Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Indonesia Belum Perlu Evakuasi WNI dari Mesir

Editor

Elik Susanto

image-gnews
Suasana di sekitar Rabaa Adawiya saat sejumlah pendung tergulingnya Presiden Mohammed Morsi menentang pemerinh Militer Mesir saat menghancurkan sejumlah kamp mereka di Kairo, Mesir, (15/8). dailymail.co.uk
Suasana di sekitar Rabaa Adawiya saat sejumlah pendung tergulingnya Presiden Mohammed Morsi menentang pemerinh Militer Mesir saat menghancurkan sejumlah kamp mereka di Kairo, Mesir, (15/8). dailymail.co.uk
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Situasi di Mesir masih pada taraf siaga tiga dan belum memerlukan evakuasi warga negara Indonesia yang tinggal di sana. Situasi seperti ini berbeda ketika tergulingnya Presiden Husni Mubarak pada 2011, di mana saat itu Kedutaan Besar RI di Kairo mengevakuasi beberapa warga negara Indonesia dari wilayah yang dianggap tidak aman ke tempat yang lebih aman.

"Sekarang masih pada kategori siaga tiga dalam arti masih bisa terkelola, hanya perlu memindahkan beberapa WNI yang betul-betul dalam keadaan tidak aman ke tempat aman. Itu juga jumlahnya tidak begitu banyak. Karena sebagian besar WNI berada di tempat yang aman," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Inonedia Kementerian Luar Negeri, Tatang Budhie Razak, di Jakarta Convention Center, Minggu, 18 Agustus 2013.

Keamanan di Mesir, menurut Tatang, masih terkendali baik menyangkut logistik maupun komunikasi. Indonesia tidak perlu menarik Duta Besar dari Kairo. Keberadaan Duta Besar masih diperlukan untuk memastikan perlindungan WNI di sana.  "Belum ada keperluan untuk mengubah status atau menarik duta besar kita. Bahkan kita mengkonsentrasikan, memastikan dari detik ke detik perkembangan. Sejauh ini dari laporan duta besar situasi masih terkendali," tambahnya.

Jumlah WNI yang dievakuasi dari wilayah yang tidak aman masih puluhan. Terutama di wilayah Alexandria, terdapat beberapa mahasiswi. Pemerintah Indonesia telah menyiapkan beberapa skenario jika terjadi eskalasi perkembangan situasi dan politik di Mesir.

Skenario tersebut mulai dari bagaimana mengantisipasi, memindahkan WNI dari tempat tidak aman ke tempat yang lebih aman, sampai kemmungkinan harus mengevakuasi. Skenario tersebut tidak saja berlaku di Mesir, tetapi daerah-daerah dan negara-negara rawan konflik lainnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Perlu dicatat, situasi sekarang berbeda dengan tahun 2011. Waktu itu terjadi revolusi, dan tidak ada aparat keamanan di lapangan, logistik pun sulit. Kalau sekarang logistik masih terkendali, lalu kebetulan WNI berada di tempat-tempat yang aman sehingga hanya beberapa saja yang perlu di evakuasi dari satu tempat ke tempat lain," tambah Tatang.

KBRI tidak saja membuka posko dan komunikasi khusus dengan WNI, tapi juga hotline.
"Sejauh ini tidak ada WNI yang jadi korban konflik politik di Mesir. Ini juga karena kepatuhan dari WNI yang mayoritas mahasiswa. Sejak awal konflik kita mengimbau mereka untuk tidak ikut dalam kegiatan politik apapun tetapi juga mengimbau untuk menghindari konsentrasi massa," katanya.

Selain itu pemerintah RI juga memberikan peringatan kepada WNI yang akan ke Mesir. Karena situasinya yang tidak kondusif untuk menunda kunjungannya. Kondisi di Mesir memang sulit diprediksi. Gejolak politik masih muncul terus menerus. "Kami menghimbau dengan situasi seperti ini, sebaiknya ditunda kunjungan ke Mesir," katanya.

NATALIA SANTI

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mesir Blokir Situs Human Right Watch karena Rilis Penyiksaan Bui

8 September 2017

Ilustrasi. azpenalreform.a
Mesir Blokir Situs Human Right Watch karena Rilis Penyiksaan Bui

Mesir memblokir situs Human Rights Watch sehari setelah organisasi tersebut merilis laporan tentang penyiksaan sistematis di penjara negara itu


Mesir Pulangkan 2 Mahasiswa Indonesia Setelah Ditahan Satu Bulan

31 Agustus 2017

Tampak dua mahasiswa Indonesia menunggu evakuasi ke Bandara untuk kembali ke Indonesia di tepi jalan Kota Kairo, Mesir. Dokpri. Ahda Sabila
Mesir Pulangkan 2 Mahasiswa Indonesia Setelah Ditahan Satu Bulan

Pada 30 Agustus 2017, Kedutaan Besar RI di Kairo menerima informasi dari kantor pusat Imigrasi Mesir bahwa pemerintah Mesir menyetujui pemulangan.


PPMI: Mesir Tahan 2 Mahasiswa Asal Sumatera Barat

10 Agustus 2017

TEMPO/Budi Yanto
PPMI: Mesir Tahan 2 Mahasiswa Asal Sumatera Barat

Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir Pangeran Arsyad Ihsanul Haq mengatakan 2 mahasiswa Sumatera Barat ditahan polisi Mesir


Mesir Punya Pangkalan Militer Terbesar di Timur Tengah dan Afrika  

24 Juli 2017

Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi. REUTERS
Mesir Punya Pangkalan Militer Terbesar di Timur Tengah dan Afrika  

Pangkalan militer Mesir terbesar di Timur Tengah dan Afrika berlokasi di kota El Hammam, di sebelah barat Alexandria.


Beri Anak Nama Asing, Orang Tua di Mesir Terancam Dibui

15 Juni 2017

Ilustrasi bayi baru lahir. shutterstock.com
Beri Anak Nama Asing, Orang Tua di Mesir Terancam Dibui

Para orang tua di Mesir terancam dipenjara hingga enam bulan lamanya jika memberi nama asing atau Barat kepada bayi mereka.


Gerombolan Bertopeng Tembaki Bus Umat Kristen Koptik, 28 Tewas  

27 Mei 2017

Kerabat menangis dan berdoa di depan peti jenazah kerabatnya yang tewas akibat serangan bus, di Katedral Abu Garnous di Minya, Mesir, 26 Mei 2017. AP Photo
Gerombolan Bertopeng Tembaki Bus Umat Kristen Koptik, 28 Tewas  

Gerombolan pria bersenjata, bertopeng, dan berseragam militer menyerang bus yang mengangkut umat Kristen Koptik Mesir, 23 orang tewas.


Tuduh Seorang Pendakwah Murtad, Rektor Al Azhar Dipecat

8 Mei 2017

Ahmed Hosni Taha, rektor Universitas Al Azhar . alg24.net
Tuduh Seorang Pendakwah Murtad, Rektor Al Azhar Dipecat

Rektor Universitas Al-Azhar Ahmed Hosni Taha dipecat karena melabeli seorang pendakwah dengan istilah murtad


Mesir Membebaskan Pemimpin Ikhwanul Muslimin Hassan Malek

6 Mei 2017

Pendukung Ikhwanul Muslimin bentrok dengan polisi saat unjuk rasa di Kairo Matariya, Mesir, 1 Juli 2015. Mereka memprotes pemerintah yang menetapkan hari libur nasional, setelah dua tahun penggulingan Presiden Mohammed Morsi. AP/Belal Darder
Mesir Membebaskan Pemimpin Ikhwanul Muslimin Hassan Malek

Malek yang menjalani tahanan rumah sekjak Oktober 2015.


Mesir Menyambut Baik Zona Aman di Suriah Usulan Rusia

5 Mei 2017

Sebuah gambar yang diambil dari sebuah video, memperlihatkan asap tebal usai terjadinya pengeboman di Latamneh, di provinsi Hama, Suriah, 30 April 2017. REUTERS
Mesir Menyambut Baik Zona Aman di Suriah Usulan Rusia

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukung zona damai sebagaimana disampaikan Putin kepada Trump.


Seniman Mesir Menulis Quran Terbesar di Dunia

4 Mei 2017

Saad Mohammed menulis lembaran Al-Quran di kediamannya di Belqina, Kairo utara, Mesir, 26 April 2017. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany
Seniman Mesir Menulis Quran Terbesar di Dunia

Saad Mohammed asal Mesir membutuhkan waktu tiga tahun untuk menulis Al Quran terbesar di dunia.