Pro Kontra Penempatan Lurah Lenteng Agung

Pro Kontra Penempatan Lurah Lenteng Agung

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) seusai meninjau lokasi tes uji kompetensi lurah dan camat DKI di SMA 1, Jakarta Pusat (27/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah warga menolak penempatan Lurah Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan di wilayahnya. Lurah Susan Jasmine Zulkifli yang beragama Protestan dianggap tidak merepresentasikan wilayah Lenteng Agung yang mayoritas beragama muslim.

"Dari dulu pemimpin di sini muslim," ujar perwakilan warga penolak Mochamad Rusli, 45 tahun saat ditemui di kediamannya di Lenteng Agung, Kamis, 22 Agustus 2013. Ia mengatakan keberatan karena merasa kurang sreg pemimpin non-muslim memimpin di wilayah mayoritas muslim.

Ia menyatakan baiknya Susan dipindah ke daerah yang lebih heterogen. "Kami bukan menolak, tapi menyarankan dipindah ke wilayah lain," ujar ia.

Pada Senin lalu, Rusli sudah menyampaikan pandangan itu ke Balaikota. Ia mengklaim sudah mengumpulkan 2.300 tanda tangan dan 1.500 Kartu Tanda Penduduk untuk memperkuat penyampaian pendapat itu.

"Angkanya masih belum mayoritas, tapi kalau semua warga sudah tahu, 99 persen saya yakin mereka mendukung," ujarnya. Saat ini tercatat ada sekitar 9.000 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Lenteng Agung.

Namun rupanya, tak semua orang sependapat dengan Rusli. Ketua RW 02 Sardiman menyatakan tak ada masalah dengan kepemimpinan Lurah Susan. Ia mengatakan secara obyektif, sebagai warga siap menilai sang lurah dari kinerja yang baru diberikannya.

"Baru satu bulan (menjabat) apa yang bisa kami nilai," ujarnya. Ia mengatakan tak akan menilai seseorang dari kepercayaan yang dianutnya, tapi apa yang telah diberikannya untuk masyarakat sekitar.

Saat coba ditemui di kantornya Kamis sore, Lurah Susan sedang tidak di tempat. "Bukan pulang, lurah sedang blusukan," ujar staf kelurahan, Abdul Roup. Ia menyatakan bila sudah blusukan, Susan suka lupa waktu. "Bahkan kadang malam baru pulang," ujarnya.

Blusukan disebut menjadi salah satu strategi Susan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Ia aktif melakukan itu setiap hari. "Blusukannya sampai ke pinggir kali (Ciliwung)," ujarnya.

Menurut Abdul, Susan diterima masyarakat Lenteng Agung. Ia kaget mendengar kabar penolakan sejumlah warga terhadap pemimpinnya itu. "Saya baru dengar. Ah.. warga baik-baik saja kok," ujarnya.

Ia memberi contoh ketika blusukan, banyak warga yang memeluk dan berfoto bersama sang lurah. "Ia juga rajin silaturahmi ke rumah warga," ujarnya.

Namun hal ini tak membuat kubu penolak luluh. "Kami beri deadline ke Balaikota hingga Senin. Kalau tidak kami siap demo di sana dan di kantor Kelurahan," ujar Rusli.

M. ANDI PERDANA
Terhangat:
Sisca Yofie |Suap SKK Migas | Penembakan Polisi | Pilkada Jatim

Berita Terpopuler:

Rachmawati: SBY Tak Punya Etika Politik

Soal Tes Keperawanan, Ini Jawaban HM Rasyid

KPK: Djoko Susilo Cuma Bisa Jadi Ketua RT

Jenderal Moeldoko: Saya Bukan Ahli Surga

Dahlan Iskan: Untung SBY Tak Seperti Mursi


Komentar (10)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Dalam ajaran Islam dikenal dengan istilah ‘hablumminallah’ dan ‘hablumminannas’, bahwa ketika mereka menyebut ‘hablumminallah’ itu berarti suatu perbuatan yang semata-mata hubungan antara hamba kepada Allah, sebaliknya kalau menyangkut ‘hablumminannas’ artinya suatu perbuatan yang terkait dengan sesama manusia, misalnya soal berbuat baik, hukum pidana dan perdata, aturan kesopanan berpakaian dan bertingkah-laku, hidup bertetangga, sampai kepada aturan bernegara dan hubungan sosial bermasyarakat pada umumnya......, jadi jgn campuradukkan makna masing2 dari kedua istilah itu........
0
1
hidup dihutan aja mas bro,biar bisa suka2 dengkul mu. ini negara demokrasi bukan negara pribadi. semua berhak untuk memimpin yang penting dia memiliki kriteria sebagai pemimpin.
0
0
Kesian dia , nggak dapet jatah reman lagi. Hahahahahahahaha....
0
0
Mengapa koq warga LA menjadi mundur cara beragamanya. Sepertinya ada yang salah dalam pemahaman beragama selama ini di LA. Fanatisme intoleransi itu sebenarnya karena ketidak mampuan kita menghargai tradisi agama dan keyakinan pihak lain.
0
0
Rusli salah tempat lahirnya.............alias ini org salah lahir
Selanjutnya
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X