Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Waspadai Berenang Saat Masa Kehamilan  

image-gnews
Ilustrasi berenang ketika hamil. Swim-teach.com
Ilustrasi berenang ketika hamil. Swim-teach.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Olahraga semasa kehamilan memang dianjurkan. Namun, ada baiknya untuk teliti dalam memilih olahraga. Bila perlu, konsultasikan ke dokter kandungan tentang olahraga apa yang cocok dilakukan. Alih-alih menyehatkan ibu dan janinnya, pemilihan olahraga yang tidak tepat justru bisa menimbulkan masalah kesehatan, olahraga renang misalnya.

“Sebuah penelitian yang dilakukan oleh St John’s Institute of Dermatology dan Universitas Manchester menunjukkan, berenang bisa meningkatkan risiko alergi pada si jabang bayi nantinya,” tulis Daily Mail, Senin, 2 September 2013. Alergi ini ditimbulkan dari bahan kimia yang ditemukan di kolam renang.

Klorin, terutama, banyak ditemukan di kolam renang. Klorin bisa berasal dari produk pembersih. Zat kimia ini bisa meningkatkan risiko alergi hingga 5 kali lipat dalam 50 tahun terakhir. Paparan bahan kimia ini dapat mengubah sistem kekebalan janin, yang akhirnya membuat bayi lebih peka terhadap asma dan demam.

Peringatan ini ditulis dalam sebuah laporan dalam British Journal of Dermatology yang melihat pertumbuhan alergi atopik, yakni alergi yang terjadi karena kegagalan kekebalan tubuh yang membuat tubuh seseorang menjadi hipersensitif.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebuah teori, yang dikenal dengan “hipotesis kebersihan” diduga menjadi penyebabnya. Hipotesis kebersihan merupakan sebuah gaya hidup yang terlalu bersih. Gaya hidup yang terlalu bersih, terutama pada anak, akan membuat imun tubuh tidak terbiasa menghadapi kuman. Barulah, ketika kuman berhasil masuk ke dalam tubuh, imun tak berdaya menghadapinya, dan akhirnya alergi pun muncul.

Hal ini pula yang terjadi di kolam renang. Klorin, yang berada dalam pembersih, justru membawa zat berbahaya bayi janin yang masih begitu rentan. Ditambah lagi, kekebalan tubuh yang semakin lemah terhadap kuman, turut memudahkan alergi masuk ke tubuh janin di kemudian hari.

DAILY MAIL | ANINGTIAS JATMIKA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mengenal Dampak Buruk Kecanduan Menonton TV Digital Bagi Balita

6 November 2022

Wanita paruh baya atau emak-emak tampak di video sedang terbawa emosi saat menonton televisi.
Mengenal Dampak Buruk Kecanduan Menonton TV Digital Bagi Balita

Televisi telah menjadi hiburan bagi kebanyakan manusia modern. Bagi balita, dampak buruk apa yang bisa ditimbulkan dari menonton TV Digital ?


8 Gejala Autisme yang Tercermin dari Perilaku Bayi

3 April 2019

Ilustrasi terapi untuk anak/autisme. Shutterstock
8 Gejala Autisme yang Tercermin dari Perilaku Bayi

Autisme bukan kelainan, melainkan keterbatasan seseorang dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.


Perubahan Iklim Mempengaruhi Kesehatan Jantung Bayi

4 Februari 2019

Ilustrasi bayi. Pixabay.com
Perubahan Iklim Mempengaruhi Kesehatan Jantung Bayi

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir rentan alami gangguan kesehatan jantung akibat perubahan iklim


Kembangkan Kemampuan Bicara Anak Melalui Gerak Ritmis

24 Januari 2019

Ilustrasi ayah dan ibu mengobrol dengan balita. shutterstock.com
Kembangkan Kemampuan Bicara Anak Melalui Gerak Ritmis

Gerakan ritmis pada anak bisa membantu mengembangkan kemampuan berbicara pada anak usia dini.


Bayi Gumoh Berlebihan, Jangan Sepelekan, Segera Periksa ke Dokter

15 November 2018

Bayi Gumoh. youtube.com
Bayi Gumoh Berlebihan, Jangan Sepelekan, Segera Periksa ke Dokter

Salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi pada bayi usia 0-12 bulan adalah gumoh. Gumoh bukan muntah yang diawali mual dan penuh di perut.


Anak Belum Bisa Berenang, Kenalkan Dulu Akuarobik

11 November 2018

Anggota WET Indonesia memperagakan gerakan akuarobik menggunakan pelampung yang dinamakan noodle. TEMPO | Dwi Nur Santi
Anak Belum Bisa Berenang, Kenalkan Dulu Akuarobik

Ketimbang memaksakan anak belajar berenang, ada baiknya orang tua memperkenalkan anak pada olahraga akuarobik atau aerobik air.


Tanda Bayi Memiliki Kulit Sensitif atau Tidak, Perhatikan Pipinya

6 November 2018

ilustrasi telinga bayi (pixabay.com)
Tanda Bayi Memiliki Kulit Sensitif atau Tidak, Perhatikan Pipinya

Banyak ibu mengira kulit bayi menjadi sensitif jika terkena air susu ibu atau ASI saat menyusui, terutama di daerah pipi


Ibu, Jangan Lupa Berikan Anak Imunisasi demi Kesehatannya

1 November 2018

Ilustrasi Imunisasi. TEMPO/Fully Syafi
Ibu, Jangan Lupa Berikan Anak Imunisasi demi Kesehatannya

Imunisasi adalah prosedur penting untuk mencegah anak terkena infeksi penyakit sejak usia dini.


Bayi Poppy Bunga Terkena Infeksi Usus, Apa Gejalanya

19 Oktober 2018

Poppy Bunga usai melahirkan anak keduanya. (Seno/Tabloidbintang.com)
Bayi Poppy Bunga Terkena Infeksi Usus, Apa Gejalanya

Poppy Bunga menceritakan infeksi usus yang terjadi kepada anak keduanya saat berusia 2 minggu, dan baru ketahuan di usia 1,5 bulan.


Bayi di NTT Rajin Minum Susu tapi Stunting Tinggi, Ada yang Salah

17 Oktober 2018

ilustrasi susu (pixabay.com)
Bayi di NTT Rajin Minum Susu tapi Stunting Tinggi, Ada yang Salah

Kontroversi susu kenal manis, apakah termasuk produk susu atau bukan memiliki implikasi yang panjang sampai ke masalah stunting.