Khotbah di Pemakaman Sisca Yofie: Kenyataan ini Pedih

Khotbah di Pemakaman Sisca Yofie: Kenyataan ini Pedih

Franceisca Sisca Yofie di depan peti jenazah ibunya. facebook.com

TEMPO.CO, BANDUNG-- Isak tangis mewarnai prosesi kebaktian pemakaman Fransisca Yofie di Taman Pemakaman Kristen Pandu, Bandung, Kamis 8 Agustus 2013. Empat kakak Sisca: Nevi, Silvie, Elvie dan Mayfie terisak saat prosesi pemakaman digelar, dan peti diturunkan ke liang kubur. Sekitar 200 orang menghadiri pemakaman itu.

Prosesi berlangsung khidmat. Upacara dibuka lagu Tuhan Yesus Setia. Prosesi pemberkatan jenazah dilakukan oleh Pendeta Gideon Eddy dari Gereja Utusan Pantekosta. Sang Pendeta, memberikan kata penghiburan, agar keempat kakak dan keluarga yang ditingalkan merelakan Yofie. " Kenyataan pahit ini terlalu pedih," kata Gideon. " Tapi Yofie sekarang bersama Tuhan, dan kembali ke kekekalan."

Gideon menyampaikan pesannya. "Yang ada disini hanya tubuh jasmani yang tak lagi punya kehidupan. Asal dari debu tanah, tubuh kembali menjadi tanah. Tapi roh kembali kepada Alah dalam kelegaan,"kata Gideon.

Seperti diketahui, Sisca Yofie ditemukan bersimbah darah dengan pakaian koyak di Jalan Cipedes Tengah Bandung. Sisca ditemukan tewas setelah diseret sepeda motor dan dibacok di Jalan Cipedes RT 07 RW 01, Sukajadi, Bandung. (Baca: Saksi Mendengar Jeritan Wanita Korban Pembacokan). Perempuan 30 tahun ini tewas dengan tiga luka bacok di kepala dan tubuh serta kaki lebam-lecet bekas diseret. Kepolisian Sektor Sukajadi dan Resor Kota Besar Bandung kini tengah menyelidiki dua pelaku pembunuhan Sisca.

Sisca setahun terakhir tinggal di rumah jembar milik keluarga Sinurat. Diduga Sisca terlebih dulu diculik para pelaku saat hendak membuka gerbang rumah dan memasukkan mobilnya sepulang bekerja. (baca:Sebelum Dibacok, Sisca Diduga Diculik dari Gerbang Rumah)

ERICK P. HARDI

Berita terkait
Misteri Makian di Akun Facebook Sisca Yofie
Keluarga Sisca Yofie Batasi Diri
Sisca Yofie Dimakamkan Hari Ini
Ponsel Sisca Yofie Hancur Terlindas Mobil

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X