (abubakar cs) maupun dari DIKTI untuk mempertahankan zamruddin sebagai rektor periode 2010-2014???. (shrusnya Zamruddin gentle berkata jujur sesuai agama yg dia anut dan slogan yang dia buat sendiri “BERANI BERKATA JUJUR”) Skedar informasi saja bagi rekan2 mhasiswa umum ataupun dari dosen yg mengambil program studi S3 di program studi (PS) ilmu kehutanan Unmul, bahwa saat ini nilai akreditas PS ilmu kehutanan Unmul adalah C http://ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php Sesuai dgn pedoman operasional penilaian angka kredit kenaikan jabatan fungsional dosen ke lektor kepala dan guru besar http://www.dikti.go.id/files/atur/PedomanNilaiLektorKepala-GuruBesar.pdf maka ijasah doktor PS ilmu kehutanan Unmul tidak dapat digunakan untuk syarat mengusulkan ke Guru besar karena akreditas PS seharusnya minimal bernilai B utk dapat diajukan ke Guru Besar.
0
0
Memang perlu dirunut dulu alur "cerita" S3 Rektor UNMUL ini, yang pasti pada saat pendaftaran Calon Rektor... Prof. Zamrudin membuat pernyataan pengunduran diri....ini sudah "benar"....yang perlu diklarifikasi adalah : 1. apakah sesudah terpilih jadi Rektor, Prof Zamrudin mengajukan "izin" untuk kuliah lagi ?; 2. Apakah diperbolehkan oleh peraturan pada saat menjabat Rektor "meneruskan"kuliah lagi ?; sebaiknya kita merujuk saja pada aturan main yang ada, seperti UUD Pendidikan atau Permendiknas yang ada.
24
5
seharusnya majalah sebesar tempo ini merecheck pernyataan tersebut ke rektor atau pascasarjana unmul, lagpula menyedihkan foto dan isi berita berbeda dan seharusnya dipahami ada bedanya jabatan dan personal di tubuh organisasi dan bukannya membabi buta memvonis tanpa pahami esensi dari makna jabatan yang melekat, saya pikir saudara rahmat bisa membedakan hal tersebut sebagai seorang akademis sejati, bagi yg lain bijaklah memnadang sebuag permasalahan dgn baik...via my almamater UNMUL..
0
11
weisss.., sungguh memalukan. dh ketahuan, tujuan menjadi rektor bukan semata karena ikhlas ingin mengembangkan UNMUL tapi pasti karena hanya mencari gelar jabatan dan materi. turunkan rektorr UNMUL!!!
0
7
Memalukan nih... HArus di seret ke pengadilan...!
Wajib Baca!
X