Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Remas Dada Penumpang, Tukang Ojek Diciduk

image-gnews
Ilustrasi. zazzle.com
Ilustrasi. zazzle.com
Iklan

TEMPO.CO, Bima - Seorang tukang ojek di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, terpaksa berurusan dengan polisi. Sebab, pemuda bernama Abdul Kohil alias Cen itu nekat memegang payudara seorang pelajar sekolah menengah atas setempat.

Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bima meringkus AK, 32 tahun, atas tuduhan melakukan pencabulan di berbagai tempat. Ulah tak pantas pelaku ini membuat perempuan yang sedang menggunakan jasa ojek takut mendapat perlakuan serupa.

Pria yang sehari-hari sebagai tukang ojek ini dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan yang menumpang ojeknya, mulai pelajar hingga ibu rumah tangga. "Dia sudah kami periksa,” kata Kepala Urusan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bima, Inspektur Dua Muhammad Yamin, kepada Tempo, Selasa, 3 Desember 2013.

Menurut Yamin, modus pelaku ialah sengaja mencari korban perempuan yang menunggu ojek . Bahkan, pelaku mengaku ingin menguji ilmu yang diberikan oleh gurunya.

Ketika memasuki kawasan sepi, pelaku biasanya meremas payudara korban dari atas kendaraan. Korban yang terkejut sontak berteriak dan melompat dari kendaraan. 

Namun, tak semua korban berhasil menyelamatkan diri usai dilecehkan. Ada korban yang ketakutan dan justru memutuskan berhenti di tengah jalan. Wanita-wanita malang ini lalu dipaksa turun lalu diseret ke tempat yang sepi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Korban terakhir, IM, terpaksa meloncat dari motor yang ditumpangi. Korban berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar teriakan itu mendatangi lokasi kejadian sehingga membuat pelaku lari tunggang-langgang. Pelaku bersembunyi di kantor Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Puluhan warga memukulinya berkali-kali sebelum polisi datang membawanya ke kantor Polres Kota Bima.

Menurut informasi, para korban pelecehan seksual ini mayoritas pelajar sekolah menengah atas. Sebagian korban lainnya adalah guru perempuan hingga ibu rumah tangga yang berusia paruh baya. Mereka rata-rata dikerjai dengan cara yang sama.

Penangkapan ini setidaknya membuat para perempuan yang berkendara di Jalan Raya Kota Bima merasa lega. Sebab, kisah perbuatan cabul ini telah menyebar dan menjadi momok bagi mereka. "Syukur kalau sudah ditangkap," kata SI, salah satu pelajar perempuan yang kerap menggunakan jasa ojek menuju sekolah.

AKHYAR M. NUR

Terpopuler:
Paul Walker Punya Rumah Rahasia di Mentawai
Bercerai, Andi Soraya Diusir dari Rumahnya  
Kapolri Sutarman: Jilbab Rp 5 Ribu Sudah Dapat  
Petisi Paul Walker untuk Lindungi Mentawai
Oegroseno: Jangan Sampai Jilbab Lebih Seksi   
Berkat Paul Walker, Terumbu Karang Mentawai Selamat 
Ahok: Untung Saya Enggak Bawa Pistol 
Mobil Maut Paul Walker Seharga Rp 5 Miliar  

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

10 Perilaku Pasangan yang Merendahkan Anda dan Hubungan, Jangan Ditoleransi

4 hari lalu

Ilustrasi pasangan cemburu. Freepik.com
10 Perilaku Pasangan yang Merendahkan Anda dan Hubungan, Jangan Ditoleransi

Anda sering terluka atau mempertanyakan harga diri. Berikut perilaku pasangan yang menjadi sinyal Anda harus bersikap tegas dalam hubungan.


Tanggapan Pihak Johnny Depp atas Tuduhan Pelecehan Verbal dari Lawan Mainnya

6 hari lalu

Aktor dan produser Johnny Depp hadir dalam sesi pemotretan untuk mempromosikan film dokumenter
Tanggapan Pihak Johnny Depp atas Tuduhan Pelecehan Verbal dari Lawan Mainnya

Tanggapan Johnny Depp setelah dituduh melakukan pelecehan verbal terhadap lawan mainnya di lokasi syuting film Blow yang dirilis 23 tahun lalu.


Mantan Produser Nickelodeon Minta Maaf Atas Perilakunya yang Diungkap Serial Quiet On Set

8 hari lalu

Dan Schneider, mantan produser Nickelodeon. Foto: YouTube DanWarp
Mantan Produser Nickelodeon Minta Maaf Atas Perilakunya yang Diungkap Serial Quiet On Set

Mantan Produser Nickelodeon, Dan Schneider terseret kasus pelecehan, seksisme, rasisme, dan perlakuan tidak pantas terhadap artis cilik.


Fakultas Filsafat UGM Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa dengan Korban 8 Orang

9 hari lalu

Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. (FOTO ANTARA)
Fakultas Filsafat UGM Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa dengan Korban 8 Orang

Fakultas Filsafat UGM menunggu laporan dari para korban untuk penanganan yang lebih tepat dan cepat.


Kilas Balik Kasus Pungli di Rutan KPK, Terbongkarnya Diawali Kejadian Pelecehan Seksual

11 hari lalu

Wakil Ketua KPK, Nurul Gufron, Sekjen KPK, Cahya Hardianto Harefa, Direktur Penindakan Asep Guntur Rahayu (kiri) dan juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan), menghadirkan 15 orang petugas Rutan KPK resmi memakai rompi tahanan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 15 Maret 2024. TEMPO/Imam Sukamto
Kilas Balik Kasus Pungli di Rutan KPK, Terbongkarnya Diawali Kejadian Pelecehan Seksual

KPK telah menetapkan 15 tersangka kasus pungutan liar di rumah tahanan KPK. Berikut kilas baliknya, diawali kejadian pelecehan seksual.


Dugaan Pelecehan oleh Rektor Universitas Pancasila, Polisi Periksa 15 Saksi

22 hari lalu

Rektor nonaktif Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno didampingi kuasa hukumnya usai menjalani pemeriksaan dugaan kasus pelecehan seksual di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 29 Februari 2024. Dalam keteranganya, tudingan adanya pelecehan seksual tersebut hanya asumsi karna tidak ada bukti yang sah, ia juga mengaku kasus ini bagian dari politisasi menjelang pemilihan rektor. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Dugaan Pelecehan oleh Rektor Universitas Pancasila, Polisi Periksa 15 Saksi

Rektor Universitas Pancasila nonaktif Edie Toet Hendratno dilaporkan dua orang atas dugaan pelecehan


Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Dokter di Palembang, Pelapor akan Serahkan Barang Bukti

27 hari lalu

Ilustrasi Pelecehan Seksual. govexec.com
Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Dokter di Palembang, Pelapor akan Serahkan Barang Bukti

Perkara dugaan pelecehan seksual oleh dokter di salah satu rumah sakit di Jakabaring, Palembang, terus bergulir di Polda Sumatera Selatan


Datangi Polda, Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Bantah Lakukan Pelecehan Seksual

28 hari lalu

Rektor nonaktif Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno alias ETH, 72 tahun, saat tiba di Polda Metro Jaya, Kamis, 29 Februari 2024. Foto: ANTARA/Ilham Kausar
Datangi Polda, Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Bantah Lakukan Pelecehan Seksual

Rektor Universitas Pancasila nonaktif, Edie Toet Hendratno, 72 tahun, memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa di kasus dugaan pelecehan seksual


Rektor Universitas Pancasila Diperiksa Hari Ini, Korban Bantah Ada Motif Politik

28 hari lalu

Demonstran membakar kayu dan kardus di depan Gedung Rektor Universitas Pancasila, saat demonstrasi menolak rektor yang diduga mmelakukan pelecehan di Lenteng Agung, Jakarta, 27 Februari 2024. TEMPO/Jati Mahatmaji
Rektor Universitas Pancasila Diperiksa Hari Ini, Korban Bantah Ada Motif Politik

Pengacara rektor Universitas Pancasila menuding ada motif politik karena isu pelecehan seksual ini mencuat jelang pemilihan rektor.


Yayasan Minta Rektor Universitas Pancasila Kooperatif Jalani Proses di Polisi soal Dugaan Pelecehan

30 hari lalu

Sekretaris YPPUP Yoga Satrio didampingi Plt Rektor Universitas Pancasila Sri Widyastuti (tengah) dan Warek IV Diennaryati Tjokrosuprihatono saat jumpa pers di lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Pancasila, Kampus Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Februari 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Yayasan Minta Rektor Universitas Pancasila Kooperatif Jalani Proses di Polisi soal Dugaan Pelecehan

Yayasan Universitas Pancasila meminta rektor nonaktif ETH kooperatif menjalani proses di kepolisian dalam kasus dugaan pelecehan seksual