SBY Tahu Informasi 7 WNI di Malaysia Arlines

SBY Tahu Informasi 7 WNI di Malaysia Arlines

Pesawat Boeing 777-200 Malaysia Airlines. wikipedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Indonesia terus memantau perkembangan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang hilang pada Sabtu dinihari, 8 Maret 2014. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun telah diberitahu mengenai peristiwa tersebut.


“Menteri Luar Negeri telah pula melaporkan perkembangan ini kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendapat arahan lebih lanjut,” kata Juru Bicara Kemenlu Michael Tene dalam keterangan resminya yang diperoleh Tempo.


Pihak Malaysia Arlines memastikan pesawat yang membawa 227 penumpang itu telah hilang kontak dengan menara pengawas Subang pada pukul 02.40 waktu setempat. Tujuh orang asal Indonesia berada di pesawat itu. Pesawat ini dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Beijing, Cina, pada pukul 06.30.


Michael mengatakan Kemenlu sudah melakukan koordinasi dengan Malaysia Airlines untuk mengidentifikasi dan klarifikasi ketujuh WNI. “KBRI KL (Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur) telah menempatkan pejabatnya di Kuala Lumpur International Airport untuk terus berkomunikasi dengan pihak Malaysia Airlines dan memfasilitasi keluarga penumpang,” ucapnya.


Kemenlu, Michael meneruskan, bersama KBRI Kuala Lumpur dan Beijing terus memonitor upaya-upaya dilakukan berbagai pihak untuk menemukan pesawat tersebut. Kemenlu, kata Michael juga menyampaikan simpati kepada para keluarga korban. “Khususnya ketujuh WNI,” tutur Michael.


KBRI Kuala Lumpur masih melakukan klarifikasi tujuh nama korban asal Indonesia di pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH 370. KBRI tidak ingin melakukan kesalahan seperti yang dilakukan Malaysia Airlines.


Ketujuh nama WNI tersebut adalah Siregar Firman Chandra, Suadaya Herryindra, Sugianto Lo, Suadaya Ferry Indra, Tanurisam Indrasuria, Vinny Chynthyatio, dan Wang Willysurijanto.


“Kami sedang klarifikasi ke pihak keluarga untuk benar atau tidaknya. Kami takut salah,” kata Koordinator Fungsi Konsuler KBRI di Kuala Lumpur, Dino Nurwahyudin, ketika dihubungi Tempo, Sabtu sore 8 Maret 2014.


Dino mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi lewat pengecekan paspor para korban yang diberikan pihak Malaysia Airlines. “Kita klarifikasi, apakah benar ada anggota keluarga yang ke Beijing,” ucap Dino.


Untuk saat ini, salah satu dari keluarga korban sudah berada di Kuala Lumpur. Namun, Dino enggan mengungkapkan identitas keluarga korban itu. “Keluarga korban sekarang dengan pihak kedutaan dan dibantu difasilitasi,” ujar Dino.


Sebelumnya, Malaysia Airlines melaporkan korban dari Indonesia berjumlah 12 orang. Namun, laporan itu diralat karena mereka salah mengartikan kode negara Indonesia dengan India yang mirip. Jadi, korban asal Indonesia tujuh orang, sementara India 5 orang.


Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Beijing pada pukul 06.30 waktu Beijing, Cina. Pesawat tersebut mengangkut total 239 orang, terdiri atas 227 penumpang, termasuk dua bayi, dan 12 kru.


SINGGIH SOARES


Berita Terpopuler
Hafitd Ternyata Sewa Hacker Retas Akun Twitter Ade Sara
Penuturan Nadia, Saksi Kunci Pembunuhan Ade Sara
Wawancara Blakblakan Danang Penembak Kucing

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X