Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Wisatawan Australia Diserang di Papua Nugini  

image-gnews
Provinsi Madang, Papua Nugini. abc.net.au
Provinsi Madang, Papua Nugini. abc.net.au
Iklan

TEMPO.COWau – Sekelompok wisatawan diserang oleh kelompok tak dikenal saat mereka melakukan pendakian melalui jalur Black Cat dekat Kota Wau, Provinsi Marobe, Papua Nugini. Wisatawan yang berjumlah delapan orang itu diketahui berasal dari Australia dan Selandia Baru. Mereka mengalami luka-luka akibat ditombak dan dibacok dengan parang. Sementara itu, dua pemandu wisata tewas akibat serangan ini.

“Komisi Tinggi Australia di Port Moresby mendapat laporan mengenai serangan yang terjadi pada Selasa, 10 September 2013. Dua orang pemandu berkewarganegaraan Papua Nugini tewas. Sementara itu, beberapa turis lainnya menderita luka-luka,” ujar salah seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Australia, seperti dilansir Daily Mail, Rabu, 11 September 2013. Untungnya, luka-luka yang dialami tidak mengancam jiwa.

Setelah mendapatkan serangan itu, pemimpin kelompok, Christie Raja, yang merupakan perempuan satu-satunya di antara wisatawan, memimpin wisatawan yang selamat untuk mencari bantuan. Mereka melalui semak belukar hingga akhirnya bisa kembali ke ibu kota Port Moresby.

Korban selamat kemudian mendapatkan perawatan. Sementara itu, pihak keamanan setempat langsung menuju lokasi kejadian. Di sana, mereka menemukan dua pemandu yang sudah tak bernyawa. Mereka masih menyelidiki motif penyerangan.

Hal ini bisa terjadi karena berbagai hal, seperti pencurian atau rasa keberatan penduduk setempat atas kedatangan para wisatawan. Atau mungkin saja, mereka keberatan karena pemandu berasal dari daerah kabupaten lain. Mereka tidak suka jika pemandu kabupaten lain mendapat manfaat finansial dari daerah mereka. Mungkin bagi mereka, jika ingin mengeksplor daerah ini, maka pemandu asli lah yang harus digunakan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Polisi dan warga setempat kini tengah mengejar pelaku penyerangan yang diduga berjumlah enam orang itu. Sementara itu, pihak pemerintah juga menutup jalur Black Cat untuk sementara.

DAILY MAIL | ANINGTIAS JATMIKA

Topik Terhangat
Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Jokowi Capres? | Miss World | Penembakan Polisi | Krisis Tahu-Tempe

Terpopuler
Ditawari Vicky Mobil, Zaskia Gotik Jual Cincin
Begini Hasil CCTV Soal Penembakan Polisi di KPK
Dul Masih Kritis, 2 Gelas Darah Disedot dari Paru
Bahasa Vicky Zaskia Gotik Dimengerti Keluarganya 
Vicky Zaskia Gotik Dijenguk Banyak Wanita di Bui

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neill Mundur

26 Mei 2019

Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill.[REUTERS]
Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neill Mundur

Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neill mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Minggu setelah berminggu-minggu desakan dari lawan politiknya.


PNG Tegaskan Papua Bagian Integral Indonesia  

30 September 2016

Massa dari Aliansi Mahasiswa Papua mengenakan baju adat Papua saat menggelar aksi
PNG Tegaskan Papua Bagian Integral Indonesia  

Papua Nugini menegaskan kembali sikapnya bahwa Provinsi Papua merupakan bagian integral dari Republik Indonesia.


Eks Presiden PNG Somare Terlibat Pencucian Uang di Singapura  

9 September 2016

PM Papua Nugini Michael Somare. telegraph.co.uk
Eks Presiden PNG Somare Terlibat Pencucian Uang di Singapura  

Pengadilan Singapura menyatakan pendiri Papua Nugini yang juga presiden pertama PNG, Michael Somare, menerima dana pencucian uang sebesar Rp 10,2 miliar.


Sekjen ULMWP Octovianus Mote Dilarang Masuk Papua Nugini  

30 Mei 2016

Octovianus Mote. pacific.scoop.co.nz
Sekjen ULMWP Octovianus Mote Dilarang Masuk Papua Nugini  

Sekretaris Jenderal ULMWP, organisasi payung seluruh organisasi perjuangan kemerdekaan Papua, Octovianus Mote, ditolak masuk Papua Nugini.


Dituduh Korupsi, PM Papua Nugini Didesak Mundur

26 Mei 2016

Perdana Menteri Papua Nugini, Peter Charles Paire O'Neill beserta istri Lynda May Babao. TEMPO/Subekti
Dituduh Korupsi, PM Papua Nugini Didesak Mundur

Para mahasiswa Papua Nugini mendesak Perdana Menteri Peter O'Neill mundur karena terlibat korupsi.


Papua Nugini: Forum Pasifik Ingin Papua Self-Determination

26 Mei 2016

Peter O'Neill. AP/Mary Altaffer
Papua Nugini: Forum Pasifik Ingin Papua Self-Determination

Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neill mengatakan pimpinan forum Pasifik ingin Papua menentukan nasibnya sendiri (self-determination).


Papua Nugini Tutup Kamp Pengungsi Australia

27 April 2016

Ilustrasi imigran gelap. ANTARA/Asep Fathulrahman
Papua Nugini Tutup Kamp Pengungsi Australia

Selama ini, Australia membayar Papua Nugini dan pulau milik bangsa Nauru untuk didirikan kamp penahanan pengungsi.


Berusaha Kabur, Polisi Papua Nugini Tembak Mati 11 Tahanan  

26 Februari 2016

Ilustrasi. gizmodo.com
Berusaha Kabur, Polisi Papua Nugini Tembak Mati 11 Tahanan  

Polisi Papua Nugini menembak mati 11 tahanan dan melukai 17 lainnya saat mengejar tahanan penjara yang kabur.


Bagi Perempuan, Papua Nugini Tempat Terburuk di Dunia

27 Januari 2016

Suku Huli Wigmen ini terkenal dengan hiasan kepala yang dibuat dari rambutnya sendiri hidup di Papua Nugini. Di pulau yang sama juga hidup suku terasing yang terkenal dengan ornamen ukirannya yaitu suku Dani dan Asmat dari Papua, Indonesia. Dailymail.co.uk/Jimmy Nelson
Bagi Perempuan, Papua Nugini Tempat Terburuk di Dunia

Polisi minta bayaran untuk mengusut perkosaan.


Dua WNI Disandera di Papua Nugini  

14 September 2015

Monumen persahabatan antara dua negara di perbatasan Indonesia - Papua Nugini, 26 Juli 2015.  TEMPO/Maria Rita Hasugian
Dua WNI Disandera di Papua Nugini  

Komunikasi intens dijalin antara Konsulat RI Vanimo dan militer Papua Nugini terkait dengan sandera dua WNI di Papua Nugini.