Ustad Solmed, Saya Tidak Punya Lamborghini

Ustad Solmed, Saya Tidak Punya Lamborghini

Ustad Solmed. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta -Ustad Solmed, 30 tahun, angkat bicara tentang perbincangan miring tentang dirinya, di jejaring sosial twitter pada acara Sahur On The Road di televisi swasta. Ustad Solmed mengaku tak punya mobil Lamborghini, jadi tak mungkin memamerkannya dalam acara sahur pada 26 Juli 2013. "Saya tidak punya mobil Lamborghini," katanya.

Pada acara 26 Juli 2013 itu, Solmed naik mobil Lamborghini Gallardo warna putih bersama anggota Dream Club Indonesia (DCI), klub mobil super seperti Lamborghini yang menyambangi dua mesjid di Tebet dan Jagakarsa memberi bantuan.

“Semoga tidak riya ya ustad,” ini komentar mampir di twitternya. Dan dari akun-akun lain (bukan dari akun asli Solmed) ada nada miring yang mengkritik Solmed dalam acara amal di waktu sahur itu yang terkesan pamer atau riya.

Ketika ditanyakan, Solmed yang tengah berada di Surabaya ini hanya tertawa. Menurutnya dalam dakwah harus ada mekanisme. Apa yang dilakukan itu bagian dari dakwah. Makna dakwah luas, jangan sempit.

“Kalau sedekah jangan mengajak orang miskin, ajaklah yang memiliki harta,” katanya. Ia mengatakan, para anggota memiliki mobil yang satu saja bisa mencapai 13 milyar.

Keikusertaan Solmed dalam acara diadakan Dream Club Indonesia (DCI) itu karena ia menjadi penasehat dalam klub pencinta otomotif tersebut. Anggota klub ini terdiri dari pengusaha, berbagai agama dan ras.

Klub itu didirikan lima orang pecinta mobil super yakni, Wahyu Dewanto, Dedy Widiyanto, Sutono Liem, Basuki Lidin dan Jimmy S Darmadji. Klub didominasi pecinta mobil sport asal Italia ini.

Sebagai bentuk kepedulian di bulan ramadan 2013, komunitas mobil super itu menggelar  kegiatan sosial yang dilakukan pada waktu sahur.

Anggota klub menurut Solmed mengunjungi masjid Al-Makmur di wilayah Rasamala, Tebet, masjid Al- Wiqoyah di kawasan Jaga Karsa dan memberi bantuan dana untuk operasi bibir sumbing gratis yang diberikan penyanyi dan dokter spesialis bedah plastik Tompi. Tompi memang menjadi wakil ketua II dalam susunan pengurus klub ini.

“Terkumpul dana Rp 200 juta rupiah,” kata Solmed. Bantuan berupa sembako dan uang tunai sebesar Rp. 30 juta untuk masjid Al-Makmur dan  Rp. 20 juta untuk masjid Al Wiqoyah dan sisanya untuk operasi bibir sumbing.

EVIETA FADJAR

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
2
3
Si ustad sesumbar harga per mobil 13 milyard, tapi sumbangan total cuma 200 juta. Sangat memalukan. Si ustad juga liat2 dong, ini sumabangan murni atau sekedar promosi club.
Wajib Baca!
X