Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kadal Tak Berkaki Ditemukan di California  

image-gnews
Kadal ini secara sepintas mirip dengan ular, namun ada dua buah kaki yang tumbuh di dekat kepalanya yang digunakan untuk berjalan. Kadal berkaki dua (Jarujinia bipedalis) ini ditemukan di sebuah hutan di Thailand. Michael Cota/telegraph.co.uk
Kadal ini secara sepintas mirip dengan ular, namun ada dua buah kaki yang tumbuh di dekat kepalanya yang digunakan untuk berjalan. Kadal berkaki dua (Jarujinia bipedalis) ini ditemukan di sebuah hutan di Thailand. Michael Cota/telegraph.co.uk
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - "Penemuan ini menunjukkan masih banyak keanekaragaman hewan yang belum terdokumentasi di California," kata Theodore Papenfuss, ahli reptil dari Museum Zoologi Vertebrata di Universitas California Berkeley.

Uniknya, spesies baru kadal tak berkaki tak ditemukan di alam liar. Kadal-kadal itu diketahui hidup di habitat yang selama ini disinggahi manusia, seperti pembatas landasan pesawat di Bandara Internasional Los Angeles dan sepetak tanah kosong di pusat Kota Bakersfield. Kadal-kadal itu juga hidup di lahan yang digunakan untuk menyimpan mesin bor minyak dan di perbatasan Gurun Mojave.

Reptil itu sepanjang hidupnya tinggal di bawah tanah atau dekat dengan permukaan. Area tempat tinggalnya pun tak lebih lebar dari ukuran meja kecil. Mereka merayap ke permukaan saat kondisi tanah sedang basah dan lembab yang biasanya ada di dekat kayu mati atau tumpukan kardus.

Untuk memancing kadal-kadal itu, Papenfuss dan James Parham, peneliti dari Universitas California, meletakkan ribuan lembar kardus di beberapa lokasi di bagian tengah dan selatan California. Mereka rutin memeriksa lokasi kardus-kardus itu hingga akhirnya menemukan empat spesies baru.

Tiga spesies baru bahkan ditemukan sekaligus di sebelah selatan Lembah San Joaquin. "Mereka sudah ada di sana, terpisah dari spesies yang lain, selama jutaan tahun dan tak ada yang mengenalinya," kata Parham. Hasil penemuan mereka dipublikasi dalam jurnal Breviora pekan ini.

Kadal tak berkaki itu hidup dengan memangsa serangga dan larva. Mereka mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan meski tak punya kaki layaknya kadal biasa. Cukup sulit bagi orang awam untuk membedakan kadal ini dengan ular. Ciri kadal tak berkaki ini adalah mereka punya lubang telinga dan kelopak mata.

Kadal yang ditemukan di ladang minyak memiliki perut berwarna perak dinamai Anniella alexanderae. Anniella campi, kadal tak berkaki berperut kuning, ditemukan di perbatasan Gurun Mojave dan Pegunungan Sierra, Nevada. Kadal berperut ungu, Anniella grinnellli ditemukan di lahan kosong di Kota Bakersfield, sedangkan spesies keempat yang ditemukan di bandara diberi nama Anniella stebbinsi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

LIVESCIENCE | GABRIEL TITIYOGA


Topik Terhangat:
Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Penembakan Polisi | Miss World | Misteri Sisca Yofie | Info Haji

Berita Terpopuler:
SBY: Di Dunia, Hanya Indonesia Izinnya Berbelit
Pengusaha Minta Jokowi Tak Stop Mal di Jakarta
Ini Curhat Jokowi ke Boediono Soal Mobil Murah
Ahok: Indonesia Lebih Baik dari Amerika
Miss World Muslimah Galang Dana buat Pesantren
Syaharani: Vicky Banyak Menghafal Kamus


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Lumba-lumba Air Tawar Sangat Langka Mati di Tempat Baru di Sungai Amazon

30 Oktober 2023

Petugas mengukur panjang sirip  lumba-lumba pink saat melakukan sensus, di kawasan reservasi Mamiraua, Amazon, Brazil, 20 Januari 2020. Nelayan setempat masih melakukan praktek perburuan ilegal terhadap lumba-lumba air tawar atau lumba-lumba pink untuk dijadikan umpan saat memancing ikan berjenis piracatinga. REUTERS/Bruno Kelly
Lumba-lumba Air Tawar Sangat Langka Mati di Tempat Baru di Sungai Amazon

Lumba-lumba air tawar yang sangat langka mati di tempat baru di sepanjang Sungai Amazon.


Polisi Buru Komunitas Pecinta Satwa Dalam Kasus Penjualan Hewan Langka di Bekasi

28 Januari 2021

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat merilis penangkapan pedagang hewan langka/ Tempo/Julnis
Polisi Buru Komunitas Pecinta Satwa Dalam Kasus Penjualan Hewan Langka di Bekasi

Tersangka kasus penjualan hewan langka YI mengaku mendapatkan orangutan dari temannya di komunitas pecinta satwa di media sosial.


Hewan Langka: Mirip Ikan, Ular Laut Ini Bernapas dari Dahi

26 September 2019

Kepala Hydrophis cyanocinctus, ular luat yang bernapas dari dahinya. (Theconversation/Alessandro Palci)
Hewan Langka: Mirip Ikan, Ular Laut Ini Bernapas dari Dahi

Keberadaan binatang langka atau unik, Hydrophis cyanocinctus, ular laut yang bernapas dari dahinya bernama, dipublikasikan oleh The Conversation.


Kebun Binatang Gembira Loka Terima Bulus Jumbo Langka

7 Februari 2019

Bulus yang diserahkan pada pengelola Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta. Dok. Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta
Kebun Binatang Gembira Loka Terima Bulus Jumbo Langka

Seekor bulus sepanjang 1 meter dititipkan dan dirawat di Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta.


Anjingnya Mati, Wanita Ini Gugat Dokter Hewan Rp 1,3 Miliar

19 September 2018

Anjing dengan ras Siberian Husky tidur berbaris dengan enam anaknya. (dailymail)
Anjingnya Mati, Wanita Ini Gugat Dokter Hewan Rp 1,3 Miliar

Seorang wanita, Nadhila Utama, mengajukan gugatan perdata Rp 1,3 miliar terhadap dokter hewan ke Pengadilan Tangerang karena anak anjingnya mati.


Kisah Harimau Sumatera yang Mati Dibunuh Warga Mandailing Natal

6 Maret 2018

Bangkai Harimau Sumatera yang Dibunuh Warga Mandailing Natal,Ahad 4 Maret 2018. Dok.Polda Sumut.
Kisah Harimau Sumatera yang Mati Dibunuh Warga Mandailing Natal

Harimau Sumatera yang mati ditombak warga di Mandailling Natal ternyata sudah tak utuh lagi. Beberapa bagian tubuh Harimau Sumatera itu hilang.


Diburu di Tasikmalaya, Aktivis Bebaskan Kukang Jawa Hasil Rehab

28 Januari 2018

Masuk Pemukiman Warga, Petugas Lepasliarkan Kukang Jawa. TEMPO/Darma Wijaya
Diburu di Tasikmalaya, Aktivis Bebaskan Kukang Jawa Hasil Rehab

Pada peringatan Hari Primata Indonesia, IAR akan melepasliarkan 15 ekor kukang jawa di Gunung Sawal, pada Selasa 30 Januari 2018.


Nelayan Temukan Lumba-lumba Langka Berkepala Dua

7 Juli 2017

Binatang sejenis lumba-lumba berkepala dua yang tertangkap nelayan di Laut Utara, pada Mei 2017. (bbc.co.uk)
Nelayan Temukan Lumba-lumba Langka Berkepala Dua

Sekelompok nelayan menemukan bayi porpoise (mamalia mirip lumba-lumba) berkepala dua.


Bayi Lutung Perak Ini Bakal Jadi Pusat Perhatian Baru di Ragunan

26 Juni 2017

Tiga Lutung Jawa Asal Inggris Tiba di Javan Langur Center Batu. TEMPO/Dicky Nawazaki
Bayi Lutung Perak Ini Bakal Jadi Pusat Perhatian Baru di Ragunan

Bayi lutung perak berusia 1 bulan ini masih disusui induknya dan bakal berubah warna dalam setahun.


30 Kukang Hasil Sitaan Dibebaskan di Gunung Ciremai

11 Mei 2017

Beberapa ekor Kukang yang disita dari pelaku penjual hewan dilindungi, 5 Oktober 2016. TEMPO/Inge Klara
30 Kukang Hasil Sitaan Dibebaskan di Gunung Ciremai

Sebanyak 30 kukang hasil sitaan dari pedagang online akhirnya dikembalikan ke alam liar BBKSDA wilayah Jawa Barat di Taman Nasional Gunung Ciremai.