Pelatih: Timnas U-19 Harusnya Menang Empat Gol

Pelatih: Timnas U-19 Harusnya Menang Empat Gol

Evan Dimas Darmono, pesepakbola Indonesia U19, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Thailand U19, dalam AFF U19 Champoinship di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, (16/9). TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Surabaya -Tim Garuda Muda akhirnya lolos ke babak semifinal kompetisi AFF U-19 2013 setelah bermain imbang 1-1 melawan Malaysia di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu, 18 September 2013.

Babak pertama, gawang Ravi Murdianto langsung kebobolan dengan gol Muhammad Jafri di menit ke-19. Kedua tim bermain cukup alot. Pemain Malaysia terus menyerang tim Garuda Muda dengan bola-bola atas. Malaysia masih memimpin sampai turun minum.

Pertandingan sempat terhenti di menit ke-14, ketika pemain Malaysia yang hendak melakukan tendangan sudut dilempar botol air kemasan oleh penonton. Gangguan lain juga datang saat sinar laser meluncur dari tribun penonton. Polisi dan pihak panitia langsung memberi peringatan.

Pada babak kedua, pelatih Indra Sjafri mengubah strategi. Masuknya pemain sayap Maldini menggantikan Hendra Sandi Gunawan membawa perubahan. Di menit ke ke-53, tendangan Maldini yang membentur tiang gawang dimanfaatkan dengan apik oleh Ilham Udin Armayn. Skor pun imbang, 1-1.

Sejumlah upaya menambah skor dilakukan Evan Dimas dan kawan-kawan. Sayang, upaya itu mental dari gawang Ahmad Syuhan Hazmi bin Mohamed.

Seusai pertandingan, pelatih tim Indonesia, Indra Sjafri, menyayangkan skor imbang yang dihasilkan anak asuhnya. "Sangat disayangkan, rencana untuk membantai Malaysia harusnya terjadi. Harusnya bisa 3-4 gol," kata Indra.

Menurutnya, skema pada babak pertama memang belum pernah dicoba Evan Dimas dan kawan-kawan. Apalagi di menit-menit akhir menjelang pertandingan melawan Malaysia, dua pemain, yaitu Muchlis Hadi Ning Syaifulloh dan Muhammad Dimas, Drajat dilarang bermain karena mengalami cedera. Padahal, dua pemain lain Muhammad Fatchu Rohman dan Hansamu Yama Pranata terkena akumulasi kartu kuning sehingga tidak diturunkan.

Diakui Indra, formasi pada babak pertama dibentuknya secara mendadak. Ia memasukkan playmaker di sisi sayap. Titik kelemahan ini nampaknya terbaca tim lawan.

Rencana B langsung dipasang Indra di babak kedua. Umpan-umpan pendek yang dilakukan terbukti berhasil membawa Indonesia mencetak gol di babak kedua. "Tapi kami tetap menyesal karena draw," ujarnya.

Meski demikian, Evan bersyukur dengan hasil yang diperoleh Garuda Muda dalam pertandingan kali ini. Seluruh pemain, menurutnya, berjuang mati-matian untuk lolos ke semifinal.

Pada babak semifinal yang digelar Jumat, 20 September 2013 nanti, Indonesia akan berhadapan dengan Timor Leste.

AGITA SUKMA LISTYANTI

Terpopuler:
Pengusaha Minta Jokowi Tak Stop Mal di Jakarta
SBY: Di Dunia, Hanya Indonesia Izinnya Berbelit
Miranda Goeltom ke Arya Duta dengan Alphard
Dul Cerita Kronologi Kecelakaan ke Mita The Virgin
M.S. Hidayat: Saya Penyebab Kemacetan Jakarta

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X