indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kasus Dul Dhani dan 3 Tabrakan Tol yang Disorot

Kasus Dul Dhani dan 3 Tabrakan Tol yang Disorot

Petugas kepolisian melakukan Olah Kejadian Perkara kecelakaan maut dijalan tol Jagorawi kilometer 8+200, Jakarta, (8/9). Kecelakaan ini melibatkan 3 mobil, salah satunya mobil Dul anak dari Ahmad Dhani dan Maia Estianti. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO , Jakarta:Tahun 2012 lalu, sebuah kecelakaan melibatkan pengendara Xenia di Jakarta menewaskan 10 orang menjadi sorotan publik. Kejadian itu berlangsung di jalan non-tol. Setelah itu, sejumlah kecelakaan ditol menjadi perhatian dengan aneka alasan, entah sosoknya, korbannya, atau dramatisnya peristiwa itu. Berikut tiga kecelakaan di tol yang menjadi sorotan tahun ini.

1. BMW Anak Hatta Radjasa, Rasyid Amrullah Rajasa
Kecelakaan ini terjadi di kilometer 3.350 tol Jagorawi Selasa, 1 Januari 2013 pukul 05.45. Mobil BMW hitam jenis jip nomor polisi B272HR yang dikendarai Rasyid menabrak mobil Daihatsu Luxio hitam nomor polisi F1622CY yang ada di depannya. Mobil Daihatsu Luxio itu dikemudikan Frans Sirait, 37 tahun. Dua penumpang Luxio meninggal di tempat, yakni Harun, 57 tahun dan M. Raihan, 14 bulan. Tiga korban lainnya terluka.

Proses hukum
Rasyid Rasyid Amrullah Rajasa didakwa Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancamannya enam tahun penjara dan atau denda Rp 12 juta. JPU mengenakan pasal subsider, yakni Pasal 310 ayat (3) yang menyebabkan korban luka berat. Ancamannya 5 tahun penjara dan atau denda Rp 10 juta. Dakwaan kedua, menyebabkan luka ringan dan kerusakan kendaraan dan atau barang, Pasal 310 ayat (2) dengan ancaman 1 tahun penjara atau denda Rp 2 juta.

Vonis
M. Rasyid Amrullah Rajasa, 22 tahun, divonis 5 bulan penjara dengan masa percobaan 6 bulan. Dia juga dihukum denda Rp 12 juta. Namun, Rasyid tak perlu menjalani kurungan penjara.

Komentar (3)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
Saya pribadi merasa prihatin dengan proses hukum para "anak orang kaya" ini, ketika si anak menteri menabrak minibus, malah minibusnya yang disalahkan karena sudah dimodifikasi kalau ga salah, nah seandaikata menabrak angkutan bukan mustahil nanti angkutannya yang disalahkan, untuk kasus anak penyanyi, dari sumber yang pernah saya baca, sepertinya polisi juga melihat dari muatan minibus yang dinilai berlebihan, sekarang..bukannya walau berlebihan sebelum ditabrak semua baik-baik saja?beda halnya ketika minibus mengalami kecelakaan tunggal yang disebabkan kelebihan muatan, nah itu baru boleh dikaji lebih dalam...Intinya adalah sepertinya ketika rakyat kecil yang mungkin mengalami kasus serupa, penegak hukum hampir tidak pernah mengkaji sedemikian detil...Harapan saya semoga penegak hukum memang menjadi pelindung masyarakat, baik kaya maupun miskin, karena saya melihat saat ini keadilan sudah sangat timpang..
0
2
drama pengadilan bisa ketebak hasilnya deh.....
0
4
Polisi memang bajingan tengik yg mengistimewakan anak pejabat dan lainnya karena uang, Polisilah sumber masalah di negeri ini....Anak Hatta dr partai bajingan PAN diistimewakan, sbg contoh yg tdk baik sehingga dicontoh anak2 lainnya
Wajib Baca!
X