Nenek Dua Cucu Menang di Lomba Panjat Pinang

Nenek Dua Cucu Menang di Lomba Panjat Pinang

Peserta Ibu mengikuti lomba panjat pinang di pantai Festival Taman Impian Jaya Ancol Jakarta, Rabu (17/8). Sebanyak 135 pohon pinang dengan total hadiah 100 juta Rupiah dalam bentuk barang diperebutkan dalam rangka memperingati HUT RI ke 66. TEMPO/Amston Probel

TEMPO.CO, Brebes - Agustus telah berlalu, namun perayaan ulang tahun Kemerdekaan RI ke-68 masih meriah di sejumlah daerah. Pada Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, ratusan warga tumpah ruah di lapangan. Mereka ingin menyaksikan lomba pucang wadon alias panjat pinang bagi perempuan, Ahad, 1 September 2013.

Mengenakan celana pendek dan kaos oblong, Wasti, 45 tahun, merangkul bagian bawah tiang bambu dengan mata terpejam. Bibirnya sesekali menyeringai karena menahan beban anak perempuannya, Solikha, 25 tahun, yang berdiri di atas pundak. Sementara di atas pundak Solikha, Anik, 17 tahun, berusaha meraih bermacam hadiah di ujung bambu setinggi enam meter itu.

Licinnya bambu yang dilumuri pelumas seperti oli tidak menyurutkan semangat ketiga perempuan itu. Batas waktu memanjat maksimal lima menit yang ditetapkan panitia membuat kelompok bernomor urut tiga itu tergesa. Beberapa kali mereka hampir tergelincir. Kendati demikian, mereka berhasil menyabet dua hadiah utama dalam sekali panjat. "Alhamdulillah, kelompok kami dapat uang tunai Rp 500.000 dan satu televisi 14 inchi," kata Wasti seusai lomba.

Di kelompok tiga, Wasti berperan sebagai ketua regu. Dan nenek dua cucu itu berencana menjual hadiah televisi, agar uang hasil penjualannya bisa dibagi rata. "Kami juga mendapatkan hadiah sarung, baju, dan sabun colek," kata Wasti.

Meski dua hadiah utama telah diraih kelompok Wasti, regu lain tidak mau kalah. Mereka terus berupaya memanjat bambu licin itu demi mendapatkan sisa hadiah yang masih bergelantungan. "Hadiah urusan belakang. Yang penting ikut lombanya. Seru!" ujar Tuti, 25 tahun.

Ketua panitia lomba, Agus Setiawan, 35 tahun, mengatakan lomba pucang wadon baru kali ini digelar di Kelurahan Limbangan Wetan. Selain panjat pinang, rangkaian peringatan HUT RI ke-68 di Limbangan Wetan juga melombakan tarik tambang untuk perempuan. Seluruh kegiatan lomba yang digelar sejak Senin pekan lalu ini menghabiskan biaya Rp 6 juta, berasal dari iuran warga.

Menurut dia, lomba ini merupakan wujud kekecewaan masyarakat kepada pemerintah kelurahan setempat. "Masak HUT RI tidak ada kegiatan sama sekali. Malam tirakatan saja tidak ada," ujar Agus. "Pucang wadon ini acara puncak, mungkin juga satu-satunya di Kabupaten Brebes. Panjat pinang kan biasanya untuk laki-laki."


DINDA LEO LISTY


Terhangat:
EDSUS Polwan Jelita | Rupiah Loyo | Konvensi Demokrat | Suap SKK Migas

Berita populer:

Anggota FBR Ditembak Pria Tidak Dikenal

Sekjen ESDM Dicegah, KPK Serius Usut Jero Wacik

Jokowi: Lurah Susan Tak akan Dipindahkan

Agnes Monica: Indonesia Enggak Primitif

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X