Ini Alasan Terdakwa Cebongan Mengakui Perbuatannya

Ini Alasan Terdakwa Cebongan Mengakui Perbuatannya

Para terdakwa penyerangan Lapas Cebongan turun dari kendaraan tahanan saat tiba untuk mengikuti sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta (20/6). Sebanyak 12 orang terdakwa mengikuti sidang pembacaan dakwaan dalam kasus penyerbuan Lapas yang terjadi 23 Maret 2013 lalu. TEMPO/Suryo Wibowo.

TEMPO.CO, Yogyakarta – Pelaku pembunuhan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Sleman, pada 23 Maret 2013, sempat menjadi misteri. TNI Angkatan Darat kemudian membentuk tim investigasi yang diketuai Wakil Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Unggul K. Yudhoyono. Misteri itu terjawab ketika Unggul mengumumkan 11 tersangka kasus Cebongan pada 4 April lalu. Menurut Unggul saat itu, semua tersangka mengakui perbuatan mereka kepada tim investigasi.

Komandan Grup 2 Komando Pasukan Khusus, Letnan Kolonel Maruli Simandjuntak, mengatakan tim investigasi tiba di markas Grup 2 Kopassus pada 29 Maret 2013 dan menggelar apel luar biasa pada 30 Maret pagi. “Pak Unggul bilang, kalau ada yang berbuat, silakan mengaku. Itu menunjukkan sifat kesatria. Kalau tidak, TNI semakin terpuruk,” kata Maruli ketika bersaksi di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Rabu, 3 Juli 2013.

Mendengar perkataan Unggul, kata Maruli, Sersan Dua Ucok Tigor Simbolon langsung mengaku. Pengakuannya itu diikuti delapan rekannya. Mereka adalah Serda Sugeng Sumaryanto, Kopral Satu Kodik, Sersan Satu Tri Juwanto, Sertu Anjar Rahmanto, Sertu Marthinus Roberto Paulus, Sertu Herman Siswoyo, Sertu Suprapto, dan Serda Ikhmawan Suprapto. “Para terdakwa langsung dipisahkan dari barisan. Sejak itu, kasus ditangani tim investigasi. Kami hanya memantau,” kata Maruli.

Hari ini Maruli bersaksi untuk lima terdakwa dalam berkas kedua, yakni Tri Juwanto, Anjar, Marthinus, Herman, dan Suprapto. Terdakwa Cebongan seluruhnya berjumlah 12 orang, yang dibagi dalam empat berkas. Berkas pertama terdiri dari tiga orang, yakni Ucok, Sugeng, dan Kodik. Berkas ketiga hanya untuk satu orang, yaitu Ikhmawan. Adapun berkas ketiga terdiri dari tiga orang, yakni Sersan Mayor Rakhmadi, Serma Muhammad Zaenudi, dan Sersan Kepala Sutar.

PITO AGUSTIN RUDIANA

Topik Terhangat
Tarif Progresif KRL
|Bursa Capres 2014 |Ribut Kabut Asap| PKS Didepak?

Berita terpopluer:
Cara Kepolisian Tutupi Kasus Upaya Suap Anggotanya
Petinggi Polisi Minta Kasus Suap Tidak Bocor
Luthfi Hasan Tuding KPK Ingin Hancurkan PKS
Bupati Rote Bantah Roy Suryo Marah-marah di Hotel
Stasiun UI Masih Gunakan Tiket Kertas
Polisi: Laporan Wartawati Korban Perkosaan Janggal

Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Apapun yang terjadi preman harus diberantas, pakai kekuatan apa saja. Abaikan backing perman yang bernama Konas HAM.
0
0
Ya iyalah HRS mengaku donk..,kan tanda-tanda,bukti ,saksi dan petunjuk ke ARAH nya sdh ada...! * Kalau sampai mungkir juga ....? Apa kata dunia...???
0
1
Kalau Polisi ngaku tidak ya? Mungkin hanya bisa dijawab oleh rumput yang bergoyang
4
14
Saya selalu terharu sekaligus bangga dengan keksatriaan semacam ini. Bravo kopassus/TNI!
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X