Pembunuhan Mahasiswi Unpam Berawal dari Facebook

Pembunuhan Mahasiswi Unpam Berawal dari Facebook

Ilustrasi Mayat

TEMPO.CO,Tangerang Selatan-Keluarga mahasiswi Universitas Pamulang, Siti Halimah Tusadiyah, yang ditemukan tewas mengambang di Kali Rumpin, Bogor, Jawa Barat, menyerahkan proses penyelidikan kematian gadis berusia 22 tahun itu kepada Kepolisian Sektor Rumpin, Bogor.

“Karena kejadiannya di Rumpin, penyelidikan kami serahkan ke Polsek setempat, sekarang sedang diselidiki,” ujar paman korban, Muhammad, kepada Tempo, Senin, 12 Agustus 2013.

Keluarga, kata Muhammad, berkeyakinan kuat jika Siti dibunuh dan dirampok. “Indikasi kuat ponakan saya dibunuh dan dirampok,” ujar Muhammad yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tangerang Selatan ini. Siti, kata Muhammad, adalah anak dari adik kandungnya.

Menurut Muhammad, perkenalan korban dengan teman pria misterius yang menjemput Siti pada Hari Raya Idul Fitri, Kamis, 8 Agustus 2013, berawal dari Facebook. Sebab, ketika datang menjemput Halimah sebelum ditemukan tewas, pria tersebut enggan masuk ke dalam rumah.

Meski awalnya tidak menaruh curiga terhadap sosok teman korban, akhirnya keluarga Halimah menyimpulkan perangai pria misterius itu tidak baik. "Tentu saja bukan orang baik. Kalau baik tentunya bertamu ke rumah orang ya masuk ke dalam rumah," ujar dia.

Di mata keluarga, dia menambahkan, korban yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas Pamulang semester IV jurusan Manajemen itu adalah sosok pendiam. Ia kaget setelah mengetahui anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Zauhari dan Uum Umayyah itu sudah terbujur kaku di dalam karung yang teronggok di sebuah kali."Ada luka-luka lebam di wajahnya," ia menambahkan.

Mayat Siti Halimah ditemukan di Kampung Jampang Bawah RT 001 RW 01 Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Ahad, 11 Agustus lalu dan langsung dimakamkan di Pondok Jaya Pondok Aren. Korban ditemukan oleh warga bernama Khotib alias Selud (32) ketika hendak buang hajat ke Sungai Cisadane. Saksi melihat sebuah karung berukuran besar, karena penasaran setelah dilihat isinya mayat.

Mayat tersebut berumur kira-kira 20 tahun, tinggi 155 Cm, rambut pendek lurus, kulit sawo matang, berkaos lengan panjang biru, dan celana panjang jins biru. Keluarga yang diberitahukan ciri-ciri mayat tersebut langsung mendatangi tempat penemuan mayat. Ternyata ciri-ciri mayat tersebut sama dengan Siti yang menghilang sejak empat hari sebelum ditemukan tewas.

JONIANSYAH


Topik Terhangat:
Arus Balik Lebaran
| Ahok vs Lulung | Sisca Yofie | Penembakan Polisi | Bom Vihara Ekayana

Berita Terpopuler:

Kisah Pembunuhan Sisca Yofie Versi Pelaku

Haji Lulung Tak Mau Lagi Diadu dengan Ahok

Ayah Pembunuh Sisca Yofie Menyesal dan Malu

Eggi Sudjana Mengeluh Jarang Diwawancara Wartawan

Ini Kejanggalan Pengakuan Pembunuh Sisca Yofie 

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X