indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

TNI: Soal Usman-Harun Selesai Sejak 1973

TNI: Soal Usman-Harun Selesai Sejak 1973

Usman Haji Mohamed Ali (kiri) dan Harun Said. istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Markas Besar Tentara Nasional Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengatakan sesungguhnya permasalahan antara Singapura dan Indonesia telah selesai pada tahun 1973. "Saat itu Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew menabur bunga di pusara Usman dan Harun di Kalibata," ujar Iskandar ketika dihubungi Tempo, Senin, 10 Februari 2014.

Untuk itu Iskandar heran mengapa masalah yang sudah selesai sekitar 50 tahun lalu itu muncul kembali. Iskandar mengimbau Singapura harusnya dapat membedakan ranah politik dan teknis dalam menghadapi masalah penamaan kapal perang Indonesia Usman Harun ini.

Menurut Iskandar, TNI dan tentara Singapura sering melakukan kerja sama Angkatan Laut, Darat, dan Udara, juga melakukan pertukaran pelajar. "Harusnya biarkan ranah politik, Menlu, dan Presiden menyelesaikan masalahnya, tapi ranah teknis bisa tetap bekerja sama," kata dia.

Iskandar mengharapkan agar lobi-lobi politik dapat diambil demi menyelesaikan masalah ini. "TNI akan menunggu perkembangan ke depannya bagaimana," kata dia.

Kemarin, pihak Singapura membatalkan undangan pada Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam Singapore Airshow, pameran dirgantara terbesar di Singapura. Namun tim aerobatik udara Jupiter tetap tampil dalam acara yang dihelat pada 11-16 Februari 2014 tersebut.

Pembatalan ini masih berhubungan dengan protes Singapura terkait penamaan KRI Usman Harun. Singapura menilai pemerintah Indonesia tak sensitif dengan menamai kapal tersebut menggunakan nama tokoh yang dianggap penjahat oleh Singapura.

Usman Harun diambil dari nama dua anggota KKO (Komando Korps Operasi, sekarang Marinir), Usman dan Harun Said, yang mengebom MacDonald House di Orchrad Road hingga menewaskan tiga orang saat masa konfrontasi dengan Malaysia pada 1965. Keduanya dieksekusi di Singapura pada 17 Oktober 1968. Namun, begitu tiba di Tanah Air, mereka dielu-elukan sebagai pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Untuk menghormati jasa keduanya, TNI AL memakai nama mereka untuk menamai kapal barunya. (Simak heboh KRI Usman Harun di sini)

TIKA PRIMANDARI

Terkait:
Soal Usman Harun, Panglima TNI Batal ke Singapura
Buntut Usman Harun, RI Mundur dari Singapore Airshow
Tim Jupiter Batal Tampil di Singapore Airshow
KRI Usman Harun, Marzuki Kaget Singapura Protes

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X