Diduga Dukun Santet, Seorang Warga Bima Dibantai

Diduga Dukun Santet, Seorang Warga Bima Dibantai

TEMPO/Mahfoed Gembong

TEMPO.CO , Jakarta: Diduga memiliki ilmu santet, H Pasa, 65 tahun, warga Desa Wadukopa Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat tewas dibantai segerombolan orang tak dikenal, Sabtu 3 Juli 2013 dini hari.

Korban ditemukan tewas  di jalan setapak desa. Ususnya terburai dan leher terluka akibat sabetan senjata tajam.Korban disirami bensin lalu dibakar warga yang beringas.

" Bapak dan Ibu pamit mau ke ladang, tapi nggak pulang-pulang. Terus saya cari, tahunya sudah meninggal dunia," kata Ridwan, salah seorang keluarga korban.

Menurut Ridwan, bapaknya memang sudah lama dituduh sebagai dukun santet. Setahun lalu bahkan pernah melakukan sumpah pocong agar tuduhan terhadapnya bisa reda. "Bapak saya bukan dukun santet, saya minta kasus ini diusut tuntas siapa pelakunya," ujar dia.

Kepala Kepolisian Sektor Soromandi Inspektur Satu Abdullah Ahmad, mengatakan masih memeriksa saksi-saksi. "Kami belum simpulkan motif pembunuhan korban," katanya.

Abdullah mengatakan polisi sudah memeriksa beberapa saksi dari keluarga dan tetangga korban di Wadukopa. Namun pelaku dan motifnya belum terungkap. "Isunya, H Pasa dibunuh karena diduga dukun santet," katanya,kepada wartawan
Sabtu, 3 Januari 2013.

Yang pasti, kata Ahmad, berdasarkan keterangan saksi pelaku pembunuhan H Pasa lebih dari satu orang. Para saksi mengaku tidak tahu siapa mereka. Selain pengeroyokan berlangsung cepat, waktu kejadian pun saat gelap.

"Kami masih menyelidikinya," ujarnya.
Menurut data polisi, H Pasa dibantai di sebuah lapangan oleh segerombolan orang tak dikenal. Korban tewas dengan tubuh penuh luka bacokan, bahkan kondisi tubuhnya terbakar.



AKHYAR M NUR
Berita terhangat:
Ahok vs Lulung
| Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri

Berita lainnya:

Demokrat: Jokowi Jangan Arogan

Bocornya Penyadapan SBY, Snowden Diduga Terlibat

Kronologi Supir Mobil Mewah Pukul Petugas TransJ

Ahok Solusi Persoalan Jakarta Enteng




Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Musik/Film

Wajib Baca!
X