Tangerang Dikepung Banjir

Tangerang Dikepung Banjir

Warga menyantap makanannya di warung nasi yang terendam rob di kawasan Kosambi, Tangerang, Banten (15/12). Kawasan tersebut kerap terendam banjir rob akibat drainase yang buruk. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Tangerang - Hujan yang mengguyur Tangerang dalam dua hari terakhir tak urung menimbulkan banjir di sejumlah kawasan pemukiman. Hari ini, berdasarkan data dan pengamatan Tempo, ada banyak titik banjir di lima kecamatan: Kecamatan Ciledug, Larangan, Cipondoh, Cibodas, Jatiuwung, dan Tangerang.

Berdasarkan pengamatan, di ruas Jalan Hasyim Ashari tepat di depan gerbang perumahan Ciledug Indah I, kubangan air menyebabkan akses jalan menuju Jakarta Selatan dari Ciledug terblokir. Di lokasi ini, banjir memang sudah menjadi langganan. Setiap hujan deras, aliran Kali Angke meluap dan merendam pemukiman penduduk di Ciledug Indah I dan II Kelurahan Pedurenan, CI1 dan CI2, DDN, Wisma Tajur, Purikartika, Duren Villa Metro Permata, Pinang Griya, dan sekitarnya.

Elita Rudi, warga Ciledug, mengatakan air Kali Angke mulai naik pada Senin dinihari, 14 Januari 2014. “Sekarang ini naik lagi, paling tinggi yang pernah saya alami,” katanya.

Untuk antisipasi, Lurah Pedurenan, Mustiah, sejak Ahad malam sudah meminta petugas penanggulangan bencana bersiaga di posko masing-masing. Permintaan itu menyusul ketinggian air di Kali Angke mencapai 230 sentimeter.

Luapan Kali Sabi juga merendam pemukiman warga di Perumnas IV dan Duta Asri di Kecamatan Cibodas; Perumahan Taman Cibodas di Kecamatan Jatiuwung; Perumahan Total Persada Kecamatan Periuk dan Perumahan Sekretariat Negara, Kelurahan Cikokol, Kecamatan Tangerang; serta Perumahan Karang Tengah Permai dan Karang Mulya di Kecamatan Karang Tengah.

Dalam pengamatan Tempo, selain curah hujan yang cukup tinggi, buruknya sistem drainase membuat kawasan pemukiman padat penduduk ini terendam banjir. Di Perumahan Duta Asri, sekitar 500 rumah penduduk terendam air. Luapan air masuk ke rumah penduduk hingga 50 sentimeter. Senin siang ini, ketinggian air berangsur surut, namun jalan menuju pemukiman masih tergenang air cukup tinggi.

Sementara itu, ruas jalan Ahmad Dahlan juga mengalami kemacetan akibat luapan anak Kali Angke. Ruas jalan ini merupakan akses penting bagi warga Tangerang menuju Jakarta Barat. ”Banyak yang balik arah pulang ke rumah, ketinggian air mencapai 50 sentimeter,” kata Hastanti, warga Cipondoh yang bekerja di Jakarta Barat.

Pemerintah Kota Tangerang saat ini sedang mendata kawasan banjir. Kepala Bagian Humas Dan Protokol Sugihharto Achmad Bagdja mengatakan, pihaknya masih melakukan pemantauan di lapangan. “Kami sedang memantau dan melakukan penanganan banjir. Air rata-rata menggenangi pemukiman (setinggi) 40 sentimeter,” kata Sugiharto.





AYU CIPTA





Berita Terkait
Banjir Jakarta, 5.000 Orang Mengungsi

Sejumlah Perumahan Di Bekasi Terendam Banjir

Banjir, PLN Padamkan 130 Gardu Listrik

21 Titik Banjir di Jakarta

Siklon Tropis Bisa Perparah Banjir Jakarta?













Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X