indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Aktivis Pers Mahasiswa UNJ Dianiaya

Aktivis Pers Mahasiswa UNJ Dianiaya

microbiology.georgetown.edu

TEMPO.CO, Jakarta-Seorang aktivis pers kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dikabarkan dianiaya karena berita yang ditulisnya. Pemimpin Redaksi Didaktika, Satriono Priyo Utomo, 23 tahun, membenarkan informasi terkait adanya pemukulan yang dialami Chairul Anwar, reporter Didaktika, pada Jumat, 23 Agustus 2013 pada pukul 12.00

"Sekitar lima orang dari Fakultas Ilmu Keolahragaan datang dan protes pada artikel di majalah kami," kata Satrio saat dihubungi Tempo, Ahad malam, 25 September 2013.

Artikel yang berjudul Riwayatmu Kini dan ditulis oleh Chairul Anwar itu berisi seputar kasus perkelahian yang terjadi antara mahasiswa baru Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) dengan mahasiswa Fakultas Ekonomi. "Mereka keberatan dengan isi beritanya dan meminta kami menunjukkan bukti-bukti wawancara," kata Satriono.

Satrio kemudian memaparkan bukti-bukti penulisan artikel tersebut, namun pihak FIK masih tidak puas. Satrio lalu menawarkan hak jawab pada pihak FIK dan berjanji akan diterbitkan dalam Didaktika. Namun, pihak FIK tidak setuju dan malah mengajak Satrio untuk menyelesaikan masalah ini dengan berkelahi di luar gedung. Pihak FIK pun berkali-kali meminta Chairul Anwar didatangkan.

Saat Chairul datang, salah satu mahasiswa FIK melempar jaket pada Chairul dan segera menghampirinya. Satrio berusaha memisahkan, namun pemukulan terlanjur terjadi. Chairul dipukuli oleh beberapa mahasiswa. Satrio yang memisahkan pun tak luput dari bogem mentah dari para calon guru olahraga tersebut.

Setelah dipisahkan oleh beberapa pihak, lima mahasiswa FIK itu pun meninggalkan Sekretariat Didaktika dengan meninggalkan ultimatum yang disampaikan secara lisan. "Kami menunggu permintaan maaf Didaktika dalam 24 jam. Bila tidak dilakukan, Sekretariat Didaktika akan kami bakar," Satrio menirukan.

Setelah kejadian tersebut, pihak Didaktika segera menemui Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan guna melaporkan masalah ini, namun sang Purek tidak ada di tempat. Saat itu, mereka malah dipertemukan dengan staf Purek dan salah satu mahasiswa FIK, dialog pun berlangsung selama satu jam.

"Dalam dialog itu yang lebih dibahas bukan kasus pemukulannya melainkan penulisan artikel kami, kasus pemukulan menguap begitu saja," kata mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial tersebut.

Saat ini, Chairul Anwar, menurut Satrio sudah melakukan visum di Rumah Sakit Persahabatan dan melaporkan kasus ini pada pihak berwajib. "Sangat disayangkan di Kampus sekelas UNJ, masalah masih diselesaikan dengan berkelahi bukan dialog," ujar Satrio.

Kampus UNJ sendiri membantah kabar ini. Kepala UPT Humas UNJ, Widya Parimita, menegaskan bahwa tidak ada satu pun mahasiswanya yang menjadi korban pemukulan mahasiswa lain. "Tidak ada pemukulan, tidak ada indikasi pengeroyokan," katanya dalam surat berisi hak jawab bertanggal 29 Agustus 2013.



TIKA PRIMANDARI



Topik terhangat: Konser Metallica | Suap SKK Migas | Sisca Yofie | Rusuh Mesir | Konvensi Partai Demokrat

Berita terpopuler:
Metallica Hanya Minta 7 Pertanyaan
Undang Metallica, Setiawan Djodi Dimarahi Pak Harto
Metallica Cuci Muka di Hotel Bidakara
Jokowi Datang, Penonton Metallica Heboh
Nonton Metallica, Jokowi Dikawal Provos

Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Ironisnya, premanisme itu didukung oleh para guru alumni FIK UNJ. Hal itu bisa dlacak di komen-komen mereka di media sosial. Mungkin saja itulah satu penyebab aksi tawuran pelajar di Jakarta tidak bisa dihilangkan: karena ada 'mbahnya' yg bercokol di dunia pendidikan.
0
0
Memprihatinkan. Padahal, pada era 80-an hingga menjelang reformasi, IKIP Jakarta (sekarang UNJ) termasuk gudang aktivis pemberani. Pemberani bukan karena ototnya dan nyali buat berantemnya besar, tapi berani karena memiliki idealisme yg kuat. Kejadian spt ini seingat saya tidak pernah terjadi pada era Prof Cony Semiawan sebagai rektor.
0
1
Memprihatinkan. Lebih memprihatinkan karena kekerasan terjadi di kampus yg selama ini dikenal sebagai tempat belajar calon pendidik.
0
2
saya sebagai Calon Guru yg saat ini masih menyelesaikan studi saya di Universitas Lampung, merasa phihatin terhadap perilaku calon guru seperti yang di tunjukan rekan2 (lima orang) yang katanya mahasiswa FIK UNJ.
Wajib Baca!
X