Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Teroris Telah Kembangkan Bom Nitrogliserin

Editor

Zed abidien

image-gnews
Puing-puing bangunan dan mobil di sekitar Sari Club pasca ledakan bom di Jl. Legian, Kuta, Bali, 16 Oktober 2002. DOK/TEMPO/Hariyanto
Puing-puing bangunan dan mobil di sekitar Sari Club pasca ledakan bom di Jl. Legian, Kuta, Bali, 16 Oktober 2002. DOK/TEMPO/Hariyanto
Iklan

TEMPO.CO, Surakarta - Pola persenjataan kelompok teroris di Indonesia hingga saat ini terus berkembang. Salah satunya adalah temuan bom jenis nitrogliserin di sejumlah lokasi. Solo menjadi salah satu pusat pengembangan bom berdaya ledak tinggi tersebut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Ansyaad Mbai mengatakan bahwa sejumlah kelompok mencoba mengembangkan bom itu. "Salah satunya kelompok Badri di Solo," katanya seusai mengikuti acara diskusi di Restoran Goela Klapa Solo, Rabu 26 Juni 2013.

Badri ditangkap di sekitar rumahnya yang berada di Kelurahan Pajang, Solo, pada Oktober tahun lalu. Dalam penggeledahan yang dilakukan, polisi menemukan sejumlah bahan peledak. Setelah diperiksa di laboratorium forensik, bahan tersebut diidentifikasi sebagai bahan bom nitrogliserin.

Bom dengan jenis yang sama juga ditemukan saat polisi membongkar jaringan Harakah Sunni untuk Masyarakat Indonesia (Hasmi) di bulan yang sama. Kelompok pimpinan Abu Hanifah itu ditangkap di Solo dan sekitarnya. Pada saat itu, polisi menyebut bahwa bom nitrogliserin yang ditemukan berdaya ledak tinggi, bahkan jauh lebih besar dibanding bom yang digunakan dalam Bom Bali.

Sedangkan Mei kemarin, polisi menangkap salah satu warga di Solo, Slamet Pilih. Dia disebut-sebut sebagai instruktur dalam meracik bom cair jenis nitrogliserin. Dia diduga menjadi bagian dalam kelompok Badri.

Menurut Ansyaad, kebanyakan dari mereka mendapatkan keahlian tersebut dari Poso. "Ada sekitar 300 orang yang berlatih membuat bom di sana," katanya. Sedangkan polisi baru berhasil menangkap sekitar 100 orang. "Masih banyak yang belum tertangkap," katanya menambahkan.

Hanya saja, dari keseluruhan alumni Poso, tidak semuanya menguasai keahlian dalam membuat bom cair tersebut. "Beberapa kelompok yang kemudian mencoba mengembangkannya," katanya. Yang dikhawatirkan, mereka menularkan keahliannya dalam meracik bom berdaya ledak tinggi ke kelompok lain.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Salah satu alumnus Afganistan, Abdul Rahman Ayub mengatakan bom nitrogliserin terinspirasi dari bom-bom buatan Rusia. "Dulu Rusia menggunakannya sebagai bom lempar," katanya. Mereka kemudian mempelajari kandungan bahannya dari bom-bom yang tidak meledak.

Menurut Ayub, Solo merupakan salah satu basis dari kelompok teroris yang menguasai keahlian membuat bom nitrogliserin. "Mereka masih terus mencoba mengembangkan," katanya. Untungnya, hingga saat ini bom jenis tersebut belum pernah digunakan dalam aksi teror.

Menurutnya, kelompok teroris sebenarnya sudah berhasil membuat bom tersebut secara cukup sempurna. Namun, mereka belum bisa membuat alat pemicu yang aman. "Sehingga selama ini mereka hanya bisa membuat dan menyimpannya," kata pria yang pernah menjadi petinggi Jamaah Islamiyyah di wilayah Australia tersebut.

AHMAD RAFIQ

Terhangat:
Ridwan Kamil
| Razia Bobotoh Persib| Puncak HUT Jakarta| Penyaluran BLSM| Ribut Kabut Asap

Baca Juga:
McDonalds Telah Menghapus Menu Makanan Halal 

PKS: Dakwaan Luthfi Aneh dan Lucu 

Mabes: Dua Polisi Tertangkap Bawa Rp 200 Juta 

Ahok Kecewa dengan PKL

Mahdiana Kenalkan Djoko Susilo sebagai Andika

Polisi Tetapkan 9 Tersangka Pembakar Hutan

Laga Persib Vs Persija Bakal Dilarang di Jakarta 


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Pengadilan Prancis Vonis Hukuman Seumur Hidup untuk Pelaku Teror Paris 2015

30 Juni 2022

Salah Abdelsalam. Foto : Wikipedia
Pengadilan Prancis Vonis Hukuman Seumur Hidup untuk Pelaku Teror Paris 2015

Pengadilan Prancis menjatuhkan vonis seumur hidup kepada Salah Abdeslam, satu-satunya pelaku teror Paris 2015 yang masih hidup


Pengakuan Pelaku Bom Bunuh Diri Paris 2015: Saya Tidak Melukai Siapa pun

10 Februari 2022

Sketsa seniman pengadilan Prancis Elisabeth de Pourquery yang menunjukkan Salah Abdeslam, salah satu tersangka kelompok yang diduga melakukan serangan Paris November 2015, dipajang di atas meja selama wawancara dengan Reuters di rumahnya di dekat Paris, Prancis, 27 September. 2021. REUTERS/Gonzalo Fuentes
Pengakuan Pelaku Bom Bunuh Diri Paris 2015: Saya Tidak Melukai Siapa pun

Salah Abdeslam mengatakan bahwa ia tidak meledakkan rompi bom bunuh dirinya dalam serangan teroris di Paris, November 2015 yang menewaskan 130 orang


Prancis Mulai Adili 20 Terdakwa Serangan Teror di Bataclan

8 September 2021

Polisi Prancis dengan perisai pelindung berjalan di antrean dekat gedung konser Bataclan menyusul penembakan fatal di Paris, Prancis, 14 November 2015. Orang-orang bersenjata dan pengebom menyerang restoran, bar, dan gedung konser yang ramai di lokasi sekitar Paris pada Jumat malam, menewaskan puluhan orang dalam apa yang digambarkan oleh Presiden Prancis sebagai serangan teroris yang belum pernah terjadi sebelumnya. [REUTERS/Christian Hartmann/File Foto]
Prancis Mulai Adili 20 Terdakwa Serangan Teror di Bataclan

Prancis pada Rabu mengadili 20 orang terdakwa yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi teror di Bataclan, Paris, pada 13 November 2015.


Teror Paris, Pria Ini Ledakkan Diri Saat Menabrak Mobil Polisi

20 Juni 2017

Sebuah mobil menabrak van polisi di Avenue des Champs-lysees di Paris. REUTERS
Teror Paris, Pria Ini Ledakkan Diri Saat Menabrak Mobil Polisi

Teror Paris kembali terjadi ketika pengemudi mobil sedan meledakkan diri saat berusaha menabrak iringan mobil polisi.


Teror di Paris, Begini Kata Pelaku Serangan Katedral Notre-Dame

7 Juni 2017

Polisi berjaga di depan Katedral Notre Dame, Paris, setelah terjadi serangan, Selasa, 6 Juni 2017 (Reuters)
Teror di Paris, Begini Kata Pelaku Serangan Katedral Notre-Dame

Pelaku penyerang perwira polisi di Katedral Notre-Dame, dalam teror di Paris, Selasa waktu setempat dalam aksinya sempat mengatakan: Ini untuk Suriah


Teror di Paris, Pelaku Serang Polisi di Katedral Notre Dame

7 Juni 2017

Polisi berjaga di depan Katedral Notre Dame, Paris, setelah terjadi serangan, Selasa, 6 Juni 2017 (Reuters)
Teror di Paris, Pelaku Serang Polisi di Katedral Notre Dame

Teror terjadi di Paris. Seorang pria menyerang polisi di depan Katedral Notre Dame, Paris.


Pengacara Teroris Paris Mundur, Ini Alasannya  

12 Oktober 2016

Peringatan yang dikeluarkan polisi Prancis lewat twitter tentang Salah Abdeslam, tersangka pelaku teror di Paris, pada November 2016. Salah Abdeslam ditangkap polisi antiteror Belgia, pada 18 maret 2016. REUTERS/POLICE NATIONALE
Pengacara Teroris Paris Mundur, Ini Alasannya  

Pengacara sempat memprotes kamera pengawas di sel Abdeslam.


Prancis Tangkap Dua Orang yang Diduga Terlibat dalam Pembunuhan Pastor

1 Agustus 2016

Pastor Abbe Jacques Hamel (kiri). Gereja Gambetta di Saint-Etienne-du-Rouvray. mirror.co.uk
Prancis Tangkap Dua Orang yang Diduga Terlibat dalam Pembunuhan Pastor

Polisi Prancis menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam
pembunuhan terhadap seorang pastor di sebuah gereja di Normandia.


Pelaku Kedua Pembunuh Pastor di Prancis Bisa Diidentifikasi  

28 Juli 2016

Seorang polisi berjaga di depan Balai Kota setelah dua penyerang menyandera lima orang di Gereja Saint-Etienne-du -Rouvray, Normandy, Prancis, 26 Juli 2016. Ini merupakan serangan teroris kedua di Prancis selama bulan Juli. REUTERS/Pascal Rossignol
Pelaku Kedua Pembunuh Pastor di Prancis Bisa Diidentifikasi  

Jenazahnya lebih sulit diidentifikasi daripada Kermiche karena tubuhnya sudah rusak dalam penembakan.


JK: Terorisme Meluas dari Negara Gagal ke Negara Stabil  

16 Juli 2016

Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Imam Sukamto
JK: Terorisme Meluas dari Negara Gagal ke Negara Stabil  

Sesi Retreat KTT ASEM membahas isu-isu mengenai Brexit, migrasi, terorisme, serta isu-isu keamanan dan perdamaian di kawasan itu.