Kata Perusahaan yang Lahannya Terbakar di Riau  

Kata Perusahaan yang Lahannya Terbakar di Riau  

Asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (27/8). Kota Pekanbaru kembali diselimuti asap sisa kebakaran hutan dan lahan, yang merupakan kondisi terparah sejak bulan Juni lalu pemerintah menetapkan status darurat asap akibat asap sempat mencapai Singapura dan Malaysia. ANTARA/FB Anggoro

TEMPO.CO, Pekanbaru -Pihak Humas PT Arara Abadi (PT AA) Nurul Huda membenarkan ada lahan terbakar di lahan konsesi perusahaan tersebut, berdekatan dengan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, tepatnya di sekitar KM 54, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Namun menurutnya kebakaran tersebut akibat aktifitas klaim dan perambahan oleh oknum masyarakat.

"Kami sudah buat laporan kepada polisi," ujarnya saat dihubungi Tempo, Sabtu 1 Maret 2014.

Menurut Nurul, pihaknya sudah menangkap dua orang pelaku pembakar lahan berinisial S dan S. "Pelaku dan barang bukti sudah kami serahkan kepada Kepolisian Sektor Pinggir untuk diproses hukum," katanya.

Nurul menyebutkan, pihaknya turut membantu memadamkan api. Perusahaan telah turunkan dua regu sebanyak 20 orang serta dua alat berat dan dua pompa air untuk melokalisir dan memadamkan api. "Saat ini sudah berkurang, yang tinggal asap bekas pembakaran. Anggota pemadam terus bekerja utk memastikan api benar-benar padam," ujarnya.

Sebelumnya Komandan Satgas Pemadam Api, Brigadir Jendral Agus Irianto mengatakan pantauan lewat udara pagi ini, Sabtu 1 Maret 2014, ditemukan 34 titik api tersebar dari Pelalawan hingga bagiau utara Pulau Rupat. Titik api juga ditemukan dalam lahan konsesi milik lima perusahaan Hutan Tanam Industri. "Sebanyak 34 titik api itu merupakan yang terbesar mengeluarkan asap," kata Agus, di Posko Penanggulangan Bencana Asap, di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Sabtu 1 Maret 2014.

Adapun lima perusahaan itu berada di perbatasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yakni PT RRL, PT SPM, PT AA, PT TI dan PT RAPP. Selebihnya titik api berada pada kawasan tanpa izin dan perkebunan sawit masyarakat. "Lahan tersebut jelas milik perusahaan setelah mendapat laporan dari Dinas Kehutanan," ujar Agus.

RIYAN NOFITRA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X