indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kasus Dul, Kado Ultah Pertimbangkan Psikologi Anak

Kasus Dul, Kado Ultah Pertimbangkan Psikologi Anak

Supercar Rolls-Royce Wraith merupakan mobil dengan dua pintu. Mobil mewah ini juga hadir dalam acara Goodwood Festival of Speed​​ 2013 di Inggris. telegraph.co.uk

TEMPO.CO, Jakarta - Pemberian barang mewah seperti halnya mobil untuk anak-anak banyak dilakukan oleh kalangan atas termasuk para artis di negeri ini. Alih-alih menunjukkan kasih sayang kepada anak justru pemberian barang tanpa memperhatikan kepentingannya serta aspek psikoligis anak, hal itu akan memberikan dampak buruk bagi si anak.

Psikolog Kasandra Putranto memaparkan memberikan barang pada anak tidak ada salahnya, tapi sebagai orang tua harus pandai melihat kondisi.

"Masalahnya bukan terletak pada barang mewahnya. Ada tingkat kematangan psikologis yang tidak cukup apabila apabila anak diberikan barang yang di luar kemampuannya," sahutnya saat ditemui Tempo di Klinik Aditiya, Jakarta Selatan, Selasa 10 September 2013.

Kata Kasandra, pemberian barang mewah pada anak tentu tidak hanya dilihat bukan dari adanya kendaraan saja. "Saya kira kita harus perluas bukan hanya mobil, bisa uang, barang-barang mahal, previlege luar negeri atau ke mana."

Menurutnya, pemberian barang tidak pada waktu dan tepat sesuai dengan usia anak menjadi menarik hal-hal negatif. "Anak belum punya kompetensi psikologis yang cukup memadai untuk memeroleh barang-barang tersebut."

"Tanpa adanya sebuah sistem yang baik dan tepat saya kira justru itu akan menjadi bomerang bagi keluarga sehingga akan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan."

AISHA


Topik Terhangat
Miley Cyrus Telanjang Bulat di Video Musiknya
Dianggap Matre, Ini Kata Zaskia Gotik
Vicky Ditangkap Setelah Jaksa Nonton Infotainment
Kondisi Dul Kritis, Maia Estianty Terlihat Pucat
Kerabat Dhani Bilang Dul Perlu Operasi Lagi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X