Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bocah Karawang Berbobot 190 Kilogram, Ini Penjelasan Dokter

image-gnews
Petugas membawa AP (10 tahun) menuju ruang Kenanga, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Senin 11 Juli 2016. Bocah obesitas asal Karawang ini akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut akibat berat badannya kembali naik 3 kilogram yang sebelumnya sempat turun dari 192 kg menjadi 188 kg. TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Petugas membawa AP (10 tahun) menuju ruang Kenanga, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Senin 11 Juli 2016. Bocah obesitas asal Karawang ini akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut akibat berat badannya kembali naik 3 kilogram yang sebelumnya sempat turun dari 192 kg menjadi 188 kg. TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Iklan

TEMPO.COBandung - Bobot seorang bocah lelaki berusia 10 tahun 4 bulan asal Kabupaten Karawang, AP, melesat hingga 190 kilogram. Dari hasil pemeriksaan sementara tim medis Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, obesitas tersebut akibat pola makan.

Orang tua AP bersama Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana serta pejabat terkait mengantar AP ke RSHS Bandung, Senin siang, 11 Juli 2016. Mereka ingin bobot AP bisa berkurang hingga normal sesuai dengan anak seusianya. Sebelumnya, dalam kurun satu tahun ini, AP sudah dua kali diperiksa di RSHS Bandung.

Ketua Tim Dokter yang menangani AP, Julistio Djais, mengatakan bobot ideal AP dengan tinggi 147 sentimeter adalah kurang dari 50 kilogram. “Tapi satu tahun lalu sudah lebih dari 100 kilogram, sekarang 190 kilogram,” ujarnya di RSHS Bandung, Senin, 11 Juli 2016.

Dari hasil penilaian kesehatan AP, tidak ditemukan gangguan komplikasi organ vital, seperti jantung, paru-paru, atau ginjal, akibat kegemukan tingkat morbid obesity tersebut. “Gemuknya diketahui baru akibat lemak di bawah kulit,” kata Julistio. Tim dokter merencanakan pemeriksaan lanjutan selama dua pekan untuk mencari penyebab kegemukan, apakah akibat genetika atau perilaku makan.

Bocah AP diketahui menyantap hingga 6.500-6.800 kalori per hari tahun lalu. Padahal anak seusianya cukup mengkonsumsi 2.300 kalori per hari. “Sisanya sekitar 4.500 kalori bisa menaikkan berat badan 0,5 kilogram per hari,” kata dokter spesialis anak tersebut. Meskipun tiga bulan terakhir konsumsi makannya berkurang menjadi 3.800 kalori per hari, jumlah itu masih cukup tinggi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ayah AP, Ade Somantri, mengatakan, selain biasa makan berat empat kali sehari, anaknya suka minuman segar dalam kemasan hingga 20 gelas per hari. Sekitar tiga kali sepekan, AP juga makan dua bungkus mi instan dengan dua telur ayam.

Belakangan, karbohidrat dikurangi serta buah pisang dan apel jadi santapan harian. Pada usia 4-5 tahun, tubuh AP mulai menggemuk hingga melesat pada umur 8-10 tahun.

ANWAR SISWADI

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Definisi Kesehatan Mental Menurut Psikolog, Perlu Dimiliki Setiap Orang

3 hari lalu

Ilustrasi wanita bahagia. Unsplash.com
Definisi Kesehatan Mental Menurut Psikolog, Perlu Dimiliki Setiap Orang

Kesehatan mental lebih dari sekadar gangguan atau kecacatan mental yang diderita seseorang. Psikolog beri penjelasan.


7 Tanda-tanda Kucing Mengalami Dehidrasi

4 hari lalu

Ilustrasi kucing (Pixabay)
7 Tanda-tanda Kucing Mengalami Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika kucing kehilangan lebih banyak cairan dari yang mereka konsumsi.


Jadi Makanan Khas Lebaran, Ketahui Kandungan Nutrisi dan Manfaat Hati Ayam dalam Sambal Goreng Kentang Ati

11 hari lalu

Menu sambal goreng hati sapi. shutterstock.com
Jadi Makanan Khas Lebaran, Ketahui Kandungan Nutrisi dan Manfaat Hati Ayam dalam Sambal Goreng Kentang Ati

Hati ayam dalam sambal goreng kentang ati, makan khas ketika lebaran, ternyata memiliki manfaat kesehatan. Apa saja?


Hari Kesehatan Sedunia, Akses Pelayanan Bermutu Masih Jadi Harapan

11 hari lalu

Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. ANTARA FOTO/FB Anggoro
Hari Kesehatan Sedunia, Akses Pelayanan Bermutu Masih Jadi Harapan

Hari Kesehatan Sedunia 2024, diharapkan terwujudnya kesehatan bagi semua agar mendapat akses pelayanan kesehatan bermutu.


Bawa Balita saat Mudik? Perhatian Tips Ini Demi Kesehatannya

13 hari lalu

Ilustrasi balita mudik. shutterstock.com
Bawa Balita saat Mudik? Perhatian Tips Ini Demi Kesehatannya

Pakar kesehatan mengingatkan orang tua untuk memperhatikan daya tahan tubuh balita saat mudik mengingat kondisi cuaca yang sedang tak baik.


Hal-hal yang Perlu Diketahui Soal Bahaya Kandungan Senyawa Bromat pada Air Minum dalam Kemasan

13 hari lalu

Ilustrasi label lolos uji keamanan pangan pada kemasan air minum dalam kemasan.
Hal-hal yang Perlu Diketahui Soal Bahaya Kandungan Senyawa Bromat pada Air Minum dalam Kemasan

Pakar mengingatkan bahaya kandungan senyawa bromat yang banyak terbentuk saat Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).


Operasi Hernia Benjamin Netanyahu Berjalan Sukses

19 hari lalu

Benjamin Netanyahu. [Middle East Monitor]
Operasi Hernia Benjamin Netanyahu Berjalan Sukses

Tim dokter dan kantor Perdana Menteri Israel mengumumkan operasi hernia yang dijalani Benjamin Netanyahu berjalan sukses.


Tips Makan Enak tanpa Khawatir Masalah Pencernaan Saat Lebaran

19 hari lalu

Hidangan lebaran. ANTARANEWS
Tips Makan Enak tanpa Khawatir Masalah Pencernaan Saat Lebaran

Dokter spesialis penyakit dalam memberikan tips agar tetap bisa makan enak saat lebaran tanpa menimbulkan masalah pencernaan.


7 Manfaat Makan Buah Semangka bagi Kesehatan Tubuh

25 hari lalu

Ilustrasi Semangka
7 Manfaat Makan Buah Semangka bagi Kesehatan Tubuh

Semangka menjadi buah yang pas sebagai pilihan di bulan Ramadhan. Pada kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi, buah ini menjaga kesehatan dan keseimbangan nutrisi.


Benarkah Kolesterol Tinggi Bisa Menimbulkan Rasa lelah?

27 hari lalu

Ilustrasi kolesterol. Shutterstock
Benarkah Kolesterol Tinggi Bisa Menimbulkan Rasa lelah?

Tingginya tingkat kolesterol biasanya dibarengi dengan gejala yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya.