Ada Pemilih Berumur 2014 Tahun di Sleman

Ada Pemilih Berumur 2014 Tahun di Sleman

KPU DKI Jakarta mengajak warga untuk cek nama Daftar Pemilih Sementara di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/9). TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Sleman - Sebanyak 20 nama pemilih terdaftar berusia 2014 tahun. Data tak valid itu ditemukan dalam Daftar Pemilih Tetap di dua tempat pemungutan suara di dua desa di Sleman, Yogyakarta.

"Itu patut diduga daftar pemilih fiktif," kata Eko Suwanto, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu petang, 17 November 2013.

Ia mencermati dan mengambil sampel satu TPS di setiap kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di TPS 14 Maguwoharjo, selain ditemukan pemilih dengan usia 2014, juga ditemukan kejanggalan lainnya, yaitu 10 pemilih dengan nomor induk kependudukan (NIK) tertulis 0.

Itu belum termasuk alamat RT ditulis 0 ada lima pemilih, begitu pula alamat RW ditulis 0 ada lima pemilih dan tanpa alamat satu pemilih. Sementer yang tidak dilengkapi dengan tempat lahir ada delapan pemilih.

Untuk Kabupaten Bantul, Daftar Pemilih Tetap yang dicermati adalah di TPS 21 Sumbermulyo, Bambanglipuro. Selain ditemukan ada sembilan pemilih yang berumur 2014 tahun, pemilih tanpa NIK ada 23 orang. Juga ditemukan satu orang tidak tercantum umurnya.

"Komisi Pemilihan Umum tidak cermat, apa mereka mengantuk saat validasi. Semua orang juga tahu, umur manusia tidak sampai segitu," kata Eko sambil menambahkan sejumlah data janggal ditemukan di sejumlah tempat lainnya.

Secara keseluruhan di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam DP4 ada 2.748.884 orang. Pada daftar pemilih sementara menjadi 2.778.414 orang, sedangkan dalam Daftar Pemilih Tetap menjadi 2.731.882. "Kisruh Daftar Pemilih Tetap merupakan masalah sangat serius dalam tahapan Pemilu 2014," kata Eko.

Menurut Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Sleman Sutoto Jatmiko, temuan-temuan itu akan dikoordinasikan dengan Komisi Pemilihan Umum. Seharusnya, setelah ditetapkan pada 2 November lalu, tidak ada lagi kesalahan.

"Temuan masyarakat akan kami tindak lanjuti. Juga memantau sampai 9 April 2014 jumlah orang yang meninggal dan masuk dalam daftar," kata dia.

Baca: Kisruh DPT merebak dimana-mana

M SYAIFULLAH

Terpopuler
Jonas Minta Maaf, FPI Tetap Ingin Dia ke Penjara

Pemerintah Waspadai 'Cyber Crime'

Mariah Carey Merasa Dibohongi di Idol

Pengguna Teknologi Diajak Peduli Cyber Crime

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X