Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Logam Ini Alergi terhadap Air  

image-gnews
Karyawan operasikan loader untuk mengangkut batang logam aluminium dengan berat 15 ton di gudang aluminium smelter Rusal Krasnoyarsk, di kota Siberia, Krasnoyarsk, Rusia, 8 Juli 2014. Rusal merupakan salah satu pabrik aluminium yang mampu bertahan ditengah anjloknya harga aluminium dipasaran. REUTERS/Ilya Naymushin
Karyawan operasikan loader untuk mengangkut batang logam aluminium dengan berat 15 ton di gudang aluminium smelter Rusal Krasnoyarsk, di kota Siberia, Krasnoyarsk, Rusia, 8 Juli 2014. Rusal merupakan salah satu pabrik aluminium yang mampu bertahan ditengah anjloknya harga aluminium dipasaran. REUTERS/Ilya Naymushin
Iklan

TEMPO.CO, New York - Tim ilmuwan dari University of Rochester di New York, Amerika Serikat, telah menciptakan logam jenis baru. Logam unik ini alergi terhadap air alias anti-air. Semua cairan yang menyentuh logam itu akan langsung terpental seperti bola karet.

Logam anti-air itu dirancang oleh tim ilmuwan optik. Mereka menggunakan laser untuk mengukir pola berukuran nano pada permukaan logam, menjadikannya bersifat sangat hidrofobik. (Baca juga: Pelajar Kendal Buat Detektor Belatung Buah)

"Material ini begitu kuat menolak air. Air benar-benar akan memantul," kata pemimpin riset, Profesor Chunlei Guo, seperti dikutip Huffingtonpost, Jumat, 23 Januari 2015.

Guo mengatakan permukaan logam yang berukir sangat kecil membuat molekul cairan yang jatuh ke permukaannya tidak dapat menempel. Alih-alih menempel, zat cair justru menggelinding dan menjauhi permukaan logam.

Teknologi baru ini mengakhiri masalah klasik tentang pembuatan pelapis anti-air berbasis bahan kimia yang harus digosokkan ke logam. Logam anti-air buatan tim ilmuwan University of Rochester ini diklaim lebih tahan lama dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Logam anti-air ini, misalnya, bisa dipakai untuk mencegah pembekuan air (icing) pada sayap pesawat ketika memasuki ketinggian dengan suhu yang superdingin. Perkakas yang dilapisi logam ini akan lebih aman dan mudah dibersihkan, termasuk peralatan elektronik di rumah. (Baca juga: Galaxy S5 Tahan Air dan Pakai Pemindai Sidik Jari)

"Belum lagi berpotensi untuk membuat ponsel anti-air yang tidak akan rusak jika kecemplung ke dalam toilet," Guo menuturkan. Temuan ini melengkapi inovasi Guo yang sebelumnya pernah menemukan bahan super-hidrofilik, bahan yang sangat mudah menangkap zat air.

HUFFINGTONPOST | MAHARDIKA SATRIA HADI

Berita Lain:
WhatsApp di Komputer, Begini Cara Install-nya 
Whatsapp Bisa Diakses dari Komputer 
Pindai Laser 3D Periksa Pondok 'Pembunuh Vampir'

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Inovasi ID FOOD Raih Penghargaan Digital Technology Award 2024

20 jam lalu

Inovasi ID FOOD berhasil meraih Five Star Gold pada Digital Technology & Innovation Awards 2024 kategori The Best ICT Business Strategy dan The Best Women Digital Leader of The Year. (ID FOOD)
Inovasi ID FOOD Raih Penghargaan Digital Technology Award 2024

Sejumlah inovasi ID FOOD mendapat apresiasi dari pelaku teknologi informasi di Tanah Air karena efektif mendukung aktivitas bisnis pangan.


Kemendikbudristek dan Australia Kerja Sama Luncurkan Program INOVASI Fase Ketiga

33 hari lalu

Peluncuran program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) fase ketiga, pada 21Maret 2024 di Jakarta. Ini merupakan kemitraan pendidikan antara Pemerintah Australia dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sumber: dokumen Kedutaan Besar Australia di Jakarta
Kemendikbudristek dan Australia Kerja Sama Luncurkan Program INOVASI Fase Ketiga

Program INOVASI fase ketiga merupakan kemitraan bidang pendidikan antara kedua negara untuk meningkatkan pembelajaran dan keterampilan murid SD.


Bamsoet Apresiasi Mesin Pemilah Sampah Karya Komib

37 hari lalu

Bamsoet Apresiasi Mesin Pemilah Sampah Karya Komib

Bamsoet apresiasi inovasi mesin pemilah sampah oleh komunitas Karya Pelajar Mengabdi Bangsa Indonesia


Kominfo dan Microsoft Indonesia Kerja Sama untuk Tingkatkan Transformasi Digital

40 hari lalu

Menkominfo Budi Arie Setiadi bertemu dengan Diaspora Indonesia yang berada di Barcelona, Spanyol, Selasa (27/02/2024). Pertemuan tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam Lawatan Menkominfo di Spanyol. - (PeyHS)
Kominfo dan Microsoft Indonesia Kerja Sama untuk Tingkatkan Transformasi Digital

Kementerian Kominfo dan PT Microsoft Indonesia bekerja sama untuk transformasi digital.


Mahasiswa ITS Ciptakan Inovasi Pasir Kotoran Kucing Ramah Lingkungan

50 hari lalu

Inovasi Facocat, pasir kucing ramah lingkungan berbahan dasar fly ash dan arang aktif besutan tim mahasiswa ITS. Dok. Humas ITS
Mahasiswa ITS Ciptakan Inovasi Pasir Kotoran Kucing Ramah Lingkungan

Mahasiswa ITS mengembangkan Facocat, pasir kotoran kucing ramah lingkungan berbahan dasar fly ash dan arang aktif dari sabut kelapa.


Sudah Dipakai di Fiji, Alat Pemantau Air Laut Buatan Unpad Raih Penghargaan Inovasi

55 hari lalu

Alat pemantau kondisi air laut Arhea saat diuji di perairan sekitar Pulau Pramuka. (Dok.Tim Riset Unpad)
Sudah Dipakai di Fiji, Alat Pemantau Air Laut Buatan Unpad Raih Penghargaan Inovasi

Karya inovasi tim dosen Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, itu telah dipakai di negara kepulauan Fiji.


Si-Cuhal, Inovasi Peneliti UI untuk Pantau Curah Hujan

57 hari lalu

Peralatan Si-Cuhal yang merupakan platform yang menyediakan data curah hujan, suhu, dan kelembapan udara di suatu wilayah yang dikumpulkan dalam cloud server. Dok. Humas UI
Si-Cuhal, Inovasi Peneliti UI untuk Pantau Curah Hujan

Inovasi Si-Cuhal dari peneliti UI ini dibangun berlandaskan teknik pertanian presisi.


Telkomsel dan Huawei Jalin Kerja Sama Home Broadband and 5G Innovation

59 hari lalu

Bertepatan dengan pelaksanaan Mobile World Congress (MWC) 2024 Barcelona, Senin, 26 Februari 2024, Telkomsel dan Huawei menandatangani dua Strategic Partnership Agreement (SPA) yang berfokus pada Home Broadband and 5G Innovation untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi terkini, serta Talent Development untuk peningkatan kapabilitas keberlanjutan yang mengedepankan prinsip ESG. Kolaborasi antara kedua belah pihak dalam kedua SPA tersebut diharapkan dapat menghadirkan konektivitas, solusi, dan layanan inovatif yang membuka lebih banyak peluang bagi setiap individu, rumah, dan bisnis di Indonesia.
Telkomsel dan Huawei Jalin Kerja Sama Home Broadband and 5G Innovation

Telkomsel dan Huawei menandatangani dua Strategic Partnership Agreement (SPA) di MWC 2024 Barcelona, fokusnya adalah pada Home Broadband and 5G Innovation serta Talent Development.


Di Kegiatan KKN, Mahasiswa Undip Ini Atasi Masalah Kelompok Wanita Tani Pakai Sistem Petis

14 Februari 2024

Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Diponegoro berhasil menciptakan sistem
Di Kegiatan KKN, Mahasiswa Undip Ini Atasi Masalah Kelompok Wanita Tani Pakai Sistem Petis

Ketua KWT Desa Ponoware, Sarmi, menyatakan bangga terhadap inovasi yang dibuat oleh Tim I KKN Undip ini.


Inovasi Kanker Serviks Besutan Peneliti Unair Dikenalkan di Jepang

30 Januari 2024

Tekan Angka Penderita Kanker Serviks, Petugas Lakukan Pemeriksaan IVA
Inovasi Kanker Serviks Besutan Peneliti Unair Dikenalkan di Jepang

Peneliti Unair membawa hasil inovasi terapi kanker serviks ke hadapan para peneliti global yang berkumpul di Jepang.