Status Gunung Kelud Naik Jadi Siaga

Status Gunung Kelud Naik Jadi Siaga

Wisatawan menikmati pemandangan kawasan wisata Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur, (11/8). Gunung Kelud memiliki tiga puncak gunung, yaitu puncak Gajah Mungkur, Puncak Kelud, dan Puncak Sumbing. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Kediri - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Kelud naik dari waspada menjadi siaga (level 3). Masyarakat dilarang mendekati puncak Kelud dalam radius lima kilometer.

Kepala Kantor Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Ngaseri, mengatakan penetapan status siaga ini disampaikan petugas pos pemantauan Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, pukul 16.00 WIB. Status ditingkatkan menyusul semakin naiknya aktivitas vulkanik Gunung Kelud. "Sejak sore tadi statusnya menjadi siaga," kata Ngaseri saat dihubungi, Senin, 10 Februari 2014.

Menurut laporan yang dia terima dari pos pemantauan, aktivitas Gunung Kelud cukup membahayakan. Menurut catatannya, terjadi 50 gempa vulkanik dalam, 108 gempa vulkanik atas, dan satu gempa tektonik jauh sejak pukul 12.00-18.00 WIB. Sedangkan suhu di puncak Kelud mencapai 55,7 derajat celcius.

Saat ini pemerintah daerah tengah melakukan sosialisasi kepada penduduk di kaki Gunung Kelud agar mematuhi imbauan petugas PVMBG untuk tidak mendekati puncak Kelud dalam radius lima kilometer. Sebelumnya, dalam status waspada, zona bahaya berada dalam radius dua kilometer dari kawah Kelud.


Ngaseri memastikan tak ada permukiman penduduk dalam radius tersebut. Kawasan permukiman terdekat berada di sekitar pos pemantauan Kelud milik PVMBG, tujuh kilometer dari puncak Kelud. "Kami meminta masyarakat tidak panik," kata Ngaseri.

Upaya sosialisasi ini dilakukan di kantor desa dan tempat-tempat berkumpul yang telah disepakati warga di Desa Sugihwaras. Pemerintah daerah menyatakan kesiapan mereka melakukan evakuasi jika sewaktu-waktu status Kelud naik menjadi awas.


HARI TRI WASONO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X