Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Banjir Bandung, Korban Mengeluh Kurang Bantuan  

Editor

Eni Saeni

image-gnews
Warga meninggalkan kampungnya saat banjir melanda Baleendah, Bandung, Jawa Barat, 21 Desember 2014. Banjir luapan Sungai Citarum dan anak sungainya tersebut memutus akses ke jalan utama. TEMPO/Prima Mulia
Warga meninggalkan kampungnya saat banjir melanda Baleendah, Bandung, Jawa Barat, 21 Desember 2014. Banjir luapan Sungai Citarum dan anak sungainya tersebut memutus akses ke jalan utama. TEMPO/Prima Mulia
Iklan

TEMPO.CO, Bandung - Sebagian warga korban banjir Bandung Selatan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang memilih tetap tinggal di rumah mereka, mengeluhkan bantuan distribusi makanan dari pemerintah. Rumah mereka terkepung banjir yang melanda kawasan itu sejak Senin lalu. (Baca: Mitos Ini Hantui Korban Banjir di Bandung)

Sejak enam hari, permukiman mereka diterpa musibah banjir, belum ada bantuan makanan yang disalurkan ke rumah-rumah. "Sejak hari pertama banjir belum ada bantuan makanan dari pemerintah," kata Winda, warga Kampung Cigosol, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, kepada Tempo, Selasa, 23 Desember 2014.

Menurut Winda, selama bertahan di rumahnya ia mengandalkan kakak laki-lakinya untuk membeli bahan makanan. Kini rumah keluarga Winda sudah hampir sepenuhnya direndam banjir. Ia bersama keluarga memilih pindah ke tempat pengungsian. "Kemarin sempat surut, namun tadi malam banjir naik lagi," ujar dia. (Baca: Banjir Bandung Selatan Rendam 36 Ribu Rumah)

Winda berharap pemerintah tidak hanya berfokus ke tempat pengungsian saja. Masih banyak warga yang tertahan di rumah masing-masing. "Coba lihat kondisi kami yang tertahan di rumah-rumah," ujar dia. (Baca: Banjir Bandung Selatan, Pengungsi Capai 12 Ribu

Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Marlan mengatakan bantuan logistik untuk warga yang memilih menetap di rumahnya masing-masing sudah didistribusikan. Namun kendala balik lagi kepada akses jalan yang sulit. "Bantuan sudah dikirimkan sejak kemarin melalui RW masing-masing," ujar dia. (Baca: Banjir Bandung Selatan Semakin Parah)

Hingga hari ini, banjir telah merendam 36 ribu rumah di sembilan kecamatan di Kabupaten Bandung. Sebanyak 12 ribu korban menjadi pengungsi. Lokasi terparah menghajar Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Air sempat surut sejak kemarin sore, namun malamnya hujan lebat mengguyur kawasan hulu dan hilir Sungai Citarum. Akibatnya Sungai Cisangkuy meluap.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

BPBD Kabupaten Bandung telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga tanggal 29 Desember 2014. Selain bencana banjir, longsor dan angin puting beliung mengancam daerah Bandung Selatan. (Baca: Pengungsi Banjir di Bandung Ngungsi ke Gereja)

Kepala Subdetasemen II Detasemen A Korps Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Satu Nurdin Abdurahman mengatakan tim evakuasi kesulitan menjangkau korban yang berada di dalam gang. Karena perahu sulit masuk. "Masih banyak warga yang menetap di rumahnya. Kami masih terus berpatroli menjaga mereka," ujarnya.

IQBAL T. LAZUARDI S.


 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Ratusan Rumah di Luwu Sulawesi Selatan Terendam Banjir setelah Hujan 10 Jam

4 jam lalu

Ilustrasi Banjir/TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Ratusan Rumah di Luwu Sulawesi Selatan Terendam Banjir setelah Hujan 10 Jam

Kendati mulai surut, BNPB mengantisipai banjir susulan.


BNPB: Hujan Lebat 10 Jam, Lebih dari 100 Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Luwu

6 jam lalu

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan sebaran dan dampak banjir Kalimantan dalam Disaster Briefing daring di Jakarta, Senin 12 September 2022. (Antara/Devi Nindy)
BNPB: Hujan Lebat 10 Jam, Lebih dari 100 Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Luwu

BNPB menyatakan, hujan lebat selama 10 jam menyebabkan banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.


Ketua DPRD DKI Singgung Pemprov dalam Atasi Masalah Jakarta: Program Kurang Maksimal akan Saya Coret

1 hari lalu

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 10 April 2023. Prasetyo diperiksa sebagai saksi dalam tindak pidana korupsi terkait pengadaan tanah di kelurahan Pulo Gebang Kecamatan Cakung Jakarta Timur, tahun 2018-2019. TEMPO/Imam Sukamto
Ketua DPRD DKI Singgung Pemprov dalam Atasi Masalah Jakarta: Program Kurang Maksimal akan Saya Coret

DPRD DKI menyinggung program Pemprov DKI untuk mengatasi banjir dan kemacetan, salah satunya sumur resapan.


BNPB: Banjir Tiga dari Lima Kecamatan di Musi Rawas Utara Surut

1 hari lalu

Upaya evakuasi dan penyelamatan korban banjir di Musirawas Utara, Sumatra Selatan. Foto Dokumentasi Basarnas Palembang
BNPB: Banjir Tiga dari Lima Kecamatan di Musi Rawas Utara Surut

Sebelumnya banjir merendam lima daerah di Kabupaten Musi Rawas Utara sejak 16 April lalu.


Data Terbaru Banjir Musi Rawas: 51 Ribu Warga Terdampak dan 292 Hunian Rusak Berat

2 hari lalu

Basarnas cari korban tenggelam banjir bandang Muratara, Musi, Sumatera Selatan. (ANTARA/ HO- Basarnas Palembang)
Data Terbaru Banjir Musi Rawas: 51 Ribu Warga Terdampak dan 292 Hunian Rusak Berat

Banjir di Musi Rawas Utara merusak hunian dan berbagai fasilitas di lima kecamatan. BNPB mendata ada 51 ribu warga lokal terdampak.


Alasan Pusat Krisis Kemenkes Mengirim Tim ke Lokasi Banjir Musi Rawas Utara

2 hari lalu

Upaya evakuasi dan penyelamatan korban banjir di Musirawas Utara, Sumatra Selatan. Foto Dokumentasi Basarnas Palembang
Alasan Pusat Krisis Kemenkes Mengirim Tim ke Lokasi Banjir Musi Rawas Utara

Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes mengirimkan tim khusus ke area banjir Musi Rawas Utara. Salah satu tugasnya untuk antisipasi penyakit pasca banjir.


Amerika Perkuat Infrastruktur Transportasinya dari Dampak Cuaca Ekstrem, Kucurkan Hibah 13 T

3 hari lalu

Momen saat kereta melewati kucuran air akibat banjir di stasiun kereta bawah tanah di New York, AS, 1 September 2021. Banjir langsung melumpuhkan stasiun jaringan kereta bawah tanah karena air mengalir masuk hingga membanjiri stasiun. Twitter
Amerika Perkuat Infrastruktur Transportasinya dari Dampak Cuaca Ekstrem, Kucurkan Hibah 13 T

Hibah untuk lebih kuat bertahan dari cuaca ekstrem ini disebar untuk 80 proyek di AS. Nilainya setara separuh belanja APBN 2023 untuk proyek IKN.


Banjir Dasyat Setinggi Leher Terjang Guangdong Cina, 11 Orang Hilang

3 hari lalu

Orang-orang berdiri di jalan yang banjir saat badai membawa hujan dan hujan es ke Nanchang, provinsi Jiangxi, Cina 2 April 2024. Reuters
Banjir Dasyat Setinggi Leher Terjang Guangdong Cina, 11 Orang Hilang

Sebelas orang hilang di Guangdong akibat banjir dasyat di provinsi selatan Cina itu pada Senin 22 April 2024


Tiga Warga Filipina Tewas Akibat Banjir di Dubai

5 hari lalu

Jalan yang terendam banjir setelah hujan lebat di Dubai, Uni Emirat Arab, 17 April 2024. Pusat Meteorologi Nasional mengatakan UEA mengalami curah hujan terberat dalam 24 jam terakhir sejak mulai mengumpulkan data pada tahun 1949, menambahkan bahwa curah hujan tertinggi tercatat di daerah 'Khatm Al Shakla' di Al Ain mencapai 254 mm. Gelombang badai petir yang hebat disertai hujan lebat mempengaruhi sebagian besar kota di UEA pada tanggal 16 April terutama di Dubai, Sharjah dan Al Ain di mana pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions Asia antara Klub Al-Ain UEA dan Al-Hilal dari Arab Saudi telah ditunda. EPA-EFE/STRINGER
Tiga Warga Filipina Tewas Akibat Banjir di Dubai

Banjir di Dubai menyebabkan empat orang lagi tewas, tiga di antaranya adalah warga Filipina.


Apa itu Cloud Seeding yang Diduga Jadi Penyebab Banjir di Dubai?

6 hari lalu

Jalan yang terendam banjir setelah hujan lebat di Dubai, Uni Emirat Arab, 17 April 2024. Pusat Meteorologi Nasional mengatakan UEA mengalami curah hujan terberat dalam 24 jam terakhir sejak mulai mengumpulkan data pada tahun 1949, menambahkan bahwa curah hujan tertinggi tercatat di daerah 'Khatm Al Shakla' di Al Ain mencapai 254 mm. Gelombang badai petir yang hebat disertai hujan lebat mempengaruhi sebagian besar kota di UEA pada tanggal 16 April terutama di Dubai, Sharjah dan Al Ain di mana pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions Asia antara Klub Al-Ain UEA dan Al-Hilal dari Arab Saudi telah ditunda. EPA-EFE/STRINGER
Apa itu Cloud Seeding yang Diduga Jadi Penyebab Banjir di Dubai?

Mengenal cloud seeding yang diduga menjadi penyebab badai dan banjir di Dubai.