Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Besok Vonis Kasus Penganiayaan SMAN 3  

image-gnews
Seorang terdakwa kasus penganiayaan SMAN 3 Setiabudi berteriak dari mobil tahanan usai menjali persidangan di Pengadilan Negeri Jaksel (13/8). Puluhan Siswa SMA 3 melakukan aksi Solidaritas untuk memberikan dukungan moril kepada lima rekannya. Tempo/Dian Triyuli Handoko
Seorang terdakwa kasus penganiayaan SMAN 3 Setiabudi berteriak dari mobil tahanan usai menjali persidangan di Pengadilan Negeri Jaksel (13/8). Puluhan Siswa SMA 3 melakukan aksi Solidaritas untuk memberikan dukungan moril kepada lima rekannya. Tempo/Dian Triyuli Handoko
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Empat terdakwa kasus penganiayaan terhadap siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3, Arfiand Caesary Al Irhami, yakni KR, PU, AM, dan TM, akan menghadapi vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Agustus 2014 besok. Menjelang putusan itu, keluarga Arfiand meminta majelis hakim memberikan vonis yang adil.

"Kami keluarga korban meminta vonis yang seadil-adilnya berdasarkan perbuatan yang telah dilakukan para terdakwa," kata kuasa hukum korban, Sandy Arifin, saat dihubungi Tempo, Ahad, 24 Agustus 2014.

Pada sidang tuntutan, Kamis, 21 Agustus 2014, jaksa penuntut umum Candra Saptiaji menuntut keempat terdakwa dengan Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak ayat 1 dan 3. Ancaman hukumannya tiga tahun penjara dan denda Rp 25 juta subsider 6 bulan pelatihan kerja. (Baca: KPAI: Terdakwa Penganiaya Siswa SMA 3 Juga Korban)

Ibunda Arfiand, Diana Dewi, berharap ada keadilan dalam kasus yang merenggut nyawa putranya itu. "Saya serahkan saja pada hakim. Kami ikuti tuntutan jaksa," ujar Diana.

Arfiand, siswa kelas X SMA 3 Jakarta, tewas seusai mengikuti kegiatan pencinta alam Sabhawana di Tangkuban Parahu, Jawa Barat, pada Juni 2014 lalu. Selain Arfiand, kegiatan itu menewaskan satu siswa lagi, yakni Padian Prawiryodirja. Sebanyak lima orang siswa SMA 3 ditetapkan sebagai tersangka, yakni KR, PU, AM, TM, dan Dwiki Hendra Saputra. (Baca: Kronologi Penganiayaan di Kegiatan Sabhawana SMA 3)

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun, saat memberikan keterangan kepada majelis hakim, keempat terdakwa membantah melakukan penganiayaan terhadap Arfiand. Mereka menyebut yang melakukan penganiayaan adalah empat orang alumnus. "Mereka bilang enggak menganiaya, hanya menepuk-nepuk pipi. Yang menganiaya empat alumnus, kata mereka," kata Ayah Arfian, Arif Setiadi, seusai persidangan, Rabu, 20 Agustus 2014. (Baca: Kasus SMA 3, Begini Keterlibatan Dua Alumni dan Alumni SMAN 3 Jakarta Ikut Pukul Arfiand)

AFRILIA SURYANIS

Berita Lainnya:
Dibilang Tampan di Media Sosial, Ini Kata Ketua MK
DPRD Dilantik Hari Ini, Apa Harapan Ahok?
Mobil Jokowi Antipeluru dan Tahan Ledakan
Begini Spesifikasi Calon Tunggangan Jokowi

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Cerita di Balik Penemuan Jasad Pegawai Honorer Kementerian Terkubur di dalam Rumah di Bandung

8 hari lalu

Rumah korban Didi Hartanto usai dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Perumahan Bumi Citra Indah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 16 April 2024. ANTARA/Rubby Jovan
Cerita di Balik Penemuan Jasad Pegawai Honorer Kementerian Terkubur di dalam Rumah di Bandung

Seorang pegawai honorer kementerian berusia 42 tahun dilaporkan hilang sejak 30 Maret 2024 lalu. Jasadnya ditemukan terkubur di dalam rumahnya.


Polisi Ungkap Pembunuhan Wanita Enam Tahun Lalu di Makassar, Pelaku Suami Sendiri

10 hari lalu

Kapolda Sulsel Irjen Andi Rian R Djajadi (tengah) didampingi Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokh Ngajib menjawab pertanyaan wartawaan saat dilokasi kejadian pembunuhan di Jalan Kandea II, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad, 14 April 2024. Foto: ANTARA/Darwin Fatir.
Polisi Ungkap Pembunuhan Wanita Enam Tahun Lalu di Makassar, Pelaku Suami Sendiri

Polres Makassar mengungkap kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga berinisial J, 35 tahun, yang terjadi pada enam tahun lalu


Kasus 3 Anggota TNI Aniaya Jurnalis di Maluku Utara, Danlanal Ternate: Copot Jabatan juga Sanksi

15 hari lalu

Ilustrasi penganiayaan. siascarr.com
Kasus 3 Anggota TNI Aniaya Jurnalis di Maluku Utara, Danlanal Ternate: Copot Jabatan juga Sanksi

Jurnalis itu dianiaya tiga anggota TNI AL setelah memberitakan penangkapan kapal bermuatan bahan bakar minyak jenis Dexlite.


Kasus 3 Tentara Aniaya Jurnalis, TNI AL Ternate: yang Paling Bertanggung Jawab Komandan

16 hari lalu

(Dari kanan ke kiri) Erick Tandjung Ketua Bidang Advokasi AJI Erick Tanjung, Anggota Dewan Pers Arif Zulkifli, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, dan Tenaga Ahli Hukum Dewan Pers Hendrayana, dalam Konferensi Pers untuk merespon kasus penganiayaan seorang wartawan oleh tiga angota TNI-AL Posal Panamboang, di Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Kamis, 28 Maret 2024. Konpers digelar di Gedung Dewan Pers, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin, 1 April 2024. TEMPO/Adinda Jasmine
Kasus 3 Tentara Aniaya Jurnalis, TNI AL Ternate: yang Paling Bertanggung Jawab Komandan

Komandan Pangkalan TNI AL Ternate Letkol Ridwan Aziz menanggapi kasus penganiayaan seorang jurnalis di Halmahera Selatan, Maluku Utara, Sukandi Ali.


Penganiayaan Jurnalis oleh 3 Anggota TNI AL Dipicu Berita Penangkapan Kapal Pengangkut Minyak Milik Ditpolairud Polda Malut

18 hari lalu

Ilustrasi penganiayaan
Penganiayaan Jurnalis oleh 3 Anggota TNI AL Dipicu Berita Penangkapan Kapal Pengangkut Minyak Milik Ditpolairud Polda Malut

Direktur Polairud Polda Malut membantah bahwa kapal pengangkut minyak milik mereka ditangkap KRI milik TNI AL. Berbuntut penganiayaan jurnalis.


Pedagang Bensin Eceran di Bintaro Dibacok di Jalan, Diduga Persaingan Bisnis

18 hari lalu

Seorang pedagang bensin eceran menjadi korban pembacokan di wilayah Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Jumat dini hari, 5 April 2024. (Dok Polsek Pondok Aren)
Pedagang Bensin Eceran di Bintaro Dibacok di Jalan, Diduga Persaingan Bisnis

Kapolsek memastikan polisi telah mengantongi identitas pelaku pembacokan di Bintaro Sektor 9 itu.


Polisi Tangkap Tersangka Penganiayaan Anggota TNI di Bantargebang saat Naik Bus Tujuan Palembang

21 hari lalu

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers tentang penyiksaan anggota TNI hingga meninggal dunia di Bantargebang, Kota Bekasi. Tersangka, Aria Wira Raja alias AWR, mengenakan baju tahanan, tampak tertunduk di belakang. TEMPO/Han Revanda Putra.
Polisi Tangkap Tersangka Penganiayaan Anggota TNI di Bantargebang saat Naik Bus Tujuan Palembang

Aria Wira Raja tersangka penganiayaan anggota TNI hingga tewas di Bantargebang ditangkap saat hendak pulang ke Palembang.


Culik dan Aniaya Maling Motor di Binjai, 6 Prajurit TNI Dituntut 6 Bulan Penjara

21 hari lalu

Enam prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 100/PS yang didakwa menganiaya Sures, dituntut tujuh dan enam bulan penjara di Pengadilan Militer I-02 Medan. Foto: Istimewa
Culik dan Aniaya Maling Motor di Binjai, 6 Prajurit TNI Dituntut 6 Bulan Penjara

Perkara penganiayaan ini bermula dari video viral Sures yang mengaku diculik dan dianiaya enam prajurit TNI dari Yonif Raider 100/PS.


Ketua LPM di Depok Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Pasutri Polisi, Korban Developer Nakal

22 hari lalu

Ketua LPM Kelurahan Bedahan Depok Rizal Antoni melaporkan dugaan penganiayaan oleh oknum polisi, Selasa, 2 April 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Ketua LPM di Depok Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Pasutri Polisi, Korban Developer Nakal

Selain menganiaya Ketua LPM Bedahan Depok tersebut pasutri itu diduga juga memukul karyawan dan mengintimidasi istri Rizal.


KKJ Desak KSAL Adili 3 Anggota TNI AL Pelaku Kekerasan terhadap Jurnalis di Maluku Utara

23 hari lalu

Ilustrasi pasukan TNI AL. ANTARA/Yusran Uccang
KKJ Desak KSAL Adili 3 Anggota TNI AL Pelaku Kekerasan terhadap Jurnalis di Maluku Utara

Tiba di pos, anggota TNI AL menginterogasi Sukandi soal berita yang dibuatnya.