Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Awal Seteru Kenya vs Al Shabaab  

image-gnews
Seorang anggota kepolisian memegang pistol untuk melindungi para pengunjung pusat perbelanjaan yang berlarian keluar ketika terjadi penembakan di pusat perbelanjaan Westgate di Nairobi, Kenya, Sabtu (21/9). Tentara Kenya bergabung dalam operasi untuk menggempur para pelaku penembakan yang menewaskan setidaknya 39 orang di pusat perbelanjaan di Nairobi. REUTERS/Noor Khamis
Seorang anggota kepolisian memegang pistol untuk melindungi para pengunjung pusat perbelanjaan yang berlarian keluar ketika terjadi penembakan di pusat perbelanjaan Westgate di Nairobi, Kenya, Sabtu (21/9). Tentara Kenya bergabung dalam operasi untuk menggempur para pelaku penembakan yang menewaskan setidaknya 39 orang di pusat perbelanjaan di Nairobi. REUTERS/Noor Khamis
Iklan

TEMPO.CO, Nairobi – Pemerintah Kenya tidak akan mengalah pada perang melawan teror di Somalia meski saat ini kelompok militan Al Shabaab telah melakukan penyerangan dan penyanderaan di Mal Westgate, Nairobi.

Semula, kelompok militer Al Shabaab yang menyerang mal mengatakan mereka akan menghentikan aksinya jika pemerintah Kenya menarik pasukannya dari Somalia. “Kami telah memerangi pasukan Kenya selama dua tahun. Jika Kenya menginginkan perdamaian, ia harus menarik pasukannya dari Somalia,” ujar Sheikh Abu Musab Abdiasis, juru bicara operasi militer Al-Shabaab, kepada Reuters di Somalia.

Ketegangan antara kedua negara ini dimulai saat Kenya mengirim pasukan ke Somalia pada Oktober tahun 2011 untuk mengejar militan yang dituding menculik wisatawan dan menyerang pasukan keamanan. Kenya mengklaim, bersama pasukan penjaga perdamaian Afrika lainnya, pemerintah akan memerangi militan Islam di Somalia, termasuk kelompok Al Shabaab.

Namun demikian, kelompok Al Shabaab justru menilai pasukan Kenya telah membunuh umat muslim yang tak berdosa di Somalia. Oleh sebab itu, mereka memaksa Kenya untuk menarik mundur pasukannya di Somalia dengan melakukan serangan di Mal Westgate.

Tidak hanya melibatkan kedua negara ini saja. Kelompok Al Shabaab juga menuding Kenya telah mendapat bantuan dari Israel. Alih-alih menghentikan serangan, Abu Musab justru menyuruh Kenya meminta bantuan dari Israel yang diketahui telah membantu Kenya untuk merumuskan strategi guna mengakhiri serangan berdarah ini.

REUTERS | ANINGTIAS JATMIKA

Berita Terpopuler:

Saran Menkeu Malaysia Soal Pemindahan Ibu Kota 
Indonesia Juara Piala AFF Melalui Drama Adu Penalti 
Ini 7 Korban Kecelakaan Maut Senayan 
Laga Indonesia Vs Palestina Diundur 
BlackBerry Tarik Aplikasi BBM di Android


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pemilu Kenya Memanas, 11 Warga Dilaporkan Tewas

13 Agustus 2017

Polisi anti huru hara melepaskan gas air mata ke arah pendemo yang mendukung pemimpin oposisi Raila Odinga, di Mathare, di Nairobi, Kenya, 12 Agustus 2017. Tindakan Kepolisian Kenya telah membuat setidaknya 11 orang meninggal dalam sebuah demonstrasi karena Pendemo marah atas kemenangan Presiden Uhuru Kenyatta dalam pemilihan umum ulang. REUTERS
Pemilu Kenya Memanas, 11 Warga Dilaporkan Tewas

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Kenya mengatakan 24 orang telah ditembak mati oleh polisi sejak Selasa, hari pemilihan umum


Tragis, Murid Tewas Dipukuli Guru karena Tak Bisa Membaca

1 Februari 2017

Tiga murid di sekolah dasar Mukandamia meninggal dunia usai dipukuli oleh gurunya karena tidak bisa membaca. nation.co.ke
Tragis, Murid Tewas Dipukuli Guru karena Tak Bisa Membaca

Joy Wangari, murid kelas III Sekolah Dasar Mukandamia Solio, Kenya, tewas setelah dipukuli guru dan teman sekelas karena tak bisa membaca.


Al-Shabab Klaim membunuh Puluhan Serdadu Kenya

28 Januari 2017

Tentara keamanan Kenya tiba di Rumah sakit untuk menjaga jenazah terduga pelaku penyerangan Universitas Garissa di Kenya, 4 April 2015. Serangan milisi Al-Shabab menewaskan setidaknya  147 orang dan 79 lainnya luka-luka. AP/Ben Curtis
Al-Shabab Klaim membunuh Puluhan Serdadu Kenya

Keterangan al-Shabab kepada Reuters tersebut dibantah angkatan bersenjata Kenya.




Serang Polisi, Pria Kenya Ditembak Mati di Depan Kedubes AS  

28 Oktober 2016

Ilustrasi pembunuhan menggunakan pisau. Tempo/Indra Fauzi
Serang Polisi, Pria Kenya Ditembak Mati di Depan Kedubes AS  

Motif penyerangan Kedutaan Besar Amerika Serikat itu belum diketahui.


Malala Rayakan Ulang Tahun Ke-19 Bersama Pengungsi Kenya  

13 Juli 2016

Layar menampilkan Malala Yousafzai saat berpidato di rapat pleno PBB Sustainable Development Summit 2015 di Markas PBB, Manhattan, New York,  25 September 2015. Malala mendesak para pemimpin dunia untuk
Malala Rayakan Ulang Tahun Ke-19 Bersama Pengungsi Kenya  

Selama di pengungsian, Malala mengingatkan para remaja perempuan agar menempuh pendidikan 12 tahun.


Kepala Intelijen Al-Shabab Tewas Terbunuh di Kenya  

19 Februari 2016

Seorang ibu menangis saat melihat anaknya dievakuasi usai berakhirnya serangan miltan Al-Shabab ke Universitas Garissa di Kenya, 4 April 2015. 4 militan Al-Shabab yang menyerang universitas Garissa mengenakan senjata AK-47 dan rompi berisi bahan peledak. REUTERS
Kepala Intelijen Al-Shabab Tewas Terbunuh di Kenya  

Kepala intelijen Al-Shahab Mahad Mohammed Karatey, berstatus sebagai seorang teroris, tewas terbunuh dalam sebuah serangan udara oleh militer Kenya.


Bus Diserang, Pria Ini Tewas Demi Lindungi Penumpang Kristen

21 Januari 2016

Senjata hasil sitaan dan mayat militan al-Shabaab dikumpulkan pihak militer di Mpekatoni, Kenya 15 Juni 2015. Pihak militer menyita sejumlah senjata, termasuk 13 senapan AK-47, lima roket berpeluncur granat dan delapan granat. REUTERS/Goran Tomasevic
Bus Diserang, Pria Ini Tewas Demi Lindungi Penumpang Kristen

Salah Farah, seorang muslim warga Kenya, menolak permintaan milisi al Shabaab memisahkan diri dari penumpang bus beragama Kristen. Ia pun tewas.


Serangan Bus di Kenya, Muslim Lindungi Umat Kristen  

22 Desember 2015

ANTARA/Ahmad Subaidi
Serangan Bus di Kenya, Muslim Lindungi Umat Kristen  

Kaum muslim berdiri bersama umat Kristen dan menantang penyerang membunuh mereka semua atau pergi meninggalkan mereka.


50 Prajurit Uni Afrika Tewas dalam Serangan Militan Al-Sheba

3 September 2015

Ilustrasi pejuang garis keras Al-Shabab.  AFP/Mustafa ABDI/Getty Images
50 Prajurit Uni Afrika Tewas dalam Serangan Militan Al-Sheba

Serangan adalah upaya balas dendam kematian tujuh orang sipil oleh militer Uganda dalam upacara pernikahan di Kota Merka.


Ingin Damai, Bintang Maraton Kenya Lari Ratusan Kilometer

17 Juli 2015

Suasana di Taman Nasional Amboseli, Kenya, pada saat matahari akan tenggelam, 26 Januari 2015. REUTERS/Goran Tomasevic
Ingin Damai, Bintang Maraton Kenya Lari Ratusan Kilometer

Kampanye mereka bertajuk "22 Hari Jalan Perdamaian".