Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

AS Pertahankan Program 'Perisai Rudal' di Eropa  

Editor

Abdul Manan

image-gnews
Rudal anti rudal Patriot buatan Amerika Serikat. Amerika berencana  menjual Patriot, helikopter Black Hawk, kapal buru srgap dan informasi teknologi kepada Taiwan, yang membuat Cina marah (30/1). AP/File
Rudal anti rudal Patriot buatan Amerika Serikat. Amerika berencana menjual Patriot, helikopter Black Hawk, kapal buru srgap dan informasi teknologi kepada Taiwan, yang membuat Cina marah (30/1). AP/File
Iklan

TEMPO.CO, Washington -  Selama bertahun-tahun pemerintah Amerika Serikat telah menegaskan bahwa sistem pertahanan rudal yang direncanakan di Eropa berfungsi untuk melindungi sekutunya dari ancaman serangan Iran. Alasan itu kini dipertanyakan oleh Rusia setelah Iran bersedia bernegosiasi soal program nuklirnya. Rusia, yang melihat 'Perisai Rudal Eropa' itu sebagai ancaman bagi negaranya, menyarankan agar program itu tak lagi dipertahankan.

Tapi, Gedung Putih pada hari Kamis 5 Desember 2013 mengatakan bahwa perisai rudal, atau dikenal sebagai European phased adaptive approach (EPAA), tidak akan diutak atik. "Rencana kami mengenai pertahanan rudal di Eropa dan komitmen kami untuk EPAA sebagai kontribusi AS untuk pertahanan rudal NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara), tetap tidak berubah," kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Laura Lucas Magnuson.

Ide untuk membongkar sistem pertahanan rudal NATO dilayangkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Rabu 4 Desember 2013 setelah ada pertemuan antara Rusia dan petinggi NATO. "Jika program nuklir Iran ditempatkan di bawah kendali penuh dan ketat Badan Energi Atom Internasional (IAEA), alasan untuk penciptaan sistem pertahanan rudal menjadi tidak valid," kata Lavrov saat itu.

Menempatkan program nuklir Iran di bawah kendali ketat PBB masih memerlukan pembicaraan komprehensif antara Iran dan enam kekuatan dunia, yang terdiri dari AS, Rusia, Cina, Inggris, Prancis dan Jerman, atau yang disebut P5 +1. Negosiator masih memiliki setengah tahun untuk menuntaskan rincian kesepakatan akhir, yang bisa bubar setiap saat. "Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, seperti kita bernegosiasi soal bentuk solusi yang komprehensif selama enam bulan ke depan," kata Lucas Magnuson .

Sikap Gedung Putih soal perisai rudal Eropa ini mendapatkan persetujuan senator Republik. "Kami benar-benar harus terus menempatkan sistem pertahanan rudal yang efektif dan terjangkau di Eropa," kata Senator James Inhofe. Memang tak semua Republikan lega dengan sikap ini. Senator lainnya khawatir soal perisai rudal Eropa itu akan menjadi salah satu alat tawar menawar Rusia dalam penyelesaian komprehensif tentang nuklir Iran.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Bahkan jika kesepakatan itu bekerja dalam enam bulan ke depan, Iran akan mempertahankan kemampuan untuk memperkaya bahan nuklir untuk merakit senjata nuklir di masa depan, dan akan mampu merakitnya di lapangan dengan waktu jauh lebih sedikit daripada yang dibutuhkan untuk AS dan NATO untuk menggelar sistem pertahanan rudal di Eropa," kata Inhofe.

Sistem pertahanan rudal yang efektif, kata Inhofe, juga merupakan pelindung penting dari negara-negara lain yang mungkin memilih untuk mengikuti jejak berbahaya seperti Iran dan Korea Utara.

Foreign Policy | Abdul Manan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

7 Februari 2021

Seorang wanita meniup kantong plastik saat mengambil sampel udaranya untuk tes Covid-19 menggunakan GeNose C19 di sebuah stasiun kereta di Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. Alat buatan Indonesia ini mulai digunakan untuk screening penumpang kereta jarak jauh. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran Covid-19 dari 192 negara.


Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

6 Februari 2021

Bupati terpilih Sabu Raijua, NTT, Orient P Riwu Kore menjadi perbincangan setelah disebut-sebut sebagai warga negara Amerika Serikat. Orient mengakui sempat memiliki paspor AS, namun tidak lantas mengubah status kewarganegaraannya. Facebook.com
Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, mengungkapkan alasannya mengikuti pemilihan kepala daerah 2020


Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

4 Februari 2021

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengikuti pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana di Singapura, 11 Juni 2018. REUTERS/Jonathan Ernst
Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

Tim pengacara Donald Trump berkeras Senat tak cukup kuat punya otoritas untuk memakzulkan Trump karena dia sudah meninggalkan jabatan itu.


Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.


Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

3 Februari 2021

Ilustrasi microchip semikonduktor. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]
Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

Pada 2019 grup otomotif menyumbang sekitar sepersepuluh dari pasar semikonduktor senilai 429 miliar dolar Amerika Serikat.


Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

30 Januari 2021

Sekitar ratusan ribu warga Amerika Serikat turun ke jalan pada Sabtu, 30 Juni 2018, menuntut pemerintahan Presiden Donald Trump mengizinkan imigran masuk dan mempertemukan anak imigran dengan orang tua mereka. Reuters
Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

Imigran dari Suriah mendapat kelonggaran aturan sehingga mereka bisa tinggal di Amerika Serikat dengan aman sampai September 2022.


Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

30 Januari 2021

Gas air mata dilepaskan di antara pengunjuk rasa saat bentrokan dengan polisi di Gedung Capitol pada rapat pengesahan hasil pemilihan presiden 2020 oleh Kongres AS di Gedung Capitol AS di Washington, 6 Januari 2021. Sekitar 350 pasukan Garda Nasional D.C. dikerahkan untuk mengantisipasi kerusuhan yang diperkirakan akan terjadi. REUTERS/Shannon Stapleton
Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

Tutorial pembuatan bom ditemukan di rumah anggota kelompok ekstremis Proud Boys, Dominic Pezzola, yang didakwa terlibat dalam kerusuhan US Capitol


Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

29 Januari 2021

Wartawan asal Amerika Serikat, Daniel Pearl, yang tewas dipenggal pada 2002. Sumber: The Times of Israel
Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pembebasan pembunuh jurnalis Wall Street, Journal Daniel Pearl, oleh Mahkamah Agung Pakistan.


Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

29 Januari 2021

Dokter umum Luisa Vera bereaksi setelah menerima vaksin virus corona (Covid-19) buatan Pfizer-BioNTech di Universitas Kesehatan Indiana, Rumah Sakit Methodist di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, Rabu, 16 Desember 2020. Kredit: ANTARA FOTO/REUTERS/Bryan Woolsto/HP/djo/am.
Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat kini mengizinkan dokter dan perawat yang sudah pensiun untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19


Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

27 Januari 2021

Silinder berisi uranium di fasilitas nuklir Fordow, Iran.[IRNA]
Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan hal yang salah jika AS kembali ke perjanjian nuklir Iran