Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kolong Jembatan Jombor Yogyakarta Harus Steril  

Editor

Rini Kustiani

image-gnews
Mak Tun (55) seorang pemulung yang tinggal bersama 16 Anjing peliharaanya di kolong jembatan Kaligarang, Semarang, Jawa Tengah, (22/3), rela membelikan makanan untuk sejumlah Anjingnya dari hasil menjual barang-barang miliknya. Tempo/Johannes P. Christo
Mak Tun (55) seorang pemulung yang tinggal bersama 16 Anjing peliharaanya di kolong jembatan Kaligarang, Semarang, Jawa Tengah, (22/3), rela membelikan makanan untuk sejumlah Anjingnya dari hasil menjual barang-barang miliknya. Tempo/Johannes P. Christo
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Bagian bawah flyover Jombor, Yogyakarta, dilarang untuk kegiatan komersial, termasuk kuliner. Kolong jembatan itu rencananya difungsikan sebagai ruang terbuka hijau. "Yogyakarta, kan, kekurangan public space. Jadi nanti konsepnya hijau. Kami tidak izinkan kegiatan komersial dan kuliner di sana," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Permukiman, dan Energi Sumber Daya Mineral DIY Rani Sjamsinarsi saat ditemui di kantornya, Kamis, 7 Agustus 2014.

Kebijakan tersebut diambil setelah berkaca pada kondisi underpass dari jembatan layang di Janti, Kabupaten Bantul. Bagian bawah jembatan layang dipergunakan untuk aktivitas kuliner. Bahkan badan jembatan dipenuhi dengan iklan-iklan komersial, seperti iklan provider telekomunikasi. "Kalau kontraknya (provider) habis, saya akan minta Jembatan Janti diambil alih Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional," kata Rani.

Berdasarkan lanskap underpass Jombor yang diperlihatkan Rani, tampak bagian bawah jembatan layang Jombor dipenuhi dengan tanaman hijau. Kemudian bagian dinding jembatan juga ditutup tanaman hijau yang merambat. "Itu untuk mengantisipasi aksi vandalisme," kata Rani.

Bagian underpass juga akan dipajang kain-kain dengan aneka motif batik. Kain-kain batik tersebut ditutup dengan kaca dan ada lampu sorot yang mengarah pada pajangan kain batik. Rencananya, satu pekan atau satu bulan sekali, pajangan kain-kain batik itu akan diganti dengan kain motif batik lainnya. Sedangkan bagian dinding jembatan yang menghadap ke utara (ke arah Magelang) akan diberi tulisan "Sugeng Rawuh" dengan aksara Jawa. "Desember direncanakan selesai, baik konstruksinya maupun beautifikasinya," kata Rani.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional V DIY Agung Sutarjo dalam wawancara pada 4 Agustus lalu mengatakan hingga saat ini pembebasan 19 kaveling lahan milik warga di sisi timur barat jembatan layang Jombor (Jalan Magelang) masih alot. Belum ada titik temu antara warga dan pemerintah. "Kami berharap permintaan masyarakat jangan terlalu tinggi dari appraisal. Kami usahakan nilainya mendekati keinginan warga," kata Agung.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Warga meminta harga tanah Rp 16 juta per meter. Sedangkan berdasarkan hasil pertemuan warga dan pemerintah, dengan Ombudsman RI Perwakilan DIY sebagai mediator, warga diminta menerima harga tanah Rp 4,5 juta per meter sebagaimana hasil tim appraisal independen.

PITO AGUSTIN RUDIANA

Topik terhangat:
Arus Mudik 2014 | MH17 | Pemilu 2014 | Ramadan 2014 | Ancaman ISIS

Berita terpopuler lainnya:
Ini Rapor Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun
Migrant Care Laporkan Enam Anggota DPR Pemilik PJTKI
Kisah Pocong di Foto Syahrini Saat Umrah

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Kemenhub Imbau Masyarakat Tinggalkan Travel Gelap, Ini 5 Dampak Buruk Menggunakannya

3 hari lalu

Personel kepolisian terpaksa menurunkan penumpang travel gelap saat terjaring penyekatan pemudik di pintu keluar tol Pejagan-Pemalang, Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis, 6 Mei 2021. Polres Tegal melakukan tes usap antigen dan menurunkan puluhan penumpang travel gelap akibat kendaraannya ditahan saat ingin mudik ke Pemalang. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Kemenhub Imbau Masyarakat Tinggalkan Travel Gelap, Ini 5 Dampak Buruk Menggunakannya

Hindari risiko fatal dengan travel gelap. Ketahui dampak buruknya, termasuk kecelakaan, asuransi, dan tarif tak jelas.


Kapolres Jakut Klaim Kawasan Wisata Ancol Aman, Belum Ada Laporan Tindak Kriminal

12 hari lalu

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan, saat ditemui di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat, 12 April 2024. Tempo/Adil Al Hasan
Kapolres Jakut Klaim Kawasan Wisata Ancol Aman, Belum Ada Laporan Tindak Kriminal

Kapolres Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan mengklaim belum ada kerawanan dan berbagai tindak kriminal yang terjadi di kawasan wisata Ancol


Anies Tanggapi Isu Jual-beli Bangku Sekolah: Bentuk Kriminalitas

23 Januari 2024

Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, hadir di lokasi acara Desak Anies di Rocket Convention Hall, Sleman, Yogyakarta pada Selasa, 23 Januari 2024. TEMPO/Sultan Abdurrahman
Anies Tanggapi Isu Jual-beli Bangku Sekolah: Bentuk Kriminalitas

Anies mengatakan itu merupakan penyimpanan, pelanggaran dan kriminalitas yang tidak boleh dibiarkan.


Polisi Selidiki Kasus Bapak Aniaya Anak hingga Tewas di Semarang

2 Januari 2024

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com
Polisi Selidiki Kasus Bapak Aniaya Anak hingga Tewas di Semarang

Diduga penganiayaan itu dilakukan karena pelaku ingin melindungi anak laki-lakinya yang lain yang juga adik korban, JW, 18 tahun.


Prabowo Bilang Indonesia Negara Aman, Ini Daftar Negara dengan Kriminalitas Tertinggi

13 Desember 2023

Tentara Uni Nasional Karen (KNU) berjaga-jaga saat peringatan 70 tahun Hari Revolusi Nasional Karen di Kaw Thoo Lei, negara bagian Kayin, Myanmar, 31 Januari 2019. Warga memperingati 70 tahun merdekanya konflik Karen. REUTERS/Ann Wang
Prabowo Bilang Indonesia Negara Aman, Ini Daftar Negara dengan Kriminalitas Tertinggi

Prabowo singgung Indonesia masih aman, damai, dan terkendali


Kriminal Sepekan: Ade Armando Digugat PDIP, Firli Akui Bertemu SYL, Wanita Mental Ditabrak Fortuner

29 Oktober 2023

Politisi Partai Solidaritas Indonesia, Ade Armando mengadakan konferensi pers untuk klarifikasi terhadap gugatan 200 miliar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jalan Cokroaminoto no. 92, Menteng, Jakarta Pusat. TEMPO/OHAN B SARDIN
Kriminal Sepekan: Ade Armando Digugat PDIP, Firli Akui Bertemu SYL, Wanita Mental Ditabrak Fortuner

Sejumlah peristiwa kriminalitas terjadi sepekan terakhir di Jabodetabek. Ade Armando digugat PDIP, Firli Bahuri, Fortuner tabrak wanita di Kembangan


Polres Jakarta Utara: Ancol dan Sunter Daerah Rawan Kejahatan Pekan Lalu

13 Agustus 2023

Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Gidion Arif Setyawan di Polres Metro Jakarta Utara, Senin 17 Juli 2023. ANTARA/HO-Humas Polri
Polres Jakarta Utara: Ancol dan Sunter Daerah Rawan Kejahatan Pekan Lalu

Polres Jakarta Utara menandai Ancol hingga Sunter Agung dengan warna merah di peta kerawanan kejahatan


Polisi Cari Penganiaya Guru SMA hingga Buta di Rejang Lebong

4 Agustus 2023

Ilustrasi bangku sekolah. Sumber: Pixabay/asiaone.com
Polisi Cari Penganiaya Guru SMA hingga Buta di Rejang Lebong

Pelaku menganiaya dengan menggunakan ketapel kepada guru SMA itu.


Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi yang Sebar Tubuh Korban di Lima Lokasi

16 Juli 2023

Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com
Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi yang Sebar Tubuh Korban di Lima Lokasi

Terkuaknya kasus mutilasi ini pasca temuan potongan-potongan tubuh manusia total di lima titik Sleman.


DPRD DKI Duga Blok G Pasar Tanah Abang Jadi Sarang Preman karena Keluhan Pedagang Diabaikan

7 Juli 2023

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Ismail saat rapat program prioritas PT Pembangunan Jaya Ancol 2023 di Ruang Rapat Komisi B, Kamis, 19 Januari 2023. TEMPO/Ihsan Reliubun
DPRD DKI Duga Blok G Pasar Tanah Abang Jadi Sarang Preman karena Keluhan Pedagang Diabaikan

DPRD DKI Jakarta menduga Blok G Pasar Tanah Abang menjadi sarang preman dan tempat mengonsumsi narkoba karena keluhan pedagang diabaikan.