indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kinerja Lurah Jakarta Dievaluasi November

Kinerja Lurah Jakarta Dievaluasi November

Gubernur DKI Jakarta Jokowi saat berbicara di depan seluruh Camat dan Lurah Se-Jakarta di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, (25-10). Jokowi menekankan agar semua Camat dan Lurah membangun persepsi dari sekarang untuk melayani masyarakat. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mewanti-wanti camat dan lurah di Jakarta untuk terus meningkatkan kinerjanya. Rencananya ia akan melakukan evaluasi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja lurah pada mulai November nanti. "Kami akan melakukan survei kepuasan masyarakat," kata pria yang akrab dipanggil Jokowi itu, Selasa, 8 Oktober 2013.

Jokowi menamakan programnya itu sebagai costumer satisfation index. Teknisnya, selama bulan-bulan tersebut, Jokowi akan menyebar tim di semua kelurah dan kecamatan. Tim tersebut melakukan jejak pendapat tentang kepuasan layanan di kelurahan atau kecamatan.

Selain itu, tim ini akan memantau kondisi di tiap kantor pelayanan ini. Mulai dari pelayanan hingga hal kecil-kecil seperti salam, sapa, senyum yang dilontarkan petugas. Bahkan permen pun menjadi sorotan. Jokowi mengatakan akan ada tiga tingkatan penilaian yaitu sangat memuaskan, puas, dan kurang. Untuk yang kurang ini Jokowi memberi peringatan. "Kalau kurang, ya bisa dicopot," ujarnya.

Sejauh ini, Jokowi mengaku cukup puas dengan pencapaian jajarannya di Kelurahan dan Kecamatan. Misalnya, pelayanan pengurusan kartu tanda penduduk atau surat lainnya yang bisa diurus dalam waktu singkat. Bahkan dia mengapresiasi jajaran lurah dan camat yang juga blusukan. "Pemimpin itu harus tahu medan, jangan cuma di kantor saja," katanya.

SYAILENDRA

Berita Terpopuler Lainnya


Korupsi, Mahfud Md. Siap Potong Jari dan Leher
Ratu Atut Akhirnya Muncul di Hadapan Publik
Dinasti Keluarga Atut & Kemiskinan di Banten
Silsilah Dinasti Banten, Abah Chasan dan Para Istr

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X