Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bocorkan Rahasia Soal Iran, Eks Agen CIA Dihukum Penjara

Editor

Abdul Manan

image-gnews
Lambang Central Intelligence Agency (CIA), badan intelijen Amerika, yang terdapat di Lobi Markas Besar CIA di Langley. cia.gov
Lambang Central Intelligence Agency (CIA), badan intelijen Amerika, yang terdapat di Lobi Markas Besar CIA di Langley. cia.gov
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Jeffrey Sterling, mantan agen badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA) dihukum 3 tahun dan 6 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Alexandria, Amerika Serikat, Senin 11 Mei 2015. Ia dinyatakan bersalah membocorkan informasi rahasia kepada wartawan tentang operasi CIA untuk membendung ambisi nuklir Iran.

Hakim Distrik AS Leonie M. Brinkema, yang menyidangkan kasus ini, mengatakan, ia tergerak oleh pencapaian Sterling. Tapi ia mengaku perlu mengirim pesan kepada orang lain: "Jika Anda sengaja mengungkapkan rahasia, akan ada harga yang harus dibayar. "

Brinkema mengatakan bahwa tindakan Sterling menyebabkan kerusakan karena mengungkapkan identitas seorang pria yang bekerja sama dengan CIA. Ia juga dinilai pantas mendapat hukuman yang lebih keras daripada pembocor rahasia sebelumnya karena tidak mengaku bersalah dan tidak mengakui kesalahannya.

Sterling mengucapkan terima kasih kepada hakim dan stafnya atas perlakuan mereka selama proses pengadilan dan sangat bersyukur bahwa Brinkema mengubah tanggal persidangan sehingga ia bisa menghadiri pemakaman kakaknya. Namun pengacaranya mengatakan, Sterling akan mengajukan banding.

Brinkema memperbolehkan Sterling tetap di luar sampai pejabat penjara federal menentukan kapan dan di mana ia harus menjalani hukumannya.

Sterling dituntut pada bulan Januari lalu atas sembilan dakwaan pidana karena membocorkan informasi rahasia kepada jurnalis New York Times, James Risen. Jaksa menyebut Sterling memiliki plot jahat untuk mempermalukan eks tempat lembaganya bekerja.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jaksa meminta hukuman keras, dengan alasan bahwa pengungkapan Sterling mengakhiri salah satu dari beberapa mekanisme pemerintah AS untuk membendung program nuklir Iran. Asisten Jaksa AS James Trump mengatakan, pengungkapan Sterling juga membahayakan nasib ilmuwan Rusia yang diam-diam bekerja sama dengan pemerintah AS dalam upayanya membendung nuklir Iran.

Pengacara Sterling, Edward B. MacMahon Jr meminta Brinkema untuk mempertimbangkan latar belakang Sterling dan perubahannya kini. "Siapa pun dia pada tahun 2003," kata MacMahon, "dia bukan orang yang sama lagi."

Pengacara mendesak hakim untuk menjatuhkan hukuman yang sejalan dengan kasus serupa sebelumnya. Ia mengutip kasus Jenderal David H. Petraeus, yang memberi perempuan dan penulis biografinya akses ke bahan rahasia dan dihukum dua tahun percobaan dan denda US$ 100.000; mantan petugas CIA John Kiriakou, yang mengungkapkan nama petugas rahasia dan dijatuhi hukuman 30 bulan penjara; dan mantan ahli senjata Departemen Luar Negeri AS Stephen Jin-Woo Kim, yang membocorkan informasi rahasia kepada seorang reporter Fox News dan dijatuhi hukuman 13 bulan penjara.

Jaksa mengatakan bahwa Sterling tidak harus dibandingkan dengan Petraeus, Kiriakou dan Kim. Brinkema mengatakan bahwa dia terpengaruh oleh latar belakang pribadi Sterling, tetapi bahwa ia harus menghadapi hukuman yang lebih berat karena merasa tak bersalah. Sedangkan Kiriakou, Petraeus, dan Kim mengaku bersalah.

WASHINGTON POST | ABDUL MANAN

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

7 Februari 2021

Seorang wanita meniup kantong plastik saat mengambil sampel udaranya untuk tes Covid-19 menggunakan GeNose C19 di sebuah stasiun kereta di Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. Alat buatan Indonesia ini mulai digunakan untuk screening penumpang kereta jarak jauh. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran Covid-19 dari 192 negara.


Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

6 Februari 2021

Bupati terpilih Sabu Raijua, NTT, Orient P Riwu Kore menjadi perbincangan setelah disebut-sebut sebagai warga negara Amerika Serikat. Orient mengakui sempat memiliki paspor AS, namun tidak lantas mengubah status kewarganegaraannya. Facebook.com
Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, mengungkapkan alasannya mengikuti pemilihan kepala daerah 2020


Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

4 Februari 2021

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengikuti pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana di Singapura, 11 Juni 2018. REUTERS/Jonathan Ernst
Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

Tim pengacara Donald Trump berkeras Senat tak cukup kuat punya otoritas untuk memakzulkan Trump karena dia sudah meninggalkan jabatan itu.


Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.


Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

3 Februari 2021

Ilustrasi microchip semikonduktor. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]
Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

Pada 2019 grup otomotif menyumbang sekitar sepersepuluh dari pasar semikonduktor senilai 429 miliar dolar Amerika Serikat.


Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

30 Januari 2021

Sekitar ratusan ribu warga Amerika Serikat turun ke jalan pada Sabtu, 30 Juni 2018, menuntut pemerintahan Presiden Donald Trump mengizinkan imigran masuk dan mempertemukan anak imigran dengan orang tua mereka. Reuters
Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

Imigran dari Suriah mendapat kelonggaran aturan sehingga mereka bisa tinggal di Amerika Serikat dengan aman sampai September 2022.


Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

30 Januari 2021

Gas air mata dilepaskan di antara pengunjuk rasa saat bentrokan dengan polisi di Gedung Capitol pada rapat pengesahan hasil pemilihan presiden 2020 oleh Kongres AS di Gedung Capitol AS di Washington, 6 Januari 2021. Sekitar 350 pasukan Garda Nasional D.C. dikerahkan untuk mengantisipasi kerusuhan yang diperkirakan akan terjadi. REUTERS/Shannon Stapleton
Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

Tutorial pembuatan bom ditemukan di rumah anggota kelompok ekstremis Proud Boys, Dominic Pezzola, yang didakwa terlibat dalam kerusuhan US Capitol


Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

29 Januari 2021

Wartawan asal Amerika Serikat, Daniel Pearl, yang tewas dipenggal pada 2002. Sumber: The Times of Israel
Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pembebasan pembunuh jurnalis Wall Street, Journal Daniel Pearl, oleh Mahkamah Agung Pakistan.


Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

29 Januari 2021

Dokter umum Luisa Vera bereaksi setelah menerima vaksin virus corona (Covid-19) buatan Pfizer-BioNTech di Universitas Kesehatan Indiana, Rumah Sakit Methodist di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, Rabu, 16 Desember 2020. Kredit: ANTARA FOTO/REUTERS/Bryan Woolsto/HP/djo/am.
Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat kini mengizinkan dokter dan perawat yang sudah pensiun untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19


Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

27 Januari 2021

Silinder berisi uranium di fasilitas nuklir Fordow, Iran.[IRNA]
Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan hal yang salah jika AS kembali ke perjanjian nuklir Iran