Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

8 Alasan Teror di Australia Terkait ISIS

image-gnews
ISIS meluncurkan video yang berjudul
ISIS meluncurkan video yang berjudul "Darah Jihad 2" dengan anak-anak berusia sekitar 12-13 tahun berlatih menggunakan senjata AK47. Dalam video ini anak-anak juga diajarkan bela diri serta membuat formasi saat perang. dailymail.co.uk
Iklan

TEMPO.CO, Sydney - Aksi teror yang terjadi di Lindt Chocolat Cafe, Sydney Australia, Senin pagi, 15 Desember 2014, menjadi pusat perhatian masyarakat Australia. Teror yang diikuti penyanderaan sekitar 20 orang yang terdiri atas pramusaji dan pengunjung itu langsung dikaitkan dengan aksi terorisme internasional yang dilakukan jaringan teroris Islamic State (ISIS). (Baca: Analisis Bendera 'ISIS' dalam Teror di Kafe Sydney)

Ketakutan Australia terhadap jaringan terorisme Timur Tengah itu berkembang dalam dua pekan terakhir. Ketakutan terhadap ISIS dipertegas dengan meningkatnya pengamanan di sekitar Gedung Parlemen Australia. Berikut ini alasan kenapa ISIS menjadi sesuatu yang menakutkan bagi warga Australia.

1. Bertambahnya Pengikut ISIS
Perdana Menteri Australia Tony Abbott beberapa waktu lalu mengumumkan pemerintah telah membatalkan penerbitan paspor untuk 60 warga Australia yang akan berjuang untuk ISIS di Timur Tengah. Selain yang sudah dibatalkan, saat ini ada 60 warga Australia lainnya sudah berada di Timur Tengah. Mereka tergabung dalam kelompok Jabhat al-Nursa, yang merupakan salah satu jaringan ISIS. (Baca: Tak Ada WNI Jadi Sandera di Lindt Cafe Sydney)

Sedangkan 20 orang lainnya telah kembali dari pertempuran di Irak dan Suriah. Abbot juga menyebutkan, selain yang pergi ke luar negeri, juga ada 100 warga Australia yang tercatat terlibat dalam memberikan pendanaan dan dukungan untuk kelompok ISIS. "Ini adalah angka yang cukup signifikan. Sebab, seperti yang kita lihat, hanya butuh waktu sebentar bagi 1-2 orang untuk melakukan aksi teror yang brutal,” ucap Abbot. (Baca: Tiga Kasus Penyanderaan Tersadis)

2. Teridentifikasinya Tenaga Rekrutmen Lokal
Baru-baru ini pemerintah Australia mengungkap identitas seorang warga Australia yang tercatat sebagai perekrut calon pejuang ISIS di Australia. Dia adalah Mohammad Ali Baryalei, 33 tahun. Baryalei lahir di Afganistan dan pindah ke Australia pada usia 7 tahun. (Baca: Teror Sydney, PM Abbott Yakinkan Warga Australia)

Berdasarkan laporan media lokal, pada waktu muda hubungan Baryalei dengan ayahnya tak berjalan harmonis. Baryalei pernah larut dalam kehidupan malam sampai akhirnya terlibat dalam jaringan Islam radikal. Setelah itu Baryalei aktif dalam menyebarkan paham jihad melalui media sosial dan YouTube, serta merekrut sejumlah pemuda Australia. (Baca: Penyanderaan di Sydney, Jalan dan Stasiun Ditutup)

Pada April 2013, Baryalei melakukan perjalanan ke Timur Tengah dan ikut berperang bersama kelompok al-Qaeda, Jabhat al-Nursa. Setelah itu ia bergabung dengan jaringan teroris Islamic State (ISIS). (Baca: Teror di Sydney, Sandera Histeris dan Menangis)

3. Kematian Dua Pemuda Australia di Suriah
Pemerintah Australia pertama kali mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk bepergian ke Suriah pada awal tahun ini. Peringatan itu dikeluarkan setelah beredarnya foto kematian dua warga Australia yang tengah berada di Suriah, yaitu Tyler Casey, 22 tahun, dan istrinya, Amira Karroum, 22 tahun. Mereka terbunuh di Aleppo, Suriah, awal Januari lalu. Keduanya kemudian terdeteksi terlibat dalam jaringan ISIS yang direkrut Baryalei. (Baca: Pria Bersenjata Sandera Pengunjung Kafe di Sydney)

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

4. Propaganda Media Sosial
Dua warga negara Australia, Khaled Sharrouf dan petinju Mohamed Elomar, belakangan aktif mengkampanyekan propaganda gerakan ISIS di media sosial Australia. Selain memuat grafis, mereka juga menampilkan gambar-gambar yang mengejutkan terkait dengan gerakan ISIS. Keduanya mengunggah gambar senjata, mayat-mayat, dan kepala yang terpenggal. Propaganda yang paling mengejutkan ketika Sharrouf mengunggah foto anaknya yang tengah memegang kepala terpenggal.

Selanjutnya: Peningkatan Status Teror dan Pasukan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Teror di Australia, ISIS Klaim Pelaku Penusukan Sebagai Anggota

9 November 2018

Saksi mata merekam detik-detik serangan di Melbourne, Australia.[Dailymail.co.uk]
Teror di Australia, ISIS Klaim Pelaku Penusukan Sebagai Anggota

ISIS mengklaim serangan teror di Australia yang menikam tiga orang dan menabrakan mobil di Bourke Street, Melbourne.


Teror di Australia, Pria Tikam 3 Pejalan Kaki Usai Ledakkan Mobil

9 November 2018

Seorang pria berenjata pisau melawan polisi setelah meledakan mobil dan menikam tiga orang pejalan kaki di Melbourne, Australia.[Twitter Chris Macheras via Mirror.co.uk)
Teror di Australia, Pria Tikam 3 Pejalan Kaki Usai Ledakkan Mobil

Teror di Australia, seorang pria meledakkan mobil dan menusuk pejalan kaki di Melbourne hingga menewaskan satu orang.


Etihad Airways Akan Membantu Australia Ungkap Dugaan Teroris  

2 Agustus 2017

Pesawat pertama Airbus A380-800 milik Etihad Airways di pabrik pengecatan di di Hamburg, Jerman, 25 September 2014. Etihad memperkenalkan desain barunya, akan terapkan pada semua pesawatnya, melalui pesawat A380nya ini. Krisztian Bocsi/Bloomberg via Getty Images
Etihad Airways Akan Membantu Australia Ungkap Dugaan Teroris  

Maskapai Etihad Airways mengatakan siap bekerja sama dan membantu Kepolisian Federal Australia untuk mengungkap rencana teror di pesawat.


Bahan Peledak Ditemukan Polisi Australia di Rumah 4 Tersangka

1 Agustus 2017

Ilustrasi ancaman teror bom di pesawat/pesan teror bom di pesawat. express.co.uk
Bahan Peledak Ditemukan Polisi Australia di Rumah 4 Tersangka

Polisi Australia menemukan sejumlah benda yang diduga bahan pembuat bom dalam penggrebekan di rumah 4 tersangka.


Etihad Bawa 500 Penumpang dari Australia Jadi Target ISIS

1 Agustus 2017

gvpedia.com
Etihad Bawa 500 Penumpang dari Australia Jadi Target ISIS

4 pria diduga jaringan ISIS diduga akan meledakkan pesawat Etihad Airways dengan rute Sydney, Australia ke Abu Dhabi.


4 Pria Australia Rancang Ledakkan Pesawat Rute Jakarta - Sydney  

1 Agustus 2017

Polisi Federal Australia memeriksa tas penumpang di Bandara Domestik Sydney, Australia, 30 Juli 2017. REUTERS/David Gray
4 Pria Australia Rancang Ledakkan Pesawat Rute Jakarta - Sydney  

Gabungan Polisi Australia menemukan data rencana meledakkan pesawat yang terbang dari Jakarta ke Sydney oleh 4 pria Australia keturunan Libanon.


Australia Dirikan Penjara Isolasi Terpidana Teroris yang Pertama

12 Juni 2017

Gladys Berejiklian. youtube.com
Australia Dirikan Penjara Isolasi Terpidana Teroris yang Pertama

Australia sedang membangun penjara isolasi khusus terpidana teroris yang pertama dan berlokasi di negara bagian New South Wales.


Warga AS di Australia Diminta Waspada Aksi Teror

17 Mei 2015

Ilustrasi penjahat bersenjata atau terorist. TEMPO/Subekti
Warga AS di Australia Diminta Waspada Aksi Teror

Peringatan ini dikeluarkan setelah pengadilan Australia mengadili remaja Inggris usia 14 tahun yang didakwa terlibat kasus teror di acara Anzac Day.


Tiap Hari, 405 'Jihadis' Diinterogasi di Bandara Australia  

16 Maret 2015

REUTERS/Alex Domanski
Tiap Hari, 405 'Jihadis' Diinterogasi di Bandara Australia  

Australia memperketat pengawasan imigrasi di bandara untuk mencegah warganya bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).


ISIS Rekrut Remaja Jago Matematika Asal Australia

9 Maret 2015

Jake Billardi (tengah), remaja Australia yang bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
ISIS Rekrut Remaja Jago Matematika Asal Australia

Pertengahan tahun lalu, Bilardi diketahui membeli tiket sekali jalan ke Istanbul.