Jalur Mudik Banten Tak Beres, Cuaca Jadi Alasan

Jalur Mudik Banten Tak Beres, Cuaca Jadi Alasan

Pengendara bermotor melintas di jalan raya cadas kukun yang arah, cadas, Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (29/5). ANTARA/Lucky.R

TEMPO.CO, Serang - Pemerintah Provinsi Banten tidak mampu menyelesaikan perbaikan jalur mudik utama dan alternatif sampai Lebaran akibat cuaca. Jalur mudik utama dan alternatif menuju Pelabuhan Merak dan tempat wisata di Banten hanya akan dilakukan tambal sulam.

Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten Sutadi, mengatakan, dari hasil pemantauan dan pembahasan dengan Satuan Kerja (Satker) Wilayah I dan II, perbaikan jalan jalur mudik tidak akan selesai karena cuaca yang tidak mendukung. "Permasalahannya sekarang cuaca, setiap hari hujan. Cuaca yang terjadi saat ini kurang mendukung," kata Sutadi, Jumat, 19 Juli 2013.

Sutadi mengakui sejauh ini masih terdapat jalan yang rusak dan sedang dalam proses perbaikan. Jika pada saat menjelang Lebaran perbaikan jalan tidak bisa diselesaikan, maka untuk sementara kondisi jalan yang rusak tersebut hanya akan ditambal. "Kami akan usahakan yang penting saat mudik lebaran Idul Fitri nanti tidak ada jalan yang bolong," kata Sutadi.

Sutadi mengakui, untuk jalan Palima-Ciomas sepanjang tujuh kilometer, proses betonisasinya masih berjalan, walaupun progres pengerjaannya tidak sesuai dengan rencana. Sementara jalur mudik dari Serdang-Bojonegara-Merak, sampai saat ini masih dalam perbaikan termasuk tiga jembatan. "Kalau yang dari Serdang sampai Merak, itu kewenangannya ada di pemerintah pusat, kita hanya pemeliharaan saja," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten, Opar Sohari, mengingatkan pemudik agar berhati-hati dalam mengenderai kendaraannya, khususnya roda dua. Untuk mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan, pihaknya akan menempatkan sejumlah personel gabungan dari pemerintah kabupaten/kota dan TNI/Polri. "Nanti di sepanjang jalur mudik akan didirikan posko-posko Lebaran," kata Opar.

Untuk diketahui, beberapa jalur alternatif mudik Lebaran di Provinsi Banten dalam kondisi rusak sehingga menyebabkan jalur tersebut rawan terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas). "Permasalahan dan kondisi jalur mudik baik jalur alternatif maupun jalur utama masih ada yang berlubang, dan proses pengerjaan fisik oleh pihak kontraktor telah dibahas pada rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran 2013," kata Opar Sohari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah jalur alternatif yang berpotensi menjadi titik kemacetan dan rawan kecelakaan di antaranya ruas Tangerang BSD-akses Tol Jorr sepanjang 12,2 kilometer, Serdang-Bojonegara-Pulau Ampel-Merak sepanjang 34,5 kilometer, Palima-Ciomas-Padarincang-Cinangka-Anyar dengan panjang lintasan 40,9 kilometer, Taktakan-Gunung Sari-Mancak-Anyar sepanjang 35,5 kilometer. Serang-Pandeglang-Labuan-Pasauruan-Anyar dengan panjang 106 kilometer, lintasan Cilegon-Anyar panjang 17 kilometer, dan lintasan Mengger-Mandalawangi-Caringin sepanjang 28,7 kilometer.

WASI'UL ULUM

Terhangat:
Bisnis Yusuf Mansyur | Aksi Liverpool di GBK | Bentrok FPI


Terpopuler:
Bentrok dengan Warga, FPI Dikepung di Masjid

Ansor: Berlagak Jagoan, Warga Lawan FPI

7 Bisnis Spektakuler Incaran Yusuf Mansur

Begini Kronologi Bentrok FPI di Kendal

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X