OJK-Kemenkeu Godok Undang-Undang Pegadaian

OJK-Kemenkeu Godok Undang-Undang Pegadaian

Firdaus Djaelani. ANTARA/Yudhi Mahatma

TEMPO.CO, Jakarta- Kepala Pengawas Eksekutif Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani, menyatakan tengah menggodok Undang-Undang Pegadaian bersama Kementerian Keuangan."Ini dibahas dengan Kemenkeu karena masuk wilayah pemerintah. Tapi draft-nya sudah ada pada kami," katanya saat ditemui di sela acara 'Economic Outlook 2014' di Graha Niaga, Selasa 2 September 2013.

Firdaus menjelaskan, Undang-Undang Pegadaian yang ada membuat PT. Pegadaian (Persero) memonopoli usaha gadai. Namun pada prakteknya, banyak pihak yang menjalankan usaha gadai tidak resmi.

Bila beleid itu berlaku, PT. Pegadaian tidak lagi menjadi penguasa tunggal bisnis gadai. Pihak swasta nantinya diperbolehkan menjalankan bisnis gadai layaknya Pegadaian. "Nanti kita persiapkan Undang-Undang Pegadaian bagaimana bisa mengakomodir semua usaha itu menjadi legal. Sehingga kita bisa awasi mereka dan nantinya konsumen dilindungi," ujarnya.

Di masa mendatang, ia berharap jasa pegadaian yang dikelola perusahaan swasta ataupun perbankan diharapkan tidak melayani permintaan untuk kebutuhan konsumsi seperti pembelian kendaraan. Sebab, kemungkinan konsumen untuk tidak menebus barangnya lebih tinggi ketimbang konsumen yang menggadaikan barang untuk kebutuhan produktif.

"Kalaupun nanti kita perluas nanti gadai masuk ke sektor produktif jangan konsumtif. Kalau produktif misalnya untuk buka warung mereka lebih bisa bayar." kata Firdaus.

Sebelumnya PT Pegadaian menargetkan penjualan emas dari perseroan bisa mencapai perolehan Rp 1 triliun untuk tahun 2013. "Hingga semester I 2013 ini, kami sudah mencapai penjualan emas sebesar Rp 1 triliun," kata Direktur Keuangan PT Pegadaian, Dwi Agus Pramudya, beberapa waktu lalu.

Bisnis penjualan emas merupakan cabang bisnis yang dikembangkan oleh Pegadaian dengan memperoleh pasokan emas dari PT Antam. "Minat masyarakat memang luar biasa untuk penjualan emas dari Pegadaian. Namun dengan penurunan harga emas untuk penutupan semester I tahun ini performa penjualan emas terhitung biasa," kata Dwi.

RIRIN AGUSTIA

Berita Terpopuler Lainnya
Kisah Penumpang Lion Air Kena Delay Empat Kali
Arsenal Akhirnya Dapatkan Mesut Ozil
Ini Cara Fathanah Cuci Uangnya
Bertemu Foke, Ahok Cium Pipi Kanan Kiri

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X