Teman Wartawati Korban Perkosaan Sesalkan Polisi

Teman Wartawati Korban Perkosaan Sesalkan Polisi

Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam "Aliansi Laki-Laki Mengutuk Perkosaan" saat memperingati 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan di kawasan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, (6/12). ANTARA/Noveradika

TEMPO.CO, Jakarta - Rekan wartawati sebuah media nasional yang menjadi korban pemerkosaan di Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, menyangkal keterangan polisi yang meragukan terjadinya perkosaan itu. Menurutnya, polisi tidak teliti mengurut tahap-tahap terjadinya pemerkosaan.

"Ada sekitar 10 sampai 12 menit dimana korban berjalan sendiri, tapi itu tidak disebutkan dalam keterangan polisi,” ujar rekan korban saat dihubungi Tempo Rabu 3 Juli 2013. Rekan korban ini menolak disebutkan namanya untuk melindungi identitas korban pemerkosaan.

Menurutnya, ketika korban keluar kantor pada hari nahas itu, dia memang ditemani oleh seorang rekan pria di kantor itu. Mereka berjalan dan berbincang berdua hingga sekitar pukul 18.09 WIB. Setelah itu, korban menunggu jemputan dari suaminya.

“Saat itu menurut korban, ada seseorang dari kejauhan yang dikira adalah suaminya tapi ternyata bukan,” ujarnya. Saat itulah kejadian pemerkosaan berlangsung. Pelaku menghajar korban terlebih dahulu, sebelum memperkosa.

Setelah kejadian, baru kemudian suami korban datang menghampiri korban. “Suami korban sebetulnya sempat menunggu selama 15 menit, dia juga sempat menelepon beberapa kali namun tidak diangkat,” tambah rekan korban ini.

Setelah kejadian pemerkosaan itu berlangsung, korban baru mengangkat telepon dari suaminya. Saat berbicara melalui telepon tersebut itu, korban menangis. “Suami korban langsung menghampiri korban dan membopongnya. Ada kok saksi matanya,” ujarnya.

Pada Rabu 3 Juli 2013, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, melansir kabar kalau wartawati korban perkosaan ternyata memiliki hubungan gelap di kantornya. Polisi menduga perselingkuhan itu ada hubungannya dengan insiden perkosaan yang menimpa korban.

FAIZ NASHRILLAH | ATMI PERTIWI

Berita Terpopuler:
Ada SBY, Tepuk Tangan Meriahnya untuk Jokowi

Ini Alasan Terdakwa Cebongan Mengakui Perbuatannya

Garuda Indonesia Maskapai Pertama dengan Wi-Fi

KPI: Sang Bos Manfaatkan TV untuk Berpolitik

Ada Boneka Barbie Bertubuh Proporsional di Amerika

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
3
1
Pihak kepolisian harap segera memeriksa cctv yang ada disekitar keluar mulut gang, bisa di haltebusway,restoran atau dimanapun disekitar wilayah tersebut. pada waktu sekitar 10 menit kejadian. Apakah ada ciri2 pelaku seperti yg digambarkan. Atau cerita saksi(selingkuhan)dan korban ternyata bohong belaka.
0
1
Update britanya gmn ni ? kok telat ya? padahal bukannya korban + teman selingkuhnya sama2 karyawan tempo ? coba banatah britanya ini .. klo ga berarti tempo emang sengaja nutup2in kasus http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/44214/wartawati-tv-bisa-jadi-tersangka-karena-laporan-palsu-perkosaan
Wajib Baca!
X