indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Ully Artha Sudah Setahun Menikah dan Mualaf

Ully Artha Sudah Setahun Menikah dan Mualaf

Jenazah artis senior Aruli Artha Sortiana Pangaribuan atau biasa disapa Ully Artha sedang di semayamkan di rumah pribadinya di Petojo Tanah Abang, Jakarta, Minggu (16/6). ANTARA/Muhammad Adimaja

TEMPO.CO, Jakarta - Adik keempat almarhumah Ully Artha, Tigor Pangaribuan, sempat merasakan firasat sebelum kakak sulungnya tersebut meninggal dunia. Tigor mengaku memiliki perasaan yang tidak nyaman dalam beberapa hari terakhir.

"Karena kakak dan adik, jadi ada perasaan itu. Akhir-akhir ini kelihatan dari gejalanya dia sering sakit, jarang ke luar kamar," kata Tigor di rumah duka, Senin, 17 Juni 2013.

Terkait penyakit yang diderita oleh almarhumah, disampaikan sang adik bahwa kakaknya tersebut sudah mengidap penyakit jantung sejak 15 tahun yang lalu. "Sempat pasang ring di jantung tahun 1997. Tahun 2009 pernah opname karena vertigo," ia menjelaskan.

Menurut Tigor, penyakit vertigo memang belakangan sering diderita pemain sinetron itu. Meski begitu, Ully termasuk orang yang tidak mengeluh atas penyakitnya.

"Sering dinasihati untuk berhenti merokok, dia bilang iya, tapi tetap saja merokok," katanya. Selain jantung, Uli juga memiliki masalah pada paru-parunya.

Di dalam keluarganya, Ully Artha dikenal sebagai tulang punggung. Ia orang yang menafkahi kehidupan lima adiknya, juga memperhatikan pendidikan para keponakan setelah adik-adiknya sudah mulai dapat menata hidup masing-masing.

Setahun lalu, Ully menikah dengan pria bernama Gatot yang usianya lebih muda 10 tahun. Ully juga menjadi mualaf ketika ijab kabul. Jenazah almarhum akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Senin, 17 Juni 2013, pukul 12.30 WIB.

AISHA

Berita Lain:
Aktris Ully Artha Meninggal Dunia

Terapi Hormon, Ini Perubahan Tubuh Dena Rachman

Dena Rachman: Aku Ingin Menikah

Ully Artha di Mata Elma Theana

Kemayu, Dena Rachman Tidak Pernah Di-bully

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
0
dosa apa ya dia? kasihan, turut berduka
Wajib Baca!
X