Tanah Ambles, Belasan Rumah di Pacitan Rusak

Tanah Ambles, Belasan Rumah di Pacitan Rusak

502 Rumah di Majalengka Rusak Akibat Tanah Amblas

TEMPO.CO, Madiun - Sebanyak 19 rumah warga di Dusun Ngasem, Desa Kedungbendo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, rusak. Kerusakan itu disebabkan amblesnya tanah di permukiman pada Kamis, 9 Januari 2014, akibat terus-menerus diterjang aliran air Sungai Grindulu selama musim hujan ini.

“Rumah-rumah warga itu sudah mepet dengan bibir sungai (yang hanya bertalud tanah),” kata Kepala Desa Kedungbendo, Bambang Sulistyo, saat dihubungi Tempo, Jumat, 10 Januari 2014.

Dari belasan rumah itu, menurut dia, tiga di antaranya telah roboh. Sementara lima hunian mengalami rusak berat dan 11 lainnya rusak sedang. Beruntung, dalam peristiwa itu tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka. Belum diketahui jumlah kerugian materiil akibat bencana itu.

Beberapa saat sebelum tanah ambles terjadi, Bambang melanjutkan, 98 warga yang menghuni rumah tersebut telah mengungsi ke rumah penduduk lain dan SD Negeri 2 Kedungbendo. “Warga menyelamatkan diri setelah mengetahui ada tanda-tanda akan terjadi tanah ambles,” ujarnya.

Saat kejadian berlangsung, di wilayah desa setempat diguyur gerimis dan debit Sungai Grindulu normal. Namun, beberapa hari sebelumnya, aliran sungai terbesar di Pacitan itu terus-menerus meningkat dan menggerus bibir sungai.

Sejumlah warga dibantu petugas dari beberapa instansi di lingkungan pemerintah kabupaten, TNI, dan kepolisian mengevakuasi barang-barang dari rumah rusak tersebut.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pacitan, Ratna Budiono, menyatakan fokus utama penanganan yang dilakukan adalah penyelamatan warga dan harta benda. “Untuk kerugian materiil masih kami hitung di lapangan,” katanya.

Menurut Ratna, selain menginventarisasi kerugian materiil, pemerintah setempat juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jatim dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Petugas dari BPBD Jatim diterjunkan ke Pacitan untuk mengidentifikasi tanah ambles di Desa Kedungbendo tersebut.

NOFIKA DIAN NUGROHO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X