Menang Pilkada Bandung, PKS: Masih Dipercaya Warga

Menang Pilkada Bandung, PKS: Masih Dipercaya Warga

Calon Walikota Bandung Ridwan Kamil (kiri) dan calon wakil walikota Oded M Danial. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Barat Tate Komaruddin mengatakan, kemenangan Ridwan Kamil-Oded M Danial dalam pemilihan Wali Kota Bandung menandakan bahwa partainya masih dipercaya masyarakat. Dalam pemilihan wali kota Bandung, PKS berkoalisi dengan Gerindra mengusung Ridwan-Oded.

Sebelumnya dikabarkan meski PKS tengah dilanda masalah terkait korupsi suap impor daging yang melibatkan mantan presiden partai itu Luthfi Hasan Ishaaq, Ridwan diperkirakan akan tetap memenangi pemilihan wali kota Bandung. Beberapa survei menyebut, kali ini warga Bandung memilih figur Ridwan Kamil dan bukan partai pengusungnya. (Baca: Figur Ridwan Kamil disukai warga Bandung)

Tate menilai pasangan nomor urut empat itu merupakan pasangan yang bisa berkoordinasi dengan baik ketika menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Walikota Bandung periode 2013-2018.

“Ibu Kota seperti Bandung itu harus punya kualitas dibanding kota lain, saya lihat akan ada koordinasi yang bagus antara Ridwan dan Oded sebagai Wakil dan Walikota Bandung,” kata Tate Komaruddin usai konferensi pers Hitung Cepat Media Center RIDO di Hotel Trans Luxury, Bandung, Ahad, 23 Juni 2013.

Menurutnya, kolaborasi Ridwan-Oded bisa membuat pembangunan Bandung menjadi lebih cepat.

Menurut hasil hitung cepat yang dilakukan oleh Media Center pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial (RIDO), pasangan yang diusung oleh PKS dan Gerindra itu unggul dengan raihan suara sebesar 45,56 persen, disusul oleh Edi Siswadi-Erwan Setiawan dengan perolehan 17,34 persen. Sementara, Ayi Vivananda-Nani Suryani mendapat 15,31 persen.

Di urutan empat, pasangan independen Wahyudin-Tonny Apriliani mendapat perolehan suara 8.81 persen, disusul Iswara-Asep Dedi (6.94 persen), Budi Setiawan-Rizal Firdaus (2,81 persen), Wawan Dewanta-M. Sayogo (2,05 persen) dan Bambang-Lex (1,18 persen). Perolehan tersebut berdasarkan data dari 45 persen suara dari 400 TPS hingga pukul 17.00 WIB, Ahad, 23 Juni 2013. Begitu pula dengan hasil hitung cepat yang diselenggarakan Lembaga Survei Indonesia, pasangan RIDO mengungguli pasangan lainnya.

RISANTI
Topik Terhangat
Razia Bobotoh Persib | Puncak HUT Jakarta | Penyaluran BLSM

Berita Terpopuler

Persib vs Persija Batal, Bobotoh Blokir Pintu Tol

Basuki: Jakarta Bukan Hanya untuk Orang Kaya

Macet 'Gila' di Perayaan Ulang Tahun Jakarta


Komentar (10)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
4
Saya bukan simpatisan Partai apapun apalagi PKS tidakkkkk,saya pilih Ridwan Kamil karena track recordnya bagus dan beliau paling cocok untuk mengatasi masalah Kota Bandung saat ini. Jadi mau independent atau partai apapun yg mengusungnya gak perduli yg saya lihat figurenya.
1
1
Yang dipercaya itu adalah Gerindra, Coba sendirian, gak ada parte Gerindra, cerita akan berjalan lain.
0
7
busetttt dah. dikira milih Ridwan Kamil krn PKS, SALAH TOTAL bung, kita pilih pribadi yang punya integritas dan ketegasan. mau yg ngususng PKS, PDIP, DEMOKRAT atau partai lainnya, asal personnya bagus pasti dipilih.
0
7
Hahahaha.. punten we, ah! Teu kudu ge-er, akuan sagala.. Kemenangan Ridwan Kamil bukan faktor PKS..!! Semata-mata karena sosok Ridwan yang menjanjikan bagi warga Bandung. PKS hanya megat muntah!! Cuma kecipratan minyak wangi. Ibarat pepatah Arab: bergaullah dengan penjual minyak wangi, maka anda akan ikut harum. Jika bergaul dengan penjual minyak tanah, ya baunya kerosene itu!
1
7
Menurut saya, setiap calon yang maju pada pilkadal di Indonesia lebih lengkap bila " didukung" oleh beberapa parpol, namun bisa juga maju tanpa harus melalui parpol atau lewat jalur "independent" dengan banyak risiko. Namun yang lebih menentukan adalah figur sang calon itu sendiri, bukan karena peanan parpol nya. Jadi para parpol seperti PKS ini, jangan dulu merasa "gede rasa/GR", namun harus berterima kasih pada sang calon, contohnya seperti Jokowi sekarang ini, yang sedang dirayu oleh banyak parpol untuk tahun 2014 nanti.
Selanjutnya
Wajib Baca!
X