Tiga Petenis Putri Perkasa di Wimbledon

Tiga Petenis Putri Perkasa di Wimbledon

Maria Sharapova. REUTERS/Stefan Wermuth

TEMPO.CO, London - Turnamen Tenis Grand Slam Wimbledon akan mulai berlangsung hari ini di lapangan rumput All England Club, Wimbledon, Inggris. Pertarungan di nomor tunggal putri diperkirakan masih didominasi oleh tiga besar, yaitu Serena Williams, Victoria Azarenka, dan Maria Sharapova.





Hanya Samantha Stosur yang sempat sekali mengganggu dominasi tiga besar tersebut dalam tiga tahun terakhir di seri grand slam. Pada 2011, Stosur menjuarai Amerika Serikat Terbuka.





Agnieszka Radwanska kalah di final tahun lalu oleh Serena, dan petenis di bawah tiga besar ini diperkirakan masih tetap kesulitan menembus dominasi tersebut. Berikut ini profil ringkas tiga besar dunia tersebut sebelum tampil di Wimbledon.









Serena Williams

















Kiprah di Wimbledon:


Hasil terbaik: Juara (2002, 2003, 2009, 2010, dan 2012)


Tahun lalu: Juara


Peringkat dunia sekarang: 1


Australia Terbuka: Perempat final


Prancis Terbuka: Juara


Gelar bergengsi lain tahun ini: Brisbane, Miami, Charleston, Madrid, dan Roma





Dari beberapa pertandingan yang sudah dijalaninya tahun ini, penampilan Serena begitu luar biasa. Jadi, ia pantas dijagokan meraih gelar yang keenamnya di Wimbledon.



Adalah Patrick Mouratoglou yang mengubah penampilan Serena. Tahun lalu, sebelum pelatih asal Prancis ini direkrut oleh keluarga Williams, Serena tidak difavoritkan menjuarai Wimbledon. Lantaran secara mengejutkan ia tersingkir pada babak pertama Prancis Terbuka. Kariernya diramalkan sebentar lagi tamat di usianya yang ke-30 tahun.





Namun, sejak Mouratoglou menangani Serena setelah Prancis Terbuka berakhir 9 Juni tahun lalu, petenis Amerika ini baru tiga kali kalah sampai sekarang. Kekalahan itu didapatkan ketika melawan Angelique Kerber di Cincinnati tahun lalu, Sloane Stephens di Australia Terbuka awal tahun ini, dan Victoria Azarenka di Doha.





Serena hanya enam kali kalah sejak awal tahun lalu dan memenangi lebih dari 100 pertandingan. Hal ini membuktikan bahwa Serena tetap bersinar pada usia 31 tahun. Ia menjadi petenis putri tertua yang menduduki puncak peringkat dunia.









Maria Sharapova













Kiprah di Wimbledon:


Hasil terbaik: Juara (2004)


Hasil tahun lalu: Babak keempat


Peringkat dunia sekarang: 3


Australia Terbuka: Semifinal


Prancis Terbuka: Final


Gelar bergengsi lain tahun ini: Indian Wells, Stuttgart





Wimbledon tidak akan berarti tanpa Maria Sharapova. Ia menjadi “kekasih” turnamen tenis lapangan rumput termegah di dunia ini sejak mengawali debutnya pada usia 16 tahun. Masuk ke babak utama melalui jatah wild card, petenis Rusia ini mencapai babak keempat setelah mengalahkan Jelena Dokic. Namun, Sharapova dikalahkan rekan senegaranya, Svetlana Kuznetsova di perempat final.



Pada tahun berikutnya, ia menjuarai Wimbledon dengan menggagalkan hat trick Serena. Serena mesti menunggu sampai 2009 untuk meraih gelar ketiganya.





Meski menjadi ikon Wimbledon, Sharapova gagal menjadi juara sejak 2004. Setelah 2006 pun, ia hanya bisa sampai ke babak keempat. Pada 2011, ia kalah di final oleh Petra Kvitova.





Tahun ini, prestasi Sharapova kembali menanjak. Ia sempat menduduki peringkat kedua dunia sebelum posisinya diambil alih oleh Victoria Azarenka setelah Prancis Terbuka.





Dengan demikian, Sharapova menempati unggulan ketiga. Ini artinya, ia harus bersiap-siap berhadapan dengan Serena lagi yang mengalahkannya di final Prancis Terbuka tahun ini. Serena juga mengalahkannya di lapangan rumput Wimbledon dalam perebutan medali emas Olimpiade tahun lalu.





Bila tidak berhadapan dengan Serena, Sharapova akan kembali berhadapan dengan Azarenka. Sebelumnya, Sharapova berhasil mengalahkan Azarenka dalam pertandingan yang alot di semifinal Prancis Terbuka.









Victoria Azarenka









Kiprah di Wimbledon:


Hasil terbaik: Semifinalis (2011 dan 2012)


Hasil tahun lalu: Semifinal


Peringkat dunia sekarang: 2


Australia Terbuka: Juara


Prancis Terbuka: Semifinal


Gelar bergengsi lain tahun ini: Doha





Bukan Maria Sharapova, melainkan Victoria Azarenka yang tampaknya bakal menjadi ancaman serius buat Serena Williams. Hal ini mengingat di usianya sekarang yang baru 23 tahun, ia sudah pernah menduduki puncak peringkat dunia.





Petenis Belarusia ini juga mencapai semifinal Wimbledon dua kali berturut-turut. Setelah itu, ia menjuarai Australia Terbuka untuk kedua kali secara beruntun di Melbourne, Januari lalu.





Pada 2011, Petra Kvitova menghentikannya di semifinal sebelum petenis Republik Ceko ini mengalahkan Sharapova di final. Tahun lalu, giliran Serena yang menghentikannya di babak yang sama.





Meski sukses di Wimbledon, Azarenka baru satu kali mencapai final turnamen lapangan rumput, yaitu di Eastbourne, Inggris, pada 2010. Saat itu, ia kalah oleh peringkat ke-100 dunia, Ekaterina Makarova.





Cedera pada pergelangan kakinya sempat membuatnya turun posisi dari peringkat dua dunia. Tapi, setelah Prancis Terbuka, ia kembali mendapatkan posisi tersebut dengan menggeser Sharapova.





WORLD TENNIS | REUTERS | ESPN | PRASETYO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X