indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kasus Holly, Polisi Dalami Sidik Jari Mr X

Kasus Holly, Polisi Dalami Sidik Jari Mr X

Suasana di tempat kejadian perkara jatuhnya jasad Mr X, pria yang melompat dari lantai 9 apartemen Holly Angela di Kawasan Kalibata City, Jakarta (02/10). Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta- Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, mengatakan polisi sedang mendalami sidik jari Mr X, pria yang diduga melompat dari kamar apartemen milik Holly Angela. Hal ini dilakukan, kata dia, mengingat identitas seseorang terekam dalam catatan sipil. "Sedang dalam penyelidikan lebih lanjut," kata dia kepada Tempo, Ahad, 6 Oktober 2013.

Selain itu, kepolisian hingga saat ini masih mencari saksi yang kenal dengan Mr X. "Hingga saat ini masih melakukan penelusuran saksi," ujar Rikwanto.

Lima hari berlalu sejak Holly Angela, 36 tahun, ditemukan tewas dalam keadaan terikat di kamarnya, Tower Ebony, apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Bersamaan dengan itu, di lantai dasar, jasad Mr X juga tergeletak tak bernyawa dengan luka benturan parah pada wajah.

Hingga kini, kasus pembunuhan Holly masih gelap karena identitas Mr X belum jelas. Polisi menduga pria tak dikenal tersebutlah yang membunuh Holly. Polisi menemukan sepotong besi dan beberapa pakaian pria di kamar istri Gatot Supriantono, Auditorat Keuangan Negara I BPK, tersebut.

Demi titik terang, sejak kemarin polisi telah menyebar foto wajah Mr X. Selebaran itu berisi tiga foto Mr X dengan ciri khusus pada pergelangan kaki kanannya. Ciri lain Mr X adalah tinggi badan 170 sentimeter, berat sekitar 80 kilogram, dan berkulit sawo matang.

Pihak kepolisian juga menduga penganiayaan yang dilakukan terhadap Holly Angela dilakukan secara terencana. "Diduga pelaku membawa besi dari luar apartemen," ujar Kepala Kepolisian Sektor Metro Pancoran, Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Nengah Adi, pada Jumat lalu, 4 Oktober 2013.

Dia mengatakan besi sepanjang 50 sentimeter itu digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Luka sobek pada wajah Holly diyakini hasil dari hantaman benda keras itu. Simpulan ini diambil polisi karena di lokasi apartemen tidak ditemukan padanan benda yang cocok dengan besi tersebut. "Tidak ada yang cocok," ujarnya.

AMRI MAHBUB | ATMI PERTIWI | M. ANDI PERDANA

Baca juga:

Pelajar Penyiram Air Keras di Bus PPD Tertangkap

Tompel Siram Air Keras di Bus Bukan karena Tawuran

Bea Perawatan Korban Air Keras Ditanggung Sendiri

Lokasi Pasar Malam PKL Diguyur Hujan

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X