indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Jokowi: Lurah Susan Tak akan Dipindahkan

Jokowi: Lurah Susan Tak akan Dipindahkan

Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli saat berbincang dengan media yang ditemui di ruangannya, Jakarta (26/8). Ahok menegaskan tidak akan mengganti Lurah ini hanya karena permintaan subjektif warga. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Padang - Meskipun mendapatkan tantangan dari warga Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli akan tetap menduduki posisi Lurah Lentang Agung, Jakarat Selatan. "Tetap, tidak akan ada pemindahan," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo setelah memberikan kuliah umum di Universitas Andalas (Unand) Padang, Sabtu, 31 Agustus 2013.

Jokowi mengaku penempatan Susan sebagai lurah sudah memenuhi kriteria. Sebab, ada uji kompetensi untuk penetapan lurah tersebut. "Dia juga memiliki prestasi. Ya sudah, saya tempatkan di sana," ujarnya.

Menurut mantan Wali Kota Solo ini, nanti akan ada evaluasi secara keseluruhan, termasuk Susan yang dilantik menjadi Lurah Lenteng Agung pada Juli lalu. "Tiap enam bulan akan ada evaluasi secara keseluruhan. Jadi untuk sekarang, tidak akan ada pemindahan," ujarnya.

Terkait adanya aksi penolakan terhadap Susan sebagai lurah oleh warga sekitar, Jokowi menganggap itu hal yang biasa. "Penolakan warga itu biasa. Toh, tiap hari ada demo. Biasa saja," ujarnya.

Sebelumnya, ratusan pengunjuk rasa yang menamakan diri Forum Penolakan Warga terhadap Penempatan Lurah Lenteng Agung meminta Lurah Susan mundur dari jabatannya. Mereka menganggap Susan yang beragama Kristen Protestan tak mewakili karakteristik masyarakat Lenteng Agung yang mayoritas muslim.

ANDRI EL FARUQI





Topik terhangat: Rupiah Loyo | Konvensi Partai Demokrat | Suap SKK Migas | Pilkada Jatim | Lurah Lenteng Agung





Berita terpopuler:
`Bunda` di Rekaman Luthfi Hasan Amat Berkuasa
Ini Dua Orang Penembak Polisi
Harga Emas Antam Anjlok Rp 15.000
Akad Nikah Bella Saphira-Agus Surya Pagi Ini
Istana, Reshuffle dan Dipo Disebut di Sidang LHI

Komentar (9)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
2
2
Ternyata di Ibukota tepatnya di Lenteng Agung masih ada segelintir penuduk yang primitif dan terbelakang yang pengin hidup sendiri tidak mau bergaul dengan warga lain yang berbeda agama, suku dan warna kulit lain. Entah karena apa otak mereka kok tidak berkembang
20
0
lurah sebaiknya adalah dipilih langsung oleh warga bukan lelang-lelangan yang ujung-ujungnya ditentukan oleh gubernur/wagub. Kenapa? karena proses penentuan lelang hanya diketahui oleh sebelah pihak, berarti apa? berarti peluang AHOK untuk KKN sangat besar. Mau bukti trok?, itu tu AHOK CENTRE kemarinkan simbol KKNnya AHOK. gitu tu trok, katrok... katrok...
0
4
ada yang Komen DEMOKRASI MATI di buat Ahok.. haha, maksudmu penilaian berdasar beda AGAMA itu DEMOKRASI.. mungkin kalo di NKRA bisa (NEGARA KESAMA'AN REPUBLIK ARABH) semua harus sama !!
0
0
bagaimana kok diskriminasi masih ada di RI ini karna kenapa ya? padahal katanya NKRI, Pancasila dan bhineka tunggal ika....faktanya makin parah aja
320
0
Sayang memang, DEMOKRASI MATI dibuat AHOK. Hanya karena AHOK sangat AMBISIUS menjadi Gubernur setelah GAGAL di bangka belitung. AHOK kelihatannya ingin MENGUASAI JAKARTA, sehingga AHOK MEMBUNUH DEMOKRASI. Sayang memang paling pas pemilihan lurah dan camat adalah melalui jalan demokrasi, semua akan menjadi FAIR tidak ribut-ribut. Warga dimatikan ASPIRASInya oleh AHOK, AHOKpun sangat berbau KKN. seperti kasus AHOK CENTRE kemarin. Tega-teganya distribusi barang untuk warga miskin harus melalui AHOK CENTRE, MENYEDIHKAN.
Selanjutnya
Wajib Baca!
X