Kapal Tenggelam, Imigran Tinggal di Jakarta

Kapal Tenggelam, Imigran Tinggal di Jakarta

Pecahan kapal kayu yang membawa puluhan imigran gelap disapu ombak di pantai Agrabinta, Sukabumi, (28/9). Meski Australia telah menghentikan pemberian suaka, tidak menyurutkan tekad para imigran untuk menyelundup ke negara tersebut. REUTERS/Beawiharta

TEMPO.CO, Bandung -Sebelum mengalami kecelakaan di perairan Cianjur, puluhan imigran gelap asal Timur Tengah dihimpun para pelaku inisiatornya di sebuah apartemen di Jakarta Pusat selama dua bulan terakhir.

"Mereka ditampung di sebuah apartemen di Jalan Rasuna Said dan mess di Jalan Pramuka, Jakarta,"ujar juru bicara Polda Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul saat dihubungi, Sabtu 28 September 2013.

Beberapa hari lalu, mereka bertolak ke kawasan pelabuhan di wilayah Banten untuk menyeberang secara gelap ke wilayah Australia. "Mereka berangkat ke Banten dengan menumpang tujuh kendaraan roda empat," kata Martinus.

Setiba di sebuah pantai di Banten, para imigran asal Irak, Libanon, dan negeri Timur Tengah lainnya ini lalu menaiki kapal tongkang untuk menyeberang ke perairan Australia. Di tengah laut, nakhoda meninggalkan kapal setelah menerima duit dari para imigran dengan menggunakan perahu kecil.

"Kapal akhirnya dikemudikan sendiri oleh imigran (yang mampu mengemudi). Namun kemudian mereka terombang-ambing sekitar 5 hari di laut sampai kehabisan solar dan akhirnya kapal pecah di perairan Agrabinta, Cianjur,"kata Martinus. 

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X