indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Komnas Perempuan Dukung Ajang Miss World 2013

Komnas Perempuan Dukung Ajang Miss World 2013

Walau Ditetang, Miss World 2013 Tetap Jalan

TEMPO.CO , Jakarta:Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mendukung terselenggaranya ajang Miss World 2013 di Bali,Indonesia.

"Cantik itu tidak dosa. Mereka yang cantik secara fisik, tidak bersalah atas kecantikan mereka. Ajang kecantikan seperti Miss World adalah salah satu ruang bagi perempuan untuk bisa bersuara. Suara ini penting bagi negeri seperti Indonesia," tutur Komisioner Komnas Perempuan, Andy Yentriyani, Kamis, 5 September 2013 di Jakarta.

Andy juga mengungkapkan bahwa event Miss World adalah salah satu wadah bagi perempuan yang ingin menampilkan artikulasinya. Melalui perhelatan tersebut, para perempuan yang berasal dari berbagai negara dapat bersuara untuk memperjuangkan perubahan sosial di masyarakat.

Sebelumnya, menurut seorang panitia Miss World 2013, Budi Rustanto, penilaian terbesar untuk para kontestan adalah aktivitas sosial mereka selama di negaranya masing-masing.

“Penilaian untuk aktivitas sosial mencapai 50 persen,” ungkap Budi Rustanto saat ditemui di Warung Daun,Cikini, Jakarta, Rabu 4 September 2013.

Andy juga menambahkan bahwa dalam wadah Miss World ini, para peserta dapat memberikan tanggapan dan juga jalan keluar serta berbagi pendapat mengenai masalah kekerasan terhadap perempuan, kemiskinan, pendidikan, hingga masalah-masalah bangsa seperti korupsi. “Suara ini penting untuk perubahan,” ungkap Andy.

Menurutnya sudah seharusnya perempuan yang mengikuti ajang tersebut bisa menjadi juru kampanye dari aktivitas perubahan. Komnas Perempuan akan mengawal ketat ajang kecantikan ini. "Tidak boleh ada kelompok yang menggunakan kekerasan, memaksakan kehendaknya atas nama moralitas lalu menghentikan ajang ini begitu saja," ujar Andy.

ANINDYA LEGIA PUTRI
Topik Terhangat
Delay Lion Air | Jalan Soeharto | Siapa Sengman | Polwan Jelita | Tes Penerimaan CPNS

Berita Terpopuler
Istri Jaksa Pamer Pistol Juga Kerap Berulah
Jaksa MP 'Pamer' Pistol Pernah Tangani Buruh Panci
Jaksa Pamer Pistol Diperiksa Pengawas Kejagung
Jatah BLSM Diambil Orang, Kakek Ini Meninggal
2 Polisi Bernama Agus, Selamatkan Nyawa Warga

Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
klo saya gk urusi miss world.... yang penting kita selalu ajarkan anak yang mana baik dan mana buruk. untuk bekalnya dikemudian hari.
20
23
Kasihan kasihan kasihan... saya sebagai wanita merasa tidak perlu menyuarakan apapun. Karena hidup bermasyarakat di Indonesia sudah cukup baik menurut saya. hanya saja belakangan ini sering terjadi pelecehan thdp wanita, itu terjadi justru karena hal2 seperti ini. Para wanita karier, anak2 muda dengan tank top dan rok mini nya dengan bangga memamerkan keindahan tubuhnya. mereka belajar darimana? dari barat kan? karena kalau kita telisik budaya kita tdk ada pakai rok mini dan tank top. oke, timbul pertanyaan seperti ini : ngapain ngurusin acara miss world yg hanya setahun sekali, toh acara2 di indonesia juga msh banyak yg perlu dibenahi dan dikritisi? jawab; justru karena permasalahan acara2 tv di indonesia belum selesai dibenahi ya jangan nambah masalah lagi donk dengan acara yg lbh besar sprti miss world. kl kyk gitu ya yang mau benahin juga bingung. intinya sekarang gini deh, kita ini mau ikut sunnah rasulullah atau mau ikut iblis. itu aja yg paling gampang.
18
17
Apapun bungkusnya kemungkaran tetaplah kemungkaran. Miss World tidak hanya sekedar masalah bikini tapi bagaimana sesungguhnya perempuan dieksploitasi,” bahaya besar dari Miss World adalah Liberalisasi budaya yang memunculkan mitos kecantikan ala Barat yang eksploitatif dan menipu. contoh, di Nigeria 71% perempuan ingin memutihkan kulitnya ini untuk dikatakan sebagai perempuan maju. Meskipun berakibat banyak diantara mereka yang menderita penyakit kanker akibat penggunaan zat-zat kimia berbahaya sebagai pemutih. “ Bahkan untuk langsing seorang model untuk menahan lapar harus memakan tisyu,” jelasnya. Tidak hanya itu, kontes maksiat ini tidak lebih dari sebuah penipuan. Slogan 3B (Brain, Beauty, Behavior) adalah kebohongan. Brain dan Behavior hanyalah pemanis saja agar diterima kalangan publik. Adapun intinya adalah kontes kecantikan yang mengumbar aurat. “Dibalik itu semua sesungguhnya hanya untuk mendongkrak keuntungan segelintir para kapitalis,”
22
18
waduh Komnas Perempuan, logika kalian kog gak nyampe kemana-mana ya...Miss world atau sejenisnya adalah proyek kapitalisasi tubuh perempuan (apa pun alasan bahwa ada tes kecerdasan dll, initinya pada kecantikan tubuh). dan tubuh dalam kebudayaan apa pun bukan nir-value (bebas nilai) bu.. Proyek miss-missan ini, kalo pinjam pandangan Antonio Gramsci, adalah bentuk hegemony kapitalisme terhadap wanita. dikatakan hegemony karena sebenarnya tubuh wanita diekploitasi oleh logika kapitalisme (semua hal yang berpeluang bisa terjual dikomoditisasikan alias dijadikan komoditi untuk dijual), namun para wanita sendiri tidak menyadari hegemony (penindasan dan eskploitasi secara halus. para wanita ini disiapkan menjadi model iklan produk kapitalisme, dll) ini bahkan mendukungya. Anehnya Komnas perempuan yang harusnya cerdas dan analitik, ternyata kemampuan analisisnya mandeg. kasihan...
Wajib Baca!
X