indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Penolak Lurah Lenteng Agung Ancam Demo Balai Kota

Penolak Lurah Lenteng Agung Ancam Demo Balai Kota

Gedung Balaikota (Kantor Gubernur) DKI Jakarta. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Kubu penolak Lurah Lenteng Agung menyatakan akan berunjuk rasa ke Balai Kota pada Senin, 26 Agustus 2013 mendatang. "Bila sampai Senin tidak direspon, kami siap berdemo," ujar Mochamad Rusli saat ditemui Tempo, Jumat, 23 Agustus 2013.

Rusli bersama Forum Penolak Penempatan Lurah Lenteng Agung mendatangi Balai Kota untuk menyampaikan petisi penolakan atas Lurah Susan Jasmine Zulkifli. Ia mengklaim petisi itu didukung 3.800 warga melalui tanda tangan dan Kartu Tanda Penduduk.

"Kami demo di Balai Kota dan kantor kelurahan," ujarnya. Ia mengatakan rekannya sempat menemui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ketika ia meninggalkan kantornya. "Katanya iya, sedang direspon," ia mengklaim. Menurut dia, seharusnya Susan ditempatkan di tempat yang lebih heterogen. "Kalau di sini kental muslimnya," ujar Rusli. (Baca: Ahok Tak akan Ganti Lurah Lenteng Agung)

Namun, tak semua warga satu suara dengannya. Ketua RW 02 Lenteng Agung, Sardiman, menyatakan tak ada masalah dengan lurah baru yang menjabat sejak Juli 2013 tersebut. Menurut Sardiman, seorang lurah dinilai dari kinerjanya, bukan dari kepercayaannya.

Sejumlah warga lain yang ditemui Tempo di sekitar Lenteng Agung menyatakan baru mendengar rencana itu. "Oh, ada seperti itu ya? Saya kira berlebihan," ujar Hariana, warga RT 02 RW 02 Kelurahan Lenteng Agung, kepada Tempo. (Baca: Lurah Lenteng Agung Demen Blusukan)

M. ANDI PERDANA

Terhangat:
Sisca Yofie |Suap SKK Migas | Penembakan Polisi | Pilkada Jatim


Berita Terkait:

Ahok Tak akan Ganti Lurah Lenteng Agung
Pro Kontra Penempatan Lurah Lenteng Agung
Puan: Jokowi Hanya Maju Lewat PDIP
Lulung: Saya Menang, Ucu Menganggur
Rencana Jokowi Promosikan Blok G Tanah Abang

Komentar (7)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Ga usah heran. Di Jakarta mah emang byk preman. Tokoh sepuh Lenteng Agung welcome dgn lurah susan. Yg jadi profokator adalah preman teri nya Lenteng Agung. Sampah masyarakat yg pengangguran kalo malam mabuk2an. Sudah punya anak biaya hidup msh ditanggung sama bokap nyokap nya yg sdh sepuh. Coba Tanya itu provokator : ente cari nafkah nya halal kagak ? Cari nafkah kaga halal aja belagu sok agamis
0
0
Mereka (provokator) adalah pion dari kelompok BSH (Barisan Sakit Hati) yang akan mengacau pembangunan DKI. Pemahaman agama yang picik sengaja dihembuskan sejalan dengan upaya mereka merusak citra Jokowi-Ahok.
0
0
Kalau tdk salah ini daerah pendukung Foke dan Rhoma Irama. Kelihatannya masih belum ikhlas dengan kemenangan JB sekaligus kekalahan Foke-Nara. Cari gara2 ya ? JB yg bukan Betawi malah lebih Betawi dari Gub yg mengaku anak Betawi asli.
0
0
..Rupanya kita belum lepas dari isu seperti ini. Kompetensi bukan soal keyakinan, dan orang pintar juga bukan mesti harus seiman. Mengapa isu keyakinan masih saja jadi persoalan yg hanya menciptakan pemikiran seperti katak dalam tempurung. ?
0
1
Jujur saya terpaksa ikut menyerahkan ktp karena takut dimusuhi warga lainnya. Tapi jauh di dalam hati, saya sama sekali tidak setuju dengan penolakan ini. jadi anggap saja 2000-an tanda tangan itu di kurangi satu. hari gini masih aja mempersoalkan perbedaan agama. Allah aja mengakui perbedaan, Dia gak ciptain manusia di dunia ini jadi muslim semua kok, walau apa yg gak mungkin buat Dia. Emang yg ktp-nya muslim dijamin kebaikannya, kelakuannya, sifatnya? lihat dong contoh-contoh di depan mata
Selanjutnya
Wajib Baca!
X