Moeldoko Panglima TNI, Prabowo Senang

Moeldoko Panglima TNI, Prabowo Senang

Prabowo Subianto. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Banyuwangi - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ikut senang dengan terpilihnya Jenderal (TNI) Moeldoko menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia. "Saya ucapkan selamat," kata Prabowo usai menjadi juru kampanye pasangan cagub Jawa Timur Soekarwo-Syaifullah Yusuf di Banyuwangi, Kamis, 22 Agustus 2013, sore.

Menurut dia, Moeldoko punya rekam jejak yang lurus. "Dia orang terbaik," kata dia. Prabowo berpesan, supaya Moeldoko menjadi pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi prajurit di bawahnya. Dia diharapkan mampu membawa TNI lebih baik dan profesional. "Jadilah pemimpin yang baik," kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus 1996-1998 ini.

Komisi Pertahanan DPR resmi menyetujui penetapan Jenderal (TNI) Moeldoko sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia. Kesepakatan ini didukung dengan suara bulat dari sembilan fraksi di DPR.

Moeldoko merupakan satu-satunya calon panglima TNI yang disodorkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Dewan Perwakilan Rakyat. DPR pun hari ini telah melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap Moeldoko. Moeldoko terpilih dengan suara bulat untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang akan pensiun.

Moeldoko adalah lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) 1981. Lepas dari pendidikan kemiliteran, Moeldoko menduduki jabatan Wadan Yonif 202/Tajimalela, Danyonif 201/Jaya Yudha, Dandim 0501 BS/Jakarta Pusat, Sespri Wakasad, Pabandya-3 Ops PB-IV/Sopsad. Karier Moeldoko makin bersinar ketika menjabat sebagai Panglima Divisi I Kostrad (Pangdivif-1 Kostrad) dan dipindahtugaskan sebagai Pangdam pertama Kodam Tanjungpura pada 2010.

IKA NINGTYAS

Topik Terhangat
Suap SKK Migas
| Sisca Yofie | Rusuh Mesir | Konvensi Partai Demokrat | Pilkada Jatim


Berita Terkait
Jenderal Moeldoko Dinilai Pas Jadi Panglima TNI

SBY Terima Daftar Calon Panglima TNI

Pengajuan Moeldoko Jadi Panglima TNI Dinilai Tepat

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X